Mari Berlatih Perang Urat Saraf!

Tadi malam sebelum tidur gw membaca artikel komentar Rajon Rondo (Boston Celtics) mengenai skuad Miami Heat musim baru yang santer dibicarakan orang, LeBron James, Dwyane Wade, dan Chris Bosh.

Membaca komentar Rondo, gw langsung tertarik. Ketika banyak orang mengatakan bahwa keuatan baru Heat sangat berbahaya, Rondo dengan tenang mengatakan “They should be good, but they ain’t done nothing yet.

Ada rasa percaya diri yang tinggi di dalam komentar tersebut. Rondo kemudian melanjutkan “What is there to be nervous for? I’m worried about L.A. That’s the team we need to beat. Miami looks really good on paper, and I’m sure they’re going to be really good. But they still have to come together as a team. I’m not saying they won’t, but who knows if those guys can jell?

Gw sangat suka dengan model komentar seperti itu. Butuh keberanian untuk mengucapkannya karena akan ada tagihan pembuktian pada ujungnya. Pada akhirnya komentar-komentar senada seperti yang dilontarkan Rondo akan membuat atmosfer kompetisi bertambah hangat bahkan panas.

Hindari risiko ambil jalan aman

Pun beberapa kali gw sering memerhatikan komentar-komentar penggiat olah raga di Indonesia. Kebiasaan melemparkan komentar sebelum pertandingan adalah sesuatu yang wajar dan sering tampil di media massa. Bedanya, di Indonesia gw cukup sering mendapatkan komentar yang berkesan “cari aman”, jika tak ingin disebut bernada pesimis seperti “kita akan memberikan permainan terbaik,” atau “kami akan berusaha semaksimal mungkin, lawan berada dalam kondisi prima sedangkan beberapa pemain kami cidera,” Bagi gw komentar-komentar tersebut kadang justru menjadi bumerang yang menghajar batok kepala sendiri.

Meningkatkan kepercayaan diri

Our biggest opponent each night is ourselves – that’s how I look at it. Not to be cocky or anything, but that’s how we honestly feel. We are the defending [Eastern] champs. Once the first game of the regular season starts, that’s irrelevant. But we are going to go into training camp looking to get back to the Finals and win it,” Rondo menggambarkan semangat timnya. Kalimat Rondo rasanya jadi pemecut bagi dirinya serta semua rekannya di Celtics bahkan juga warga Boston. Dengan begitu ia dan semua skuad Celtics akan bersungguh-sungguh dalam berlatih.

Merendahkan kemampuan diri sendiri

Gw membayangkan ketika sebuah tim lemah akan bertanding melawan sebuah tim superior lalu kemudian sang pelatih mengatakan kepada media “kita akan realistis, kemampuan tim lawan lebih baik. Kita hanya berusaha agar tidak tertinggal terlalu jauh.” Kalimat ini ibarat telah kalah sebelum bertanding.

Kehebohan saat pertandingan berjalan akan bertambah ketika gegap-gempita tersebut telah dimulai dengan “perang urat saraf” antar tim sebelum pertandingan. Aksi mengeluarkan pernyataan-pernyataan optimis atau bahkan kontroversial kemungkinan akan membuat pertandingan semakin menarik untuk ditonton. Ujungnya, semakin banyak yang penasaran dan tak ingin melewatkan momen pertarungan yang berharga.

Inilah yang harus dikatakan!

Gw membayangkan kalimat-kalimat ini atau setidaknya bernada sama akan keluar dari mulut para pelatih sebelum pertandingan melawan tim mana pun;

Satria MudaKami adalah tim juara bertahan dan kami masih sangat dominan. Tim mana pun akan kesulitan melawan kami.

AspacSkuad muda kami sudah memiliki lebih banyak pengalaman bertanding. Rasanya dewi Fortuna akan selalu ramah kepada tim ini dan kemenangan akan selalu berpihak pada kami.

GarudaGaruda telah membenahi formasi pertahanan dan tak lagi menjadi kekhawatiran bagi kami. Kini lawan punya dua ketakutan; ketakutan atas serangan kami serta ketakutan tak mampu menjebol pertahan kokoh kami.

Pelita JayaPulihnya Kelly dan Batam serta solidnya Dimas dan Koming akan menjadi senjata utama kami. Kami rasa tim lawan akan selalu gentar menghadapi kami.

CLS KnightsSiapapun kini sudah mengetahui kebangkitan CLS. Permainan cepat dan disiplin tinggi serdadu ksatria CLS akan merepotkan tim sehebat apapun. Siap-siap saja!

StadiumOrang mengatakan bahwa suatu kejutan kami mengalahkan Aspac dan Garuda. Bagi kami tidak sama sekali, karena kami mulai memperlihatkan kekuatan dahsyat kami yang sebenarnya.

Muba HangtuahAkurasi tembakan para pemain Muba selama pelatihan mengalami peningkatan pesat. Lawan tak akan berani lagi membiarkan pemain kami berada dalam posisi terlalu terbuka tanpa pengawalan kecuali dengan sengaja ingin tertikam.

Satya WacanaPara pemain memang masih baru tapi saya menanamkan bahwa pengalaman bertanding bukanlah hal yang penting saat ini. Laskar-laskar muda Satya Wacana akan sangat menyulitkan para pemain NBL lain yang mulai berumur. Bersiaplah menerima kejutan!

Citra SatriaKebersamaan adalah kekuatan tim ini. Kekuatan kami merata sehingga akan membingungkan pemain lawan yang biasanya hanya terfokus pada satu-dua orang pemain bintang. Kesatuan tim ini akan memecah-belah defense lawan.

Bima SaktiAgresifitas dalam menyerang serta variasi pola serangan akan menjadi andalan kami, selain tentunya penampilan beberapa pemain yang tidak akan disangka-sangka oleh lawan. Tim ini tak pernah merisaukan ketertinggalan, fokus kami hanya kemenangan!

*Setiap kalimat boleh dipakai oleh tim yang berbeda :)

Ayo berlatih perang urat saraf! :D

8 pemikiran pada “Mari Berlatih Perang Urat Saraf!

  1. Wah asik banget mas tulisan kali ini, top abis!
    Saya juga mau belajar percaya diri, urun untuk CLS, “Panasnya Surabaya tak sepanas sengitnya permainan kami. Di akhir pertandingan, lawan kami akan tertunduk layu dan akhirnya mengerti mengapa dulu Inggris pun tak bisa bertahan lama menjejakkan kaki di bumi kami.”

  2. whaoww…
    keren banget bang tulisannya
    gw baca coment2 diatas sampe gw sendiri ikut semangat hahaaa…

    jadi inget ucapan Max Yanto di video nbbl
    kalu tak salah:
    “saya masalah besar buat lawan lawan saya”

  3. Couldn’t more agree:)
    Pernyataan optimis bukanlah sikap angkuh atau tindakan kontroversial.
    Bukannya bersikap skeptis, apalagi terhadap nilai-nilai bangsa kita, tapi gw ngeliat pola pemikiran masyarakat kita -dalam hal ini kita lg ngomongin pebasket nasional- benar-benar sudah mulai kadaluarsa, ok ok, mungkin gw terlalu kasar, let say “tidak tepat waktu dan tempat”:P.
    Sikap ‘nrimo, “merendah untuk meningkatkan diri”, mengalah untuk menang, dan paradigma “si sombong selalu kalah”, nampak sudah menjadi penggerak lidah mereka dalam mengeluarkan statement-statement sebelom pertandingan.
    Jelas sekali mereka lebih “senang” memilih jadi tim “underdog”, berharap tim yg diunggulkan bisa terpeleset-terjungkal-kalah.
    Hey ini basket, bung! Menang atau kalah! Optimislah sebelom bertanding! Jangan takut dinilai menelan ludah sendiri ketika kalah! Bersikat ksatria ketika menerima kekalahan ( di akhir pertandingan ) jauh lebih “enak” didengar. Saya mengutip sedikit pernyataan Kobe Bryant, sesaat sebelom dan sesudah pertandingan di salah satu game final yang dimenangkan Celtics. ( Sebelom pertandingan ) ” Kami akan memenangkan pertandingan ini, agar segalanya lebih mudah ketika kami kembali ke Los Angeles “. ( Setelah pertandingan ) ” Ok, mereka bermain cepat dan disiplin di rumah mereka malam ini, kami akui itu. Tapi tidak di Staples nanti, karena kami akan memenangkan pertandingan nanti.”
    Sedikit pesan gw buat para pebasket tanah air, khususnya buat pemain dari tim kebanggaan gw sendiri, Garuda ( duh kalo bisa komen gw ini kedenger sama mereka)
    “Hey, kami inilah suporter kalian. Kami rela beli karcis, berteriak menyemangati hingga menyiksa pita suara, bahkan menangis, untuk kalian! TAPI…( listen to this, Guys!!!)…tolong beri kami SATU ALASAN, BAGAIMANA kami (sebagai suporter) bisa OPTIMIS kalau kalian (yang kami dukung) bersikap KALAH SEBELOM MENANG ???
    Itu PR buat kalian, dan gw harap, jawaban kalian harus bagus, atau kalian mulai berbenah diri.
    ( Gw setuju omongan lo, Dan :D) Yak,benaar…”Ayo berlatih perang urat saraf! :D”

    – dari seorang pecinta Basket-seperti anda semua-

  4. @Erik, harusnya lu ngomong dulu ke gw sebelum nulis komentar. Komentar lu bisa jadi tulisan baru tuh :) (eh, tapi beneran, menginspirasi gw untuk tulisan yg laen..hahaa)

  5. woowww….tulisan yang sangat insipartif bro…
    coba kalau mental untuk berkomentar ini mulai diterapkan tidak hanya di cabang basket saja, tapi juga di cabang-cabang olahraga lain, gue yakin olahraga Indonesia akan semakin semarak dan menambah jumlah penonton.

    Jadi semakin menanti tulisan selanjutnya apa yaa?? :P

  6. @Idan : Glad kalo gw bisa inspire lo something (halah lebay).
    Ayo ayo,menulis lagi lebih semangat!
    Dan gw bakal lebih semangat berkomentar :))
    Ntar laen kali gw bilang2 dulu dah yak.haha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s