Kosong Lebih Baik Daripada Tidak Ada! (This is the real secret!!)

Melalui akun twitter, salah seorang teman penggemar basket Indonesia dengan cukup berani dan tegas menyatakan bahwa hari pertama preseason NBL Indonesia di Malang bulan lalu tidak dipadati penonton. Ia bahkan dengan tegas (menggunakan huruf kapital) menyatakan bahwa hari itu suasana GOR Bima Sakti Malang kosong!

Sedih sebenarnya gw membaca tulisan di twitter tersebut. Lalu langsung saja gw tanyakan padanya, apakah ia menonton langsung? Dari hari pertama? Jika tidak, mending tak usahlah memberi komentar!

Ia pun menjawab bahwa ia menarik kesimpulan setelah melihat foto-foto di situs resmi NBL. Dalam dua kali twit, gw menjelaskan kondisi sebenarnya yang sangat berkebalikan dengan apa yang ia sangkakan. Seorang teman lain pun memperkuat bahwa kondisi GOR Bima Sakti Malang pada saat preseason NBL sangatlah ramai. Kecenderungan penonton dari hari pertama hingga terakhir adalah meningkat!

Bahkan kenyataannya, seorang pemain senior Bima Sakti juga berceletuk kepada gw (pada saat final) “terakhir kali GOR ini terisi penuh adalah saat era Kobatama (sebelum 2003).”

Aneh!

Gw merasa ajaib kepada yang masih saja merasa pesimistis bahwa liga basket nasional yang diadakan oleh penyelenggara baru (PT DBL Indonesia) akan mampu bangkit kembali walaupun namanya telah berganti NBL dari yang sebelumnya IBL. Mereka mempermasalahkan suasana GOR saat preseason yang sepi di mata mereka, promosi yang kering di mata mereka, tak adanya siaran televisi saat preseason, tak ada pemain asing, rendahnya mutu permainan, jeleknya fasilitas lapangan dan lain-lain.

Padahal jika saja mereka tahu dan mengerti, mereka pasti akan berkata sama seperti gw “saat ini, lebih baik GOR sepi penonton sekali atau dua kali dari pada tidak ada putaran liga sama sekali selama setahun atau dalam jangka waktu yang tidak jelas!

Karena apa yang dilakukan dan menjadi prioritas penyelenggara NBL Indonesia saat ini adalah menjaga keberlangsungan liga bola basket tertinggi tanah air. Penyelenggara sebelumnya mengundurkan diri karena tak sanggup lagi menjalankan IBL.

Jadi, daripada berkeluh-kesah meratapi segala kekurangan, marilah optimis dan bersyukur, UNTUNG ada sebagian saudara kita yang masih mau peduli untuk tetap mengurus liga basket ini. Secepat itukah kita lupa (atau mungkin belum pada tahu) bahwa saat penyelenggara lama mengundurkan diri, tak ada lagi yang mau, tak ada lagi yang berani menyelenggarakan liga basket nasional karena ini adalah PROYEK RUGI!

Jadi lagi, daripada pesimis terus, mari ubah sedikit cara sudut pandang. Geser sedikit prisma perspektif yang kita miliki bahwa jauh lebih baik ikut menyemangati, memberi kata-kata bernada mendukung dan positif, daripada sekadar kata-kata yang diawali dengan desahan “halaaahhhhh…”

“Prioritas NBL tahun ini adalah menyelamatkan dan membenahi liga,” kata Azrul Ananda, NBL Indonesia Commissioner. Gw rasa ia dan timnya telah dan sedang melakukan lebih daripada itu.

Iklan

7 pemikiran pada “Kosong Lebih Baik Daripada Tidak Ada! (This is the real secret!!)

  1. Rame Kok…Gw tinggal d malang..dan selalu ntn Basket…

    Gw membandingkan antara Turnamen Bima Sakti Cup dan Turnamen Preseason NBL..

    Turnamen Bscup di selenggarakan jam 3 Siang..Sedangkan Pre-season NBL di selenggarakan mulai jam 1 siang…. ternyata…penonton yang hadir utk menyaksikan pertandingan lebih banyak pada saat di selenggarakan Pukul 1siang..!! ini indikasi bahwa jumlah penonton kita meningkat dan ketertarikan masyarakat untuk menyaksikan dan ingin mengetahui apa yang akan terjadi dengan basket profesional kita selama di pegang oleh penyelenggara baru semakin banyak!!…

    Jadi ada Kisaran Suara yang mengatakan Pertandingan Preseason di Malang Sepi penonton…itu adalah kebohongan Besar..!!

    katanya ingin mendukung basketINDONESIA…sekali-kali Dukung DOnk Keputusan dan Peraturan yang sudah d keluarkan..jangan seperti seorang yang selalu Mencari kesalahan orang lain!!

