Denny Sumargo, Tak Kenal Jangan Komentar :)

Beberapa waktu yang lalu, ranah twitter sedikit heboh oleh sebuah tweet yang kemudian gw retweet (RT) yang berisi kabar tentang kepindahan Denny Sumargo dari Garuda Flexi Bandung ke Pelita Jaya Esia Jakarta.

Setelah bertanya ke berbagai sumber termasuk kepada Denny sendiri, gw berkesimpulan bahwa kabar tersebut tak ubah sebagai kabar burung semata yang tak jelas asal rimbanya.

Berita tentang Denny selalu menarik perhatian. Terutama satu-dua tahun ke belakang di mana (gw rasa) ia lebih banyak mendapat sorotan negatif. Sangat disayangkan memang, dari sekian teman, ketika berbicara tentang Denny, kebanyakan bercerita tentang perseteruannya dengan pemain A, dengan pelatih B, atau permainannya yang mulai tak bagus lagi satu dua tahun belakangan ini.

Dari obrolan gw dengan Denny pula, ia mengakui bahwa memang penampilannya setahun ke belakang tidak seperti yang diharapkan. Bahkan menurut seorang teman yang menyaksikan permainan Denny di Gubernur DKI Cup lalu, Denny bermain buruk, “jelek banget mainnya man!” kata teman gw.

Prestasi

Itulah risiko menjadi seorang bintang lapangan. Ketika penampilan menurun. Ketika kesalahan dibuat, orang-orang akan lupa atas pencapaian yang pernah diraih. Tampil selalu sempurna seolah menjadi tuntutan yang harus selalu dipenuhi. Nila setitik meracuni susu sebelanga.

Pada tahun 2000 di Pekan Olahraga Nasional (PON) Surabaya, Denny bermain mewakili provinsi Sulawesi Selatan. Tak ada medali yang bisa digigit untuk dibanggakan. Namun bakat Denny tidak susah untuk dikenali dan membuatnya langsung diajak bergabung dengan tim IBL, Aspac Jakarta.

Musim kompetisi 2000-2001 adalah awal karir Denny di Aspac. Aspac menjadi juara dan Denny meraih gelar Rookie of the Year. Saat itu Denny belum banyak memberikan kontribusi bagi timnya.

Pada tahun kompetisi berikutnya, Denny mulai mendapat kepercayaan menjadi starter. Kesempatan ini tidak diraihnya begitu saja dan ada sedikit unsur kebetulan di dalamnya. Denny bercerita bahwa saat itu Aspac mengikuti kejuaraan SEABA di Filipina. Ia sebenarnya tidak ikut menjadi skuad tim. Namun menjelang keberangkatan, Andi Batam, salah seorang rekannya di Aspac urung bergabung berangkat karena sebuah alasan yang tak mungkin ditinggal. Denny bermain gemilang bahkan menjadi top scorer pada kejuaraan tersebut.

Selama empat tahun membela Aspac, selama itu pula Aspac selalu menjadi juara. Bahkan di tahun 2002-2003 ia menjadi Most Valuable Player (MVP) di partai final. Begitu pula di tahun 2003-2004, hanya saja pada tahun ini ia membagi gelar MVP bersama Rikko Hantono.

Tahun berikutnya, Satria Muda Jakarta berniat meminang Denny. Namun Aspac sama sekali tidak menempel label “di jual” untuk pemain bintangnya ini. Menurut Denny, saat itu Aspac mengatakan boleh saja memiliki Denny namun harganya sangat-sangat mahal! (Denny mengatakan kisaran transfernya berada di angka 550-600 juta rupiah. Sebuah angka yang mungkin belum terpecahkan hingga kini, terutama mengingat gelapnya angka-angka nilai transfer bursa pemain IBL).

Patok harga Denny yang sangat tinggi tidak mampu mengurungkan niat Satria Muda untuk menjadikannya bagian dari tim yang bermarkas di Kelapa Gading ini. Denny pun hijrah.

