Fundamental! Fundamental! Fundamental!

Itulah kira-kira tiga hal penting yang paling ditekankan oleh para pelatih pada DBL World Camp 2010 di Surabaya 7-10 Agustus yang lalu. Dari sekian banyak drill dan materi yang diajarkan, semuanya berujung-pangkal pada tiga hal utama di atas, fundamental, fundamental, dan fundamental dalam bermain basket.

Salah seorang pelatih SMA peserta camp menanyakan, “sampai kapan anak-anak ini berhenti kita berikan materi fundamental basket? Jika mereka sudah jago, masih haruskah diberi materi fundamental basket?”

Pertanyaan ini dijawab oleh Mick Downer (asisten pelatih tim NBL Australia, Cairns Taipans). Ia menyatakan bahwa fundamental bermain basket harus terus diasah hingga level bermain tertinggi. Sebelum melanjutkan, Mick memberi kesempatan kepada Corey Williams (MVP NBL Australia 2010) untuk menceritakan pengalamannya bermain basket.

Corey Williams bercerita bahwa sejak pertama kali mengenal basket dari kakaknya, George di usia 13 tahun sejak itu pula ia mulai berlatih serius mengenai fundamental basket. “Ketika berlatih bersama tim NBA, Denver Nuggets, setiap hari sesi latihan selalu diawali dengan memperkuat fundamental basket. Setidaknya dua jam awal selalu diisi dengan fundamental basket sebelum berlanjut kepada permainan,” Corey menjelaskan, “jadi tak ada kata berhenti dalam berlatih fundamental basket.”

Mick Downer lalu kembali melanjutkan bahwa sulit mengukur bahwa fundamental basket seseorang sudah sangat baik atau belum. Namun kita dapat menekankan, memperhatikan, atau memastikan kemampuan fundamental basket seorang pemain dengan lima cara;

1. Dapatkah ia mempraktekan fundamental basket dengan baik saat bermain sendiri dalam tempo lamban?

2. Dapatkah ia mengaplikasikan fundamental basket dengan baik saat bermain sendiri dalam tempo cepat seolah-olah sedang bermain?

3. Dapatkah ia mengaplikasikan fundamental basket dengan baik saat bermain dan sedang dijaga oleh kawannya saat berlatih?

4. Dapatkah ia mengaplikasikan fundamental basket dengan baik dalam sebuah pertandingan basket?

5. Dapatkah ia mengaplikasikan fundamental basket dengan baik dalam sebuah pertandingan basket yang ketat dan penuh tekanan serta pada level yang semakin tinggi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s