Peringatan Pemerintah: Merokok Itu… (*Siapa Mau Percaya?)

Pagi tadi di twitter, garis waktu (time line) gw penuh dengan twit tentang himbauan pentingnya tidak merokok. Macam beragam isinya, mulai yang menyangkut kesehatan, kebijakan pemerintah yang tidak mendukung, politisasi di dalamnya dan macam-macam. Gw baru sadar beberapa waktu kemudian bahwa hari ini adalah Hari Anti Tembakau Sedunia :P

Gw langsung teringat posting gw sebelumnya mengenai alasan mengapa IBL berganti nama menjadi NBL Indonesia. Salah satunya yaitu karena produk rokok yang sudah melekat mendukung IBL bertahun-tahun dan seolah menyatu sebagai kesatuan dengan IBL.

Pilihan penyelenggara baru (DBL Indonesia) untuk tidak lagi bersedia didukung oleh produk rokok adalah sebuah langkah nyata usaha mengurangi “emisi” asap rokok di muka bumi. Sebuah langkah yang tidak sejalan dengan kemauan pemerintah.

Pemerintah kita sadar banget bahwa merokok itu merusak kesehatan dan merugikan masyarakatnya tapi pemerintah belum berani merugi menanggung ongkos yang katanya harus dibayar jika industri rokok dimatikan. Padahal, kabarnya pula, kerugian yang disebabkan jika industri rokok itu dihentikan tidak sebesar yang digembar-gemborkan. (Baca di sini tentang Framework Convention on Tobacco Control yang dipelintir). Malah menguntungkan sebenarnya.

Sebagai gantinya, pemerintah (kita dan negara-negara lain) mencoba menghimbau masyarakat dengan menempelkan peringatan di setiap bungkus rokok yang kurang lebih mengatakan “Isi di dalam kotak ini racun!”

Anehnya, hanya sedikit orang-orang yang percaya bahwa tulisan peringatan itu serius :D