Semoga Koran Kompas Selalu Ikut Mewartakan NBL Indonesia

Gw adalah pembaca setia koran Kompas. Berpuluh tahun gw selalu membaca koran ini jauh lebih sering daripada koran-koran lainnya. Bahkan sekitar 8 tahun terakhir hampir setiap pagi Kompas menjadi sarapan pagi gw sebelum makanan lain sempat masuk lewat mulut, gw berlangganan. Gw punya kebiasaan membaca koran Kompas dari halaman belakang ke halaman depan, karena halaman-halaman belakang beritanya cenderung ringan, semisal berita selebritas dan olah raga.

Salah satu alasan mengapa gw suka dengan koran Kompas adalah penyampaian kalimat-kalimatnya elegan dan gw sering menemukan kata-kata baru serapan dari bahasa asing lewat Kompas. Koran Kompas adalah sumber yang baik untuk belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lebih baik daripada teori-teori di bangku sekolah dan kuliah.

Lalu apa maksud judul posting ini? Ini hanyalah sebuah kekhawatiran/harapan berdasarkan pengalaman gw. Gw mengalami beberapa pengalaman yang membuat gw merasa pantas untuk mengkhawatirkan “Akankah Kompas ikut memublikasikan dan memberitakan pertandingan-pertandingan NBL Indonesia nantinya?”

Beberapa pengalaman

Semua berawal di 2 tahun lalu saat pertama kali gw mengenal Development (dulu Deteksi) Basketball League (DBL). Gw mengetahui DBL dari seorang teman melalui chatting di yahoo messenger. Lewat google dan youtube, gw tersentak, bagaimana mungkin gw yang berlangganan Kompas bertahun-tahun sama sekali tak pernah tahu ada kompetisi basket antar pelajar SMA sehebat DBL?!! Belakangan gw mulai menduga bahwa gw tahu jawabannya :D

Lalu suatu saat di bulan Juli 2009 seorang bintang NBA yang sedang naik daun mengunjungi Surabaya dalam sebuah bagian dari rangkaian kegiatan basket yang boleh dikatakan cukup monumental. Gw mencari beritanya di Kompas. Ada, namun hanya sekali, padahal kegiatan seru tersebut berlangsung sekitar 3 minggu lebih!

Menyusul kedatangan pemain NBA pada Juli 2009, NBA dan DBL kembali mengadakan sebuah camp pelatihan bagi pelajar-pelajar berbakat dalam olahraga basket dari banyak kota di Indonesia (NBA Indonesian Development Camp 2009). Gw gak banyak melihat Kompas saat itu karena gw ikut ambil bagian di dalam kegiatan tersebut dan sedikit sulit mencari Kompas saat itu :P

Awal tahun 2010, sebuah kejuaraan basket besar digelar di Jakarta, Turnamen Gubernur DKI Jakarta Cup. Gw senang karena Kompas selalu memberitakan perkembangan dan hasil pertandingan setiap hari. Lalu di bulan ini, ada juga Bima Sakti Cup yang tak kalah bergengsi, namun Kompas kembali absen mewartakan.

Puncak penyebab kekhawatiran gw adalah sehari setelah peluncuran resmi NBL Indonesia pada tanggal 25 Mei lalu. Tanggal 26 Mei, hari di mana seharusnya ada liputan tentang peristiwa itu di Kompas, gw mendapati bahwa Kompas sama sekali tidak memberitakan apa-apa. Peluncuran NBL Indonesia yang dianggap oleh beberapa kalangan sebagai salah satu tonggak kebangkitan kembali basket nasional yang sedang amburadul ternyata masih kalah penting dibandingkan berita seperti kejuaraan balap sepeda di Italia dan atau Tiger Woods yang mau ikutan laga golf di Ohio (halooo, berapa orang sih yang main golf di Indonesia?!!). Padahal saat acara itu, Ketua Perbasi dan Ketua Umum KONI Pusat ikut hadir!

Sebut gw naif -__-*

Kenapa ini jadi masalah buat gw, karena gw tahu bahwa Kompas adalah salah satu sumber berita berkualitas dan paling banyak dibaca di Indonesia. Dukungan Kompas akan ikut membawa basket Indonesia semakin maju. Tanpa mengesampingkan cabang-cabang olahraga yang lain, gw rasa olah raga bola basket sungguh masih merupakan cabang olah raga yang juga sangat dan paling merakyat di Indonesia bersama sepak bola, bola voli, dan bulu tangkis. Golf? (Come on..). Bukankah Kompas adalah “Amanat Hati Nurani Rakyat”? (Slogan koran Kompas).

Ya, boleh lah memanggil gw naif karena seolah tak tahu penyebab yang membuat Kompas mungkin enggan mewartakan cerita-cerita NBL Indonesia nantinya. Tetapi sampai kapan kita mau jadi orang-orang yang penuh gengsi pribadi dan golongan yang mengesampingkan usaha kemajuan untuk kepentingan yang lebih besar? Kita semua tahu kekuatan media massa untuk membantu mempercepat pembangunan di bidang apapun!

Akhirnya, doa “Semoga Koran Kompas Selalu Ikut Mewartakan NBL Indonesia.” semoga dikabulkan oleh.. hmm.. oleh siapa yaa. Semoga Tuhan bersama kita semua. Amiin :D

13 pemikiran pada “Semoga Koran Kompas Selalu Ikut Mewartakan NBL Indonesia

  1. aminnn..
    Mudah-mudahan kalo Kompas meliput NBL hasilnya akan membawa penonton yang berduyun2x kayak iklan-iklan Midnight Sale di Kompas yang selalu menghasilkan ratusan ribu pengunjung… :p

  2. mas, bukannya Jawapos juga ngga memberitakan event-2 yg terkait KOMPAS dan Gramedia…
    bukankah mereka itu ‘Bersaing’
    setau ane sih begitu gan.. tapi bisa aja salah..
    ngga ikut punya pabrik koran sih… :)

  3. @gerry:emang hampir sama ya…. y mudah2an ni awal NBL Indonesia biar gaungnya sama kayak NBA gitu az repot ger… Sekarang kalo kita punya acuan yang lebih baik knapa g?….. lagipula kemarin org NBA nya jg dtg….. jangan provokasi lah.. kalo g suka cukup sendiri aza…. sapa tau kemaron video org NBA nya langsung yg ngecek…. mending diem aza kalo g tau deh…. ckckckckck

  4. @gerry: yah emang bener koq lo tu pengamat basket…tpi cmn pengamat cacian doang.kagak ad yang membangun basket dari mulut lo…..ckckck…*parah*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s