Curhatan Lewat Tengah Malam: Yup! Sinetron Lagi! (..dan Sedikit Basket)

Sekitar jam 2 pagi dan gw belum tidur. Teman-teman yang sering berkunjung atau kebetulan lewat di blog ini barangkali akan sedikit ngeh bagaimana bisa sebuah posting yang gak ada hubungannya sama sekali dengan hasrat menyambut musim perdana NBL Indonesia bisa nyempil di sini. Well, sederhana saja sih alasannya, lagi pengen aja :)

Gw mau ngomongin sinetron. What?! Sinetron lagi?! Ada apa sebenarnya antara gw dengan sinetron?! Gak apapa. Dulu, sebelum blog ini gw bikin, sempat terlintas di pikiran gw untuk menulis hal-hal konyol tentang sinetron. Yes, kalau gak menulis seputar dunia basket, sepertinya gw sudah menulis banyak tentang “keindahan” dari sinetron. Apakah gw sedemikian tidak sukanya dengan sinetron? Gw bukan tidak suka, kayaknya rasa ini lebih dekat kepada benci :)

Gw paham bahwa kita disarankan untuk menghindari kebencian, tapi kadang sinetron menawarkan banyak sekali “kebaikan” agar ia dibenci oleh gw :)

Malam tadi, gw bersantap malam dengan Atia (siapakah Atia? Hmm..*senyum) di sebuah warung yang dilengkapi tv dan tentu saja memutar sinetron. Saat itu, adegan dalam sinetron tersebut adalah sebuah suasana persidangan di mana terdapat bapak hakim, tergugat, pengacara, dkk. Entah apa yang tengah disidangkan, namun adegan tersebut cukup membuat Atia nyeletuk “Atia tahu suasana persidangan, dan gak ada mirip-miripnya dengan apa yang sedang terjadi di dalam sinetron itu.”

“Saat menonton film, seringkali Atia belajar hal baru atau mendapatkan sesuatu dari film tersebut. Tapi dari sinetron, hampir tidak ada,” Atia menambahkan.

Sebuah film umumnya adalah sebuah cermin dari kenyataan. Jika bukan cermin dari kenyataan, maka ia adalah imajinasi yang masih bisa diterima oleh akal sehat. Bahkan seliar apapun imajinasi tersebut. Ketika imajinasi kemudian dicitrakan sebagai hal yang sulit diterima oleh otak yang waras, rasanya seperti menelan kulit durian! Cekat di tenggorokan! :(

Sinetron tak hanya tidak memberikan pelajaran. Ia seringkali malah membodohi. Gw pernah memergoki sebuah adegan lucu (baca: keren). Dalam adegan tersebut tampak seorang remaja gaul yang sangat hobi dan jago main basket. Ketika muncul dalam sebuah suasana dengan latar belakang sebuah pertandingan basket, ia berdandan dan berpakaian ala basket dan seolah paling keren sedunia. Tentu saja jika anak basket sungguhan melihat “aktor” remaja tersebut, ia lebih terlihat sebagai seorang idiot dengan kostum badut yang kebetulan memegang bola basket. Dan ketika ia bermain basket, sang jagoan basket di sinetron ini menunjukkan skill seorang pemain yang baru pertama kali melihat bola dan lapangan basket sekitar satu menit yang lalu! Citra seorang pemain basket yang jago dan cool, muncul dalam bentuk sebaliknya. Yup, bodoh-bodohan!

Lebih malam lagi, gw nonton bioskop. Pemutaran perdana Eat Pray Love. Sebuah film yang diangkat dari sebuah buku dengan judul yang sama, diperankan oleh Julia Roberts, dan 1/3 waktu filmnya berlatar lokasi di nusa dewata, Bali. Film yang manis. Jika banyak orang mengeluh bahwa sebuah film yang diangkat dari sebuah novel atau buku lebih sering “lebih bagus di bukunya,” atau bagi gw bahwa film Laskar Pelangi lebih indah daripada novelnya, maka film Eat Pray Love saling mengisi dengan bukunya. Cantik :)

Habis itu, benak gw kembali menggiring gw ke arah sinetron. Kali ini gw mencoba mencari-cari, ada gak yaa novel atau buku yang disadur menjadi sebuah sinetron? Mungkin ada, walau yang jelas gw gak tahu :) Atau, adakah sebuah sinetron yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah novel? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menggiring gw untuk semakin mengantuk lalu kemudian terbersit “mau gak lu baca ‘Cinta Fitri’ Dan?”

Hmm..tidur aah :)

3 pemikiran pada “Curhatan Lewat Tengah Malam: Yup! Sinetron Lagi! (..dan Sedikit Basket)

  1. jiahaaa bang idan suka nonton sinetron juga…
    “KALO GAK SUKA YA GAK USAH DITONTON! GITU AJA KOK REPOT”
    mungkin itu komentar kalo gusdur (alm) membaca ini.
    ada juga sinetron yang bagus kok, jadi pinter milih aja.
    tapi kasihan juga sama ibu ibu, remaja, dan anak balita yang tiap hari nonton sinetron.. dijejali hal glamor dan pembodohan!!.. SUCK

    mending nonton pertandingan basket aja ya bang

    salam
    @slamsr

  2. Bukan suka nonton sinetron bro. Kadang, saking sinetron ada di mana-mana, ia tak bisa dihindari. Niat nonton sih gak pernah :)

  3. Setuju, sinetron Indo tuh lebih ke arah pembodohan dibandingkan pembelajaran atau hiburan.

    Adegan maen basket: betul kayak badut pake baju basket.
    Adegan pesta: ancurrrr
    Kok bisa ya yang bikin sinetron hasilnya kayak gitu? apa mereka gak miris liat hasilnya sendiri?

    Btw, menurut gue di film eat pray love nuansa Balinya kurang berasa euyy…kurang mengexplore keindahan Bali, hehehehhe…
    Lebih keliatan nuansa Bali di iklan Garuda Indonesia kayaknya…
    Ya tapi namanya juga produser dan sutradaranya Bule, jadi gak bisa nawar deh kita…
    padahal kan buat Indonesia sekalian aji mumpung promosi Bali lagi..
    btw, miris juga liat India yaa, untung pas di Bali gak di shooting pas masyarakat antri apa gitu yang keilatan miris juga :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s