Tentang Corey Williams, Bintang DBL World Camp with NBL Australia (3/3)

Corey Williams punya karir istimewa di arena internasional. Dia meraih puncak karir di National Basketball League (NBL) Australia. Hanya nasib yang berkali-kali mengganjalnya menjadi pemain NBA.

Sebagai pemain profesional, Corey Homicide Williams benar-benar sudah melanglang buana. Melihat resumenya, seperti melihat daftar perjalanan di sebuah biro wisata! Williams pernah bermain profesional di Brazil, Republik Dominika, Venezuela, Swedia, Spanyol, Italia, Prancis, Jerman, Kroasia, Israel, bahkan Tiongkok! Dalam tiga tahun terakhir, dia menjadi bintang utama di National Basketball League (NBL) Australia, bersama tim Townsville Crocodiles.

Ketika ditanya ElevationMag, Williams mengaku tidak punya tempat favorit. Semuanya memberikan kesempatan untuk belajar, membantunya membuka jalan untuk terus menggedor pintu NBA. Semuanya juga membantu untuk menjadikannya manusia lebih baik.

”(Main di negara lain) benar-benar beda. Kita harus beradaptasi dengan berbagai kebudayaan yang sebelumnya tidak kita ketahui sama sekali. Bahasanya, makanannya, gayanya,kebiasaannya, dan lain-lain. Kalau kita (bermain basket) karena cinta, cinta itu bisa membawa kita ke mana saja, dan cinta itu membantu kita mengatasi segala masalah,” tutur Williams.

Williams mengaku Tiongkok sebagai salah satu tempat paling menantang yang pernah dia kunjungi. ”Budayanya sangatlah berbeda dan tidak ada yang bisa berbahasa Inggris. Bahkan, penerjemahnya tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik!” akunya.

Dalam wawancara dengan Townsville Bulletins di Australia, Williams menegaskan, semua itu mem berikan pengalaman luar biasa. ”Semuanya adalah pengalaman luar biasa. Hidup saya luar biasa,” tandasnya.

Dari semua liga itu, Williams memang meraup sukses terbesar di NBL Australia. Tiga tahun dia membela Townsville Crocodiles. Musim 2009–2010 lalu, dia menjadi pemain termahal di liga tersebut. Kabarnya dia meraup gaji hingga USD 250 ribu (hampir Rp 2,5 miliar) satu musim.

Meski tak mampu membantu Crocodiles menjadi champion, Williams menjadikan tim itu sebagai salah satu tim papan atas di NBL. Gaya bermainnya yang atraktif dan kepribadiannya yang terbuka, juga menjadikan Williams sebagai salah satu pemain favorit di NBL.

Musim 2009–2010 lalu, Williams pun dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) di NBL Australia.

”Dari semua negara yang pernah saya kunjungi, dari semua liga yang pernah saya ikuti, saya meraih sukses terbesar di sini. Saya akhirnya menemukan negara yang benar-benar apresiatif terhadap gaya bermain saya,” ucapnya.

Pada 7–10 Agustus nanti Williams pun mewakili NBL Australia, tampil bersama pelatih-pelatih liga tersebut di DBL Arena Surabaya. Mereka tampil di Development Basketball League (DBL) World Camp 2010, melatih dan menyeleksi pemain-pemain SMA terbaik Honda DBL 2010.

”Saya benar-benar tak sabar ke Indonesia. Saya tak pernah membayangkan bisa mengunjungi Indonesia. Nanti saya datang bersama keluarga,” kata bapak empat anak tersebut.

Sebagai pemain profesional, impian tertinggi tentu bermain di arena NBA. Apalagi, pemain asal Amerika Serikat seperti Corey Williams.

Secara bakat, Williams layak masuk NBA. Hanya nasib yang terus mengganjalnya. Pada 2004, dia terpilih masuk training camp bersama Denver Nuggets. Kebetulan, Williams memang berdomisili di kota tersebut, bersama istri dan empat anaknya.

Williams mendapat kesempatan karena sering berlatih bersama pemain-pemain Nuggets di Denver. Pada 2006, Williams juga ikut lagi camp bersama Denver Nuggets.

Kesempatan terbesarnya didapat bersama Toronto Raptors pada 2005. Performanya di luar negeri (waktu itu di Tiongkok) dan di ja lanan New York membuatnya mendapat perhatian dari pelatih-pelatih NBA. Khususnya Jim Todd, asisten pelatih Raptors. Kebetulan, waktu itu Raptors mencari point guard karena cedera yang melanda Alvin Williams.

”Saat training camp, saya telah memberikan segalanya untuk terpilih masuk tim Raptors. Ketika akhirnya tidak terpilih, saya pun pergi dengan kepala tegak. Saya telah memberikan segalanya, dan (Raptors) mengakui kemampuan saya,” tuturnya.

Bahwa Williams tidak terpilih memang murni karena nasib. Waktu itu, dia sudah ”mengalahkan” dua pesaing, Tierre Brown dan Robert Pack. Apes, saat akan masuk tim, dokter menyatakan Alvin Williams sudah pulih. Alhasil, Corey Williams-lah yang tersingkir.

”Kalau waktu itu dokter bilang (Alvin) tidak bisa main, saya sudah ada di NBA saat ini,” tandas Williams.

Selain dengan Nuggets dan Raptors, Williams pernah menjajal kemampuan bersama Golden State Warriors, Boston Celtics, dan Indiana Pacers.

Sambil menunggu, dia pun sempat merajalela di NBA Developmental League (NBDL), liga pendukung resmi NBA. Dia sempat membela Austin Toros, sebelum meraih puncak prestasi bersama Dakota Wizards. Pada 2007, Williams mengantarkan Wizards menjadi champion NBDL!

Mengenai kesempatan masuk NBA, Williams masih akan terus mencoba dan mau sabar menunggu. Dia sadar tidak akan menjadi bintang besar di NBA. Tapi, dia mampu menjadi pemain pendukung yang baik.

”Saya pemimpin yang baik di lapangan. Saya bisa menerobos mencetak poin kapan saja saya mau. Kalau saya masuk tim NBA, tentu saya jadi pemain pendukung. Tapi, saya yakin bisa mendorong pemain lain untuk jadi lebih baik,” tuturnya.

Soal usia, meski sudah di atas 30 tahun, Williams merasa masih bisa memberikan yang terbaik. ”Saya jamin usia tidak akan jadi masalah. Saya pekerja keras dan saya selalu merawat tubuh. Saya sangat tahan banting, tidak mudah cedera. Lagi pula, ada banyak pemain yang masuk NBA di usia terlambat, tapi masih mampu meraih sukses. Misalnya, Mario Elie dan Darrell Armstrong. Mereka itulah inspirasi saya,” tandasnya.

Dalam dua bulan terakhir, Williams terus menunggu undangan dari klub-klub NBA. Dan setelah dari DBL World Camp 2010 di Surabaya nanti, Williams masih mencari sukses di tingkat profesional.

Kalau belum bisa masuk NBA, dia akan tampil di liga kelas tinggi lain di dunia. Mungkin juga tidak lagi kembali ke Australia. ”Saya akan mencoba mencari tahu, seberapa besar nilai saya sekarang kalau bermain di Eropa,” tandasnya.

2 pemikiran pada “Tentang Corey Williams, Bintang DBL World Camp with NBL Australia (3/3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s