Garuda Bandung, Masihkah Menginginkan Gelar Juara?!

..atau hanya sekadar tim peserta penggembira saja yang ikut meramaikan kesegaran musim kompetisi baru NBL Indonesia? Jika jawabannya adalah “ya, kita ingin juara!“, maka mulailah bersikap layaknya para jawara!

Para pemain Garuda bagi gw dan barangkali banyak fansnya yang lain (meminjam istilah Coach Mike K, pelatih USA) ibarat sekumpulan 5 jari dalam sebuah tangan. Masing-masing memiliki kekuatan yang mumpuni yang ketika bersatu membentuk kepalan mampu menghasilkan pukulan yang lebih dahsyat daripada hantaman palu godamnya Thor!

Anehnya, lima jari-jari ini sulit sekali untuk mengepal. Tatkala beberapa jari mulai menunduk bersatu, jari yang lain terkadang masih keluar seolah ingin memperlihatkan kungfu satu jari milik Chin Mi-nya Takeshi Maekawa! Bukan karena merasa paling jago atau merasa egois, karena gw percaya hal ini sudah cukup berhasil ditundukkan oleh setiap pemain. Masalahnya adalah kurangnya komunikasi dan koordinasi! Bahasa sederhananya, kurang kompak!

Komunikasi yang efektif

Gw setuju bahwa setiap pemain telah melakukan komunikasi di lapangan saat bertanding, namun yang harus dibangun adalah sebuah komunikasi yang efektif di mana setiap pemain memahami bahasa yang sama. Saling mengerti apa yang dimaksudkan dalam tutur teknik yang disampaikan oleh satu sama lain. Dengan begitu operan-operan yang terputus yang menghasilkan gelombang turnover yang terlalu banyak tak lagi terjadi.

Kembali ke dasar motivasi

Setiap pemain harus memanaskan dirinya masing-masing kembali dengan mengatakan “GUE MAU JUARA NBL INDONESIA BERSAMA TIM INI! GARUDA BANDUNG!! GARUDA ADA DI DADA GUE!!!” lalu berlatih dengan giat. Menghormati proses latihan layaknya sebuah pertandingan hidup mati sesungguhnya. Berusaha mengolah bola seolah tengah menghadapi sebuah tim juara NBA. Mengumpan bola seolah setiap umpan adalah umpan berharga yang harus menghasilkan angka di sisa 0,5 detik kuarter terakhir yang menentukan kemenangan! Menembak mengumpulkan angka dengan gairah dan fokus yang tinggi karena 150 poin per game belumlah cukup!

Tambahkan kayu bakarnya!

Sejujurnya, saat menyaksikan pertandingan kemarin ketika melawan Stadium Jakarta di laga preseason NBL Indonesia 2010-2011, Garuda terlihat bermain tanpa api, seperti sisa potongan arang yang menyisakan sedikit bara yang mulai padam karena sebagian besar bagian tubuhnya telah menjadi abu. Tiupan semangat bukan malah membuat bara menjadi api, melainkan membuyarkan tumpukan abu yang tak lagi punya harga… Bikin batuk!

Telunjuk sebaiknya bergabung dengan kepalan

Ya, gak perlu lagi menunjuk kiri-kanan mengarahkan telunjuk kepada siapa yang dianggap salah. Karena ketika telunjuk mencoba mengarah kepada salah satu tujuan, ia melemahkan kepalan tangan. Tak maksimal memukul dengan kuat ketika salah satu jari masih menyembul keluar. Ia justru lebih mudah dipatahkan atau malah mematahkan diri sendiri!

Semangat Garuda! Pecutan awal ini sangat-sangat berarti bagi kita. Mari bersatu seperti kata Nico Donnda sesaat sebelum laga kemarin “Heart to the game, mind to your team mate, faith to the God. Let’s finish this!

7 pemikiran pada “Garuda Bandung, Masihkah Menginginkan Gelar Juara?!

  1. Gua setuju dengan pendapat ini..
    Gua sedih karena Garuda Bandung ga greget lagi mainnya..
    Apa karena ga ada Kelly Purwanto & Denny Sumargo??
    Kalian adalah tim hebat kenapa jadi seperti ini permainannya..

    Ayo dong Garuda bangkit !!
    Garuda ada di dadaku !!

  2. kecewa sangat!!
    kemaren yang maen bukan GARUDA bnget…
    pngen cabut rasanya dari awal maen
    sampe ada pertanyaan…GARUDA ini ngalah ato gag niat????ato sekedar nampang???
    kalo cuma itu ga usah di malang dan NBL bukan tempatnyaa

  3. .sEdiih baNget Liad kekaLahan gaRuda semaLeem,,gaRuda keiLaNgan taRing…

    .soaL denny sUmaRgo,,
    .yang aQ denger skrg ni denny sumaRgo sudah tidak Lagii maen baskEt..

  4. Sedih deh liat twitt nya Bro Idan yang mengabarkan Garuda yang ketinggalan terus dan akhirnya kalah. rasa penasaran kenapa Garuda bermain buruk mungkin tercermin dari tulisan Bro Idan ini.

    Gw fans Garuda yang skrg tidak terlalu tahu perkembangan Garuda secara detail, tp ngelihat langsung pertandingan mrk yang di Jakarta (turnamen apa lupa namanya) beberapa bulan lalu, gue melihat hal yang sama yaitu tidak adanya api semangat dan mental juara. secara sekilas malah terlihat mereka gak terlalu semangat tp stiap individu keliatan ingin “pamer” keahliannya masing-masing. Sementara coach Ahang yang waktu itu br ditunjuk malah terlihat sangat bersemangat.

    Gue rasa masukan Bro Idan ini harus dipertimbangkan dengan sangat oleh Garuda. Buat saya, Teddy dan Andre mungkin terlihat selalu paling serius dan semangat dalam bermain. Tapi kenapa kurang menular ke pemain lainnya ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s