2 Hari Menuju NBL 2010-2011: Tak Sabar Ingin Ikut Membantu!

Di twitter, gw harus mengendalikan emosi dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama seputar NBL Indonesia. Beberapa pertanyaan yang kerap muncul antara lain: Punya jadwal NBL kak? Atau NBL dimulai tanggal berapa yaa? Kapan NBL di Jakarta bro? Serta pertanyaan-pertanyaan lainnya, dan tentu saja, yang paling populer, NBL disiarkan di tv mana seehhh? Mengapa pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap muncul berulang-ulang? Hmm, inilah salah satu karakter dari twitter. Informasi timbul tenggelam sekecepatan suara!

Mudah untuk berpikir bahwa teman-teman ini menyebalkan karena menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang itu-itu saja. Tapi tentu saja, sang penanya tak tahu bahwa ia menanyakan sebuah pertanyaan yang telah diajukan oleh teman-teman yang lain sebelumnya. Jadi, tetap gw jawab. Well, berlatih mengendalikan emosi :)

Untuk dapat hidup dan berkembang, NBL Indonesia harus mampu menghidupi diri sendiri. Sesedikit mungkin menerima bantuan dari pihak sponsor (apalagi yang bakal rewel). Walau tentu saja menerima bantuan sponsor akan sangat membantu. Cara menghidupi diri sendiri adalah mengumpulkan uang dari hasil penjualan tiket di stadion! Tiket yang laku adalah oksigen bagi NBL. Penggemar yang menyaksikan langsung ke stadion adalah para penyelamat yang akan membangun dan mengembangkan NBL kelak!

Gw respek kepada teman-teman yang bertanya penuh antusias seputar NBL ke gw. Gw minta maaf kalau ada yang tak sempat terbalas karena tertelan pertanyaan selanjutnya. Bagi gw, sebuah pertanyaan mengenai NBL adalah niatan besar untuk ikut membantu memajukan liga basket kebanggaan kita ini. Jika bertanya adalah sebentuk niat, maka nonton langsung di stadion adalah aksi nyata membangun NBL Indonesia! Terima kasih untuk tak sabar ingin segera menonton NBL Indonesia (baca: membangun NBL Indonesia!)

Satu pemikiran pada “2 Hari Menuju NBL 2010-2011: Tak Sabar Ingin Ikut Membantu!

  1. “Informasi timbul tenggelam sekecepatan suara!”

    weh. bener ni. fenomena baru. ketika komunikasi semakin cepat, namun dengan mudahnya nilai informasi (baik pesan maupun makna) menjadi tiada.

    ya. semoga generasi saat ini mampu bertahan dalam segala dinamikanya. bukan menjadi semakin bolong, tapi menjadi kosong (siap diisi dan mencerna).

    .yk.

    ps: sori ga nyambung. hekekekekkee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s