  2. gue sih setuju banget sama om idan..
    gue selalu liat ibl sejak taun 2005.emang belom lama2 amat sih, tapi mnurut gue rekor paling rame ya mulai BS cup sama pre season kmren ntu..hebatnya, ntu belom dengan promo yg seheboh liga2 lain kayak sepakbola ato bahkan voli..hanya pake semangat majuin basket indonesia, tmen2 d malang pada cerita2 ke tmen2nya, dan jadi rame..

    sebenernya gue sempet rada emosi wktu baca beberapa tweet orang2 yg gak nonton, gak tau keadaannya, gak memperhitungkan kemajuannya tapi hanya bisa komplain.tapi begitu liat balasan om idan yg santai aja, gue ikutan adem,hehehe

    yg bikin agak sakit hati, malah ada pemain yg dikenal sbg pemain basket tp lama gak ngikut perkembangan liga basket kita *ehem* yg ikutan mempertanyakan.padahal sbg pemain kan harusnya dia ikut ngasih semangat, promo, ngejelasin ttg NBL ke orang2.tapi yg gue liat malah mempertanyakan keinginan orang liat basket.
    come on, ayo jangan cuman ngomong.jangan cuman komplain tapi gak ngapa2in..

  3. Saya rasa percuma bila hanya berkeluh kesah, pesimis, dan mengeluarkan komentar2 “tidak senonoh” yang dasarnya saja ndak jelas. Memangnya kalau begitu, terus dapat apa?

    Menurut saya pada akhirnya hakikat yg harus kita pikirkan itu, sebenarnya kita cinta basket atau tidak? Kalau cinta, ya jangan menyerah, berikan sebaik mungkin yg kita punya, datang, ikut ramaikan.

    Wong namanya cinta kok, ya harus dikejar sekuat tenaga.

    I don’t care if the arena is only filled by 1 person, that person will be me.
    I don’t care if the entertainment is not quite satisfactory, it’s only a part of it.
    I don’t care if I, alone, have to scream against 100.000 of my counterpart supporters, I will push my lungs out.

    Because I come for the game, I come for my team, because I love basketball.

  4. terharu sama tulisan Hay di atas dan setuju bangetttt…

    quote:
    I don’t care if the arena is only filled by 1 person, that person will be me.
    I don’t care if the entertainment is not quite satisfactory, it’s only a part of it.
    I don’t care if I, alone, have to scream against 100.000 of my counterpart supporters, I will push my lungs out.

    Because I come for the game, I come for my team, because I love basketball.

    Kalau semua pecinta basket Indonesia punya spirit di atas, jangan kawatir kalau GOR bakal kosong, tapi kawatirlah karena GOR akan tidak mampu menampung pecinta basket Indonesia yang mau masuk buat nonton..

  5. Tak kenal maka tak sayang. Wong namanya juga msasih baru kok..itu biasalah, tinggal bagaimana bisa mempertahankan nya saja sih biar orang lebih kenal dan jadi sayang..apalagi kalo sudah kelihatan hasilnya..
    Yang pasti kami dari JSP akan selalu support kemajuan sport negara kita. Kita juga akan membantu meningkatkan gaung dari NBL ini…

    Go Basketball Indonesia –

  6. pesimis awal dari kekalahan.
    dan untuk sebuah kompetisi yg baru itu sangat ramai saya lupa loh kapan ibl seramai itu. bhkan dulu beberapa tim sampai ‘menyewa’ suporter loh and fyi sayamenggikuti basket indonesia dari lebih 12 tahun loh

  7. seharusnya jangan cuman kasi kritik2 negatif, tapi kasi kritik yang baek.

    Daripada ngomong “Males ah nonton basket, ga rame sekarang”

    mending ngomong “gue pengen basket lebih rame yang nonton, karena itu gue menyarankan agar ..bla ..bla ..bla …”

    kritik2 yang kayak gini nih yang gue suka, kasi saran apa gitu kek. siapa tau saran elu2 ada yang didenger para petinggi NBL dan bisa dijalankan di lapangan. yang seneng tentu kita2 juga khan ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s