Siapa Berani Ngaku Salah?

Ada sebuah etika sportifitas pada saat kita bermain basket. Kala kita dianggap melakukan kesalahan atau pelanggaran oleh wasit kita mengangkat tangan sebagai tanda pengakuan “ya, saya melakukan pelanggaran.” Wasit kemudian memberi keuntungan kepada tim lawan sebagai konsekuensi pelanggaran yang kita lakukan. Wasit dibutuhkan sebagai penegak aturan dan disiplin.

Pada saat kita merasa kita tidak melakukan pelanggaran, wasit memiliki otoritas yang patut dihormati. Kalaupun wasit salah menilai, yah, wasit juga manusia. Sejauh memang bukan sebuah kong-kalingkong main mata dengan tim lawan. Itu dalam permainan resmi.

Saat bermain “jalanan” alias streetball atau bