Kado tuk @YudhaAsmara dan @armandmaulana (A True Die Hard Fan!)

Ada kisah menarik terjadi di ranah twitter kemarin. Sebuah insiden kecil yang melibatkan dua orang fans sepak bola liga Inggris di Indonesia. Orang pertama adalah seseorang yang sangat terkenal @armandmaulana (vokalis Gigi), dan orang yang ke-dua adalah orang yang gw kenal @YudhaAsmara. Begini kisahnya.

Entah bagaimana awalnya, @YudhaAsmara mendapatkan tweetphoto @armandmaulana tengah tersenyum mengenakan kaus berwarna merah dengan desain grafis yang sangat menghina klub sepak bola Liverpool. Tertulis di bagian dada kaus yang dikenakan @armandmaulana “We’d rather walk alone” (memarodikan semboyan Liverpool “You will never walk alone“) dengan gambar tombak trisula (bagian dari logo Manchester United) menghujam dada burung kuning yang menjadi ikon Liverpool.

Terlihat @armandmaulana berfoto menggunakan kaus tersebut di depan deretan jersey para pemain Manchester United.

Sebagai fan Liverpool, @YudhaAsmara mencaci kasar dengan merujuk kepada baju yang dikenakan @armandmaulana (belakangan @YudhaAsmara juga mencaci @armandmaulana). Insiden kata kasar yang dilontarkan @YudhaAsmara kepada @armandmaulana memicu sebuah “perang” kecil di twitter. @armandmaulana sedikit tidak dapat menerima lontaran kata-kata @YudhaAsmara sembari mengatakan bahwa dirinya telah meminta maaf kepada semua fans Liverpool seluruh Indonesia.

Salahkah @YudhaAsmara berkata-kata kasar?

Setiap kali ketemu @YudhaAsmara, ia selalu menyelipkan bahasan tentang klub favoritnya, Liverpool. Ia adalah seorang fanatik karena menurut gw fanatik itu bukan membela tim pujaan secara membabibuta. @YudhaAsmara juga mengungkapkan rasa kesalnya kepada beberapa pemain Liverpool yang ia anggap performanya tidak menunjang kemajuan tim.

Selain menonton Liverpool, @YudhaAsmara juga rajin mengikuti berita-berita tentang Liverpool setiap hari. Ia menonton rekaman-rekaman dan dokumentasi-dokumentasi pertandingan lawas Liverpool. @YudhaAsmara bahkan membaca buku-buku tentang Liverpool! (Berapa banyak orang yang mengaku fans dan membaca sejarah tim pujaannya lewat buku?). Koleksi jersey dan pernak-pernik? Tak usah ditanyakan lagi.

Silahkan katakan @YudhaAsmara berlebihan. Bagi gw, kelakuannya wajar-wajar saja. Idolanya dihina! Ia bereaksi. Sederhananya begini, ketika kita memiliki sebuah benda yang kita sayangi, lalu ada orang mengatakan bahwa benda itu buruk, gw rasa pasti ada rasa sedikit dongkol di hati.

Fanatisme terhadap sepak bola adalah sebuah subkultur yang tumbuh subur di mana-mana. Bukan tidak mungkin, 100 tahun ke depan ia menjadi sebuah agama! (Lihat pemuja Maradona yang menganggapnya sebagai Tuhan!) Jadi saat “agama” lu diinjak, bersiaplah mendapatkan injakan balik.

Bagaimana dengan @armandmaulana?

Sepertinya @armandmaulana tidak pernah membayangkan risiko keisengannya. Itu pun gw rasa dia sedang bercanda. Karena kalau ia serius, ia pasti semakin memanas dan semakin menjelek-jelekan Liverpool. Dan kita sekarang mengetahui bahwa mengejek tim sepak bola, atau tim olah raga apapun bukanlah bahan bercandaan yang lucu.

@armandmaulana sudah meminta maaf. Kabarnya bahkan ia telah meminta maaf kepada semua pecinta Liverpool di Indonesia. Sebagai manusia, @armandmaulana tetap menyesalkan masih ada yang menghujat dirinya padahal ia sudah meminta maaf. Hehee..agak naif sih menurut gw. Karena “siapa menebar benih, menuai badai.” Jadi, walaupun @armandmaulana sudah meminta maaf ia tetap “berhak” mendapat konsekuensi kelakuannya yaitu mendapat umpatan balik. (Ibarat usai mencuri ayam. Minta maaf dan mengembalikan ayamnya tidaklah cukup. Ada tambahan bogem mentah sedikit. Lihat juga kasus korupsi yang lagi menjadi bintang televisi.)

Masalah agar sebaiknya menyalahkan bajunya bukan orangnya (fisik), ini pun sungguh naif, karena tentu saja yang disalahkan tetap pemakainya bukan si benda matinya.

Bagaimanapun @armandmaulana layak mendapat apresiasi baik karena ia sudah minta maaf.

Sudahlah!

Sumber pertikaian sudah sangat banyak. Salah satunya ya fanatisme kepada tim olah raga pujaan. Menjadi seorang fan keras kepala (die hard fan) memang keren. Namun keren itu barangkali akan kehilangan makna ketika harus menjadi sebuah pertikaian yang sangat mungkin (sering) berujung kematian.

Di Mexico, ada stadion yang memberi kuburan khusus di dalam stadion tersebut. Kuburan tersebut disediakan bagi fans yang mati membela nama tim! (Sayang di Indonesia belum ada..weekkk).

