Penonton Tembus 6.000, Final DBL Solo 2010 Pecah Rekor 15 Tahun

Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Development Basketball League (DBL) 2010, kembali mencatat sejarah. Final seri Jawa Tengah wilayah South kemarin (21/4) disebut-sebut menyedot penonton basket terbanyak dalam sejarah Kota Solo.

Lebih dari 6.000 orang kemarin bergantian memadati Sritex Arena. Memecahkan rekor yang sudah tidak tersentuh selama 15 tahun, yaitu ketika gedung mewah ini kali pertama dibuka pada 1995. Waktu itu, gedung pertandingan ini masih dikenal dengan nama GOR Bhinneka.

“Hebat, final yang luar biasa. Final yang dipenuhi ribuan penonton menjadi bukti sejarah bagi Solo maupun Sritex Arena di cabang basket. Sudah sepantasnya DBL menjadi prioritas untuk dikembangkan di Solo ke depan,” kata Ketua Umum KONI Solo Sumartono Hadinoto, kepada Radar Solo (Jawa Pos Group) kemarin.

Koordinator wasit Perbasi Jateng Achmad Syalabi menegaskan rekor tersebut. “Ini penonton terbanyak sejak pembukaan GOR Bhinneka. Tapi waktu itu gratis, sedangkan kali ini penonton harus membayar. Jadi ini luar biasa,” ucapnya.

Rekor penonton ini membuat bangga panitia penyelenggara dari DBL Indonesia, Sritex Arena, dan Radar Solo. “Dari semua kota baru di DBL 2010, penonton di Solo merupakan yang terbanyak. Masa depan kompetisi basket di sini benar-benar menjanjikan,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL.

Rombongan penonton terbesar kemarin datang dari SMA Regina Pacis Solo, jumlahnya lebih dari 1.200 orang. Maklum, kemarin mereka mendukung dua tim sekaligus. Tim putrinya masuk final, tim putranya juga.

Rombongan suporter ini juga harus kuat fisik dan jantung. Selain harus meneriakkan yel-yel dukungan selama berjam-jam, mereka juga harus tahan emosi. Baik saat tim putri mereka berjuang habis-habisan melawan SMA Padma Wijaya Klaten, maupun ketika tim putranya bersaing melawan SMAN 3 Solo.

Tertinggal terus sejak awal, tim putri Regina Pacis tak pernah menyerah. Mereka baru mampu menyamakan kedudukan ketika pertandingan hanya tersisa 51 detik, menjadi 54-54. Lalu, mereka mampu membalik situasi, mencetak poin-poin penentu pada 20 detik terakhir. Regina Pacis pun menang coming from behind, 57-54.

Pertandingan itu benar-benar menghibur semua penonton. Termasuk yang datang dari Klaten. “Tak masalah jauh datang. Saya ingin ambil bagian dari final DBL,” ucap Hesti Sulistyaningsih, 32, warga Pedan, Klaten. Memang, tim dari Klaten kemarin kalah. Tapi, Hesti sudah merasa sangat tersentuh dengan performa tim Padma Wijaya. “Klaten layak juga jadi kiblat basket!” tukasnya.

Pada final putra, penonton Regina Pacis kembali deg-degan. Lagi-lagi tertinggal sejak awal, timnya terus mengejar hingga akhir pertandingan. Saat laga hanya tersisa 17 detik, Regina Pacis hanya tertinggal satu angka. Lalu, saat sisa empat detik, hanya tertinggal dua angka dan punya kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Sayang, tembakan terakhir meleset, dan kemenangan diraih SMAN 3 Solo 65-63.

Ratusan suporter seru juga datang dari SMK Mikael Solo. Meski tak punya wakil di final basket, mereka datang untuk mendukung tim yel-yel mereka, yang lolos sampai ke final Jateng nanti. Sepanjang hari, mereka juga betah loncat-loncat dan teriak-teriak menyaksikan final putri maupun putra.

Peran mereka seolah seperti “suporter komentator.” Nyanyian-nyanyian kocak mereka menyemangati semua tim finalis. Mereka juga rajin menyapa suporter lain. Yang paling lucu ketika ada skor imbang. Mereka bernyanyi, “Piye, piye, piye kok ngene. Piye sekore kok podo wae…” (Kok bisa begini, kok score-nya sama terus…).

Walaupun sudah jadi juara di Solo, perjuangan kedua tim juara ini di Honda DBL 2010 belum berakhir. Pada Sabtu, 24 April nanti, mereka akan berebut gelar champion Central Java melawan para juara dari wilayah North, yang bertanding di Knights Stadium, Semarang, hingga 20 April lalu.

Para juara Solo ini akan menjadi “tuan rumah,” karena final Jateng itu juga diselenggarakan di Sritex Arena.

Tim putri SMA Regina Pacis Solo akan menghadapi tim kuat SMA Tri Tunggal Semarang. Sedangkan tim putra SMAN 3 Solo “menjamu” SMA Karangturi Semarang.

3 pemikiran pada “Penonton Tembus 6.000, Final DBL Solo 2010 Pecah Rekor 15 Tahun

  1. Baik DBL maupun PoPMie mudah mudahan menjadi ajang motivasi mengembangkan semangat basket indonesia untuk menjadi jawara dunia karena itu bukan wacana tapi itu cita-cita bangsa,insan basket indonesia!!!

    cayooooo…Garuda flexy Bandung !!!

    ganbate…..Bandung people for basket indonesia !!!

    INDONESIA BASKET DUNIA………!!!

  2. Penonton di Jawa Tengah terbanyak kedua setelah jawa Timur. “55 ribu lebih”, kata bung Azrul Ananda tadi.

    Selamat buat SMA KARANGTURI dan TRI TUNGGAL yang menjadi jawara DBL Central Java Series!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s