Selama 3 tahun bersama Satria Muda, Denny ikut menghantarkan tim ini juara pada musim 2005-2006 dan 2006-2007 di mana pada tahun 2005-2006 ia mendapat gelar sebagai Best Defensive Player berkat koleksi steal-nya melampaui pemain-pemain lain di IBL.

Harapan besar

Timbul sebuah harapan besar pada sosok Denny Sumargo. Muncul sebuah opini bahwa apapun tim yang dibela Denny, tim tersebut akan juara. Asa itu turut serta mengikuti kepindahan Denny ke Garuda Bandung pada musim 2007-2008. Denny terikat kontrak membela Garuda selama 3 tahun.

Ini adalah tantangan sekaligus beban bagi Denny. Saat itu Denny optimis, dengan bergabungnya ia di Garuda, setidaknya dalam 2 tahun kiprahnya, gelar juara IBL akan kembali milik Bandung.

Tahun 2008, optimisme tersebut sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasil. Garuda Bandung menjuarai IBL Cup, sebuah turnamen yang dianggap sebagai ajang pemanasan sebelum memasuki musim kompetisi baru. Pada tahun yang sama, Garuda akhirnya menembus final, namun sayang masih harus mengakui dominasi Satria Muda.

———-

Suatu kali gw bilang pada Denny “Gw rasa permainan lu setahun terakhir buruk banget.”

Denny mengamini. Setelah merasa tidak berhasil mencapai target membawa Garuda pada tahun ke 2 setelah ia menjadi skuad tim, Denny seperti kehilangan motivasi. “Kelihatan banget di matanya man! Sudah gak ada apinya lagi.” ujar seorang teman gw yang sangat menggandrungi IBL.

Denny pun sangat merasa bahwa banyak sekali komentar miring di luar sana mengenai menurunnya prestasi dan performanya saat bermain. Dan ia pun tahu bahwa banyak orang tidak menyukai itu. “Orang gak suka, ya wajar-wajar saja.” kata Denny menanggapi.

“Semuanya gw hadapi sendiri. Gw tidak pernah menanggapi apalagi membalas komentar miring tentang gw,” tambahnya.

Mengenai gosip keluarnya ia dari Garuda serta bergabungnya ia di Pelita Jaya, Denny enggan berkomentar. Sebuah aksi yang meyakinkan gw bahwa berita tersebut benar-benar rumor yang belum jelas pangkal-ujungnya.

Dari obrolan singkat gw terakhir dengan Denny Sumargo, gw menangkap satu kesan. Ia akan kembali bangkit membuktikan bahwa dirinya masih ada! Entah bersama Garuda, Pelita Jaya, atau tim mana pun.

5 pemikiran pada “Denny Sumargo, Tak Kenal Jangan Komentar :)

  1. ini tulisan untuk orang yang tidak selalu mau mengenal kata kalah..

    saya termasuk fans dari IBL, termasuk fans dari denny sumargo.. Mengenai denny sumargo orang2 sudah bisa mengenal dia dari biografi tentang dirinya yang sudah terbit kira2 2 tahun yang lalu.. semua tentang denny sumargo ada disitu termasuk perselisihan dgn pemain A atau Pelatih B semua ada di situ..

    dan terakhir kali melihat dia bermain di Turnamen Gubernur DKI Cup saya memang merasa permainan denny jauh di bawah standar permainan denny dahulu.. mungkin itu disebabkan oleh beberapa faktor, setau saya kemaren pas turnamen itu denny selalu merasakan rasa sakit (cedera) di punggung nya, apabila orang yg jeli menonton pasti melihat.. Dan juga cedera lutut belum 100 % pulih..

    Mau bermain untuk Garuda atau Pelita Jaya, saya rasa dia masih yang terbaik di Indonesia..

    Go Denny #22

  2. mau ke PJE atw atau ttp digaruda denny harus buktikan kehebatannya n menampilkan permainan yang menarik, spy para fans basketpun merasa mereka pantas untuk menyaksikan IBL yang penuh dengan kejutannn….ini bukan hanya utk denny aja, tp untuk semua pemainnn…tampilkan yang terbaik spy basket indonesia makin maju..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s