“Ngapain Aja sih DBL World Camp?”

Banyak pertanyaan yang gw dapat seputar DBL World camp yang baru saja selesai pelaksanaannya dua hari lalu. Pelatihan yang diikuti oleh 181 atlet pelajar basket dari 21 kota yang disinggahi DBL ini sangat-sangat menarik, menyenangkan dan tentu saja mendidik. Randolph Ariestedes, forward Stadium Jakarta yang ikut serta melatih saja sampai mengatakan “kenapa pada saat gue SMA kegiatan ini belum ada ya..”

Para pelatih dari 21 kota yang turut mengikuti pelatihan pun serta-merta memuji pelatihan ini “ini bagus banget,” ujar Freddy Gorey, pelatih salah satu sekolah dari Medan yang juga kita kenal terakhir pernah memegang Angsapura Sania Medan pada ajang Indonesian Basketball League (IBL) dulu.

Peserta

“Kak, siapa aja sih yang boleh ikutan camp itu? Saya boleh ikut gak?”

Memang tidak sembarang atlet pelajar yang boleh ikut World Camp ini. Peserta yang mengikuti World Camp adalah atlet pelajar yang sekolahnya mengikuti liga basket DBL 2010 di 21 kota dan memiliki kemampuan bermain basket yang sangat baik dan menonjol. Jika ia seorang pemain yang menonjol dibandingkan yang lainnya, kemungkinan besar ia akan terpilih, walaupun tim sekolahnya tidak meraih gelar juara.

Hasilnya, rata-rata setiap kota mengirimkan masing-masing lima atlet pelajar putra dan putri beserta dua orang pelatih yang mendampingi.

Pelatih dan materi pelatihan

Tahun lalu, DBL World Camp masih berjuluk NBA Indonesian Development Camp. Seleksi para pesertanya masih sama, sedangkan pemberi materinya adalah pelatih-pelatih NBA dan Kevin Martin (Houston Rockets, sebelumnya bermain untuk Sacramento Kings).

Pada tahun ini, pemberi materi adalah para pelatih profesional dari NBL Australia. Salah seorang di antaranya, Adam Caporn yang adalah asisten pelatih tim nasional yunior Australia. Sebagai bintang tamu, hadir Corey “Homicide” Williams. Seorang pebasket yang besar di jalanan kota New York dan menjadi salah satu legenda dunia streetball. Corey “187” Williams juga adalah Most Valuable Player (MVP) NBL Australia 2010.

Tujuan utama DBL World Camp 2010 ini selain memberi pelatihan basket pada level yang lebih tinggi juga menjadi ajang seleksi pencarian DBL All Star yang akan berkesempatan melawan atlet-atlet pelajar di Seattle, Amerika Serikat. Pada hari pertama, semua peserta menjalani “beep test” dan multiple running untuk mengukur ketahanan serta serangkaian kegiatan untuk melihat kelincahan standar para peserta.

Memasuki hari kedua, peserta mulai berlatih beberapa drill yang mengasah ketajaman fundamental dalam bermain basket. Tak hanya memberi pelatihan, para pelatih dari NBL Australia juga memantau dan menilai siapa saja atlet pelajar yang layak untuk melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

50 atlet pelajar putra dan 50 atlet pelajar putri tersisa pada hari ketiga dan kembali mengikuti pelatihan sekaligus penilain dari para pemberi materi. Pada akhir camp, diadakan scrimmage game 4 lawan 4. Pertandingan latihan ini bertujuan mengamati apakah para peserta camp mengaplikasikan ilmu dan materi yang mereka dapatkan dalam pertandingan sesungguhnya.

Hari penutupan adalah hari segala-galanya. Masing-masing putra dan putri hanya tersisa 24 atlet. Kemampuan para pemain peserta camp semakin menonjol. Pertandingan latihan pun semakin menarik mengingat teknik yang semakin membaik serta adanya unsur kompetisi untuk menjadi yang ter-terbaik untuk meraih kesempatan bertanding melawan anak-anak Amerika Serikat nantinya. Setelah melewati scrimmage game lagi, 12 orang atlet pelajar putra dan putri akhirnya terpilih untuk berlatih tanding ke Seattle, Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, DBL World Camp ini sebenarnya mengingatkan betapa pentingnya berlatih dasar-dasar bermain basket yang benar dan konsisten mempertajam kemampuan-kemampuan fundamental tersebut. “It’s all about practice, practice, and practice,” ungkap Andrew Vlahov, koordinator pelatih camp.

7 pemikiran pada ““Ngapain Aja sih DBL World Camp?”

  1. Alhamdulillah adik saya dapet satu tempat ke amerika. Meskipun satu-satunya perwakilan putri dari kabupaten bandung tapi ternyata dia bisa tunjukkan yang terbaik.

  2. Mantap Utk DBL Indonesia….Konsep baru utk Pembinaan Basket kita….Ini adalah sebuah Konsep penyempurnaan dari tahun-tahun sebelumnya…!!dimana lewat Camp-Camp Ini, para atlit dan pelatih bisa mendapatkan ilmu yang terprogram..sehingga sangat berguna untuk tahun-tahun kedepannya….ini merupakan suatu Dasar..Atau Pondasi utk Membangun Sebuah “Bangunan” Bola Basket di Indonesia…..dan teentunya akan menguntungkan antara 2 Pihak DBL dan NBL….SUKSES UNTUK BASKET INDONESIA…!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s