Setelah insiden kecil di twitter kemarin, gw semakin serius merasa bahwa pertikaian antar suporter dan fans ini gak perlu terjadi (iyalah..walaupun agak basi dan klise). Sebelumnya, gw juga pernah ditantang berkelahi oleh seorang fan Aspac Jakarta saat tim tersebut melawan favorit gw, Garuda Bandung (basket IBL). Gw sedikit menyesal karena merasa barangkali ada perkataan/teriakan gw yang menyakiti fan Aspac tersebut.

Support wisely!

Kenakan jersey tim favorit (beli yang asli berlisensi). Ikuti perkembangan tim, ketahui sejarahnya, tonton semua pertandingannya dengan membeli tiket yang sah. Inilah yang keren walau mungkin orang lain akan mengatakan bahwa kita hanyalah fans biasa. Namun dampaknya jelas sangat-sangat luar biasa. Bagi tim pujaan, apalagi secara ekonomi.

Menjadi “die hard fans” yang menghina tim lawan memang keren! Terlihat sangat berani! Apalagi saat berkaca di cermin. Namun gw gak merasa efeknya bisa lebih baik daripada menjadi fans yang biasa saja seperti paragraf di atas. Malah biasanya tipe-tipe “die hard fans” konyol lebih banyak menghasilkan kalkulasi catatan kerugian materi bahkan jiwa!

@YudhaAsmara teman gw. Kita pernah (bahkan dulu mungkin beberapa kali) nonton sepak bola liga Inggris di tv bareng satu ruangan. @YudhaAsmara menyemangati Liverpool, gw membela tim dengan back kanan #2 Gary Neville.

Peace :)

Peace to fanatics of Persib Bandung and Persija Jakarta too :D

8 pemikiran pada “Kado tuk @YudhaAsmara dan @armandmaulana (A True Die Hard Fan!)

  1. hahaha.. kemaren jg pas gw pertama liat tu pic, gw kesel jg siy.. jujur aja gw siy, sampe bengong gw.. dan ini twit gw kemaren.. “astagaaa.. tu kaos ye.. padahal rambut udah sama ma gw, kenapa hati ga sama..??” maaf ya, bang @armandmaulana, itu kekeselan sementara gw lah.. gw liverpudlian jg soalnya.. masa liverbird ditusuk gitu, gambarnya jg udah miring gitu burungnya.. ga rela lah.. tp skrg jg gw udah santai aja lah, gw jg ngerti fans tu kayak apa.. coz i’m a fan too.. gw jg kesel kl ada yg ga ngehargain aksi ke-fan-an gw itu.. jd gw ngehargain elu, bang.. hahahaha.. tp besok kl ada kaos tulisan “i’d rather be a red angel than a red devil” boleh dunk~~ :))

  2. Kesal sih melihat gambar itu, tapi nggak sampai sakit hati. Ayolah, banyak hal yang lebih penting dari sekedar yang sepele seperti ini koq. Biarkan saja anjing menggonggong, kafilah berlalu. Tunjukkan siapa suporter sejati yang berpikiran lebih dewasa. We are Liverpudlians! We are not like them!

  3. kalo yg @yudhaAsmara sih dia udah maklumin krn @Armandmaulana uda minta maaf..
    yg gk abis pikir gw ama si @maddaz tu !!!@$%$^
    padahal arman udah jelas2 minta maap ama smua Liverpudlian.. eee tp dy malah nyerang armand dengan kata2 yg tdk pantas… ckckckckckckck… apakah ampe segitunya yg disebut fanatik???? mau dibawa kemana Akhlak negeri ini !!?? ALLAHUAKBAR..

  4. hmmm sebagai seorang Liverpudlians gue agak tersinggung sih dengan “itu”
    tapi ya sudahlah, Liverpool kan cinta damai, jadi kita maapin saja ya teman2… toh cinta itu identik dengan perdamaian, jadi kalo ngaku cinta sama seseorang atau sekelompok organisasi tertentu ya yang damai2 aja… kalo suka memicu “perang” patut dipertanyakan tuh rasa cintanya… hehehe

  5. IMO, walaupun gw pendukung MU tapi bukan berarti gw mendukung Armand.. tapi ejek mengejek itu merupakan hal yang sangat lumrah di ranah olahraga..
    Sering juga gw nerima link lwt bbm mengenai pose ciuman pemain MU dan ejek2an tp ga pernah tersinggung tuh..
    Its just a game klo menurut gw, dan segala yang yang terkait dengannya adalah keadaan dimana game itu menjadi semakin menarik dan ditunggu.
    Coba bayangin klo para fans MU n Lpool tidak saling mengejek dan hanya senyum2an dan salaman tangan ketika ketemu di stadion, apakah layak disebut MU vs Lpool sebagai England Derby ? Pasti ngga lah…
    Intinya adalah emosi… Klo dicela dengan foto begitu, yah bikin cara yang lebih kreatif.. Fenomena ini yang akan terus menghidupkan aroma rivalitas antar klub tersebut.
    Dan gw sangat menyayangkan @armandmaulana minta maaf udh make baju itu… krn sekali lagi, ngga ada larangannya make baju begituan..
    utk pendapat bro idan, mengenai sepakbola menjadi agama, gw agak kurang sertuju, walaupun ada sekelompok orang yg berbuat begitu.. tapi sampai kapanpun sepakbola tidak akan menjadi agama..

    Hanya sharing pendapat loch… :))

  6. Baju2 seperti itu banyak skali dpake dsingapore…
    kalo pas dpertandingan aja sih… and dsini adem2 aja… karna itu cuman sekedar umpatan rivalry… knapa di tanah asli nya mereka masih suka menghujat dan dihujat balik tetapi ga pake acara ngamuk2 gitu…???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s