Ilusi Pemain Jagoan a.k.a. “The Hot Hand”

Gw rasa, banyak orang di luar sana yang lebih paham tentang hal ini. Gw menemukan topik tentang apa yang gw tulis ini dalam sebuah paragraf dalam satu bab dari sebuah buku yang tengah gw baca. Kalimat dalam paragraf tersebut langsung menarik perhatian gw. Hmm, bingung juga mulainya dari mana..

Begini, dalam sebuah pertandingan basket, baik itu penonton, fans, maupun pemain sendiri sangat percaya bahwa salah seorang pemain tengah “ngecun“. Setiap kali tembakan yang ia lesakkan selalu masuk. Bila sebuah tembakan dilepaskan dan masuk, maka sebagian besar penonton percaya bahwa tembakan selanjutnya kemungkinan besar akan masuk pula. Kepercayaan ini melekat kepada para pemain seperti Lary Bird atau Michael Jordan atau Kobe Bryant. Orang Amerika biasa menyebutnya dengan “the hot hand“. Dalam salah satu artikel gw menemukan bahwa 91% penggila NBA percaya akan fenomena “the hot hand” ini. Mereka percaya bahwa seorang pemain sedang “on fire!

Nah, pada tahun 1985, dua orang yang kelak mendapat hadiah Nobel di bidang ekonomi, Daniel Kahneman dan Amos Tversky membuktikan dengan metode ilmiah bahwa tidak benar alias tidak ada itu yang namanya “pemain yang lagi panas” atau pemain dengan “the hot hand” atau biasanya kita dengar dengan sebutan “on fire“. Semuanya lebih kepada sebuah kepercayaan takhayul yang tak bisa dibuktikan sebagai fakta.

Sepanjang tahun 1980 hingga 1982, Kahneman dan Tversky menganalisa statistik tim-tim NBA. Dan yang paling menarik ketika mereka menganalisa rasio tembakan bebas (free-throw ratio) pemain-pemain Boston Celtics mereka menemukan bahwa jika seorang pemain berhasil memasukkan tembakan percobaan pertama maka kemungkinan masuk pada percobaan kedua adalah 75%. Namun, ketika si pemain gagal mengeksekusi percobaan pertama, persentase kegagalan pada tembakan kedua juga sama 75%. Hmm…

Ketika Kahneman dan Tversky kembali menganalisa dengan sangat teliti, mereka menemukan bahwa seringkali tembakan kedua pun tak masuk walau percobaan pertama mulus dan menghasilkan angka. Kahneman dan Tversky pun akhirnya benar-benar yakin bahwa pemain jago dengan “the hot hand” itu lebih merupakan ilusi alias keberuntungan dibandingkan sebuah fakta. Catatan, mereka juga memperhatikan persentase Lary Bird.

Mereka akhirnya benar-benar berkesimpulan, setiap tembakan (shooting) itu berdiri sendiri. Persis seperti kemungkinan melempar koin ke udara yang akan menghasilkan kemungkinan muncul salah satu sisinya adalah 50:50. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan tembakan yang sebelumnya masuk atau pun tidak masuk. *gw langsung teringat teori Black Swan-nya Nassim Nicholas Taleb :P

Tulisan ini semakin memperkuat keyakinan gw bahwa “If Impossible is Nothing, then Impossible is Something” (baca deh.. Tinggal klik aja :D)

*) Buat yang mau rada mikir dan berat sedikit, silahkan baca atau unduh (download) jurnal ilmiah dari Bruce D. Burns, Department of Psychology, Michigan State University di bawah ini:

The Hot Hand in Basketball – Fallacy or Adaptive Thinking

Satu pemikiran pada “Ilusi Pemain Jagoan a.k.a. “The Hot Hand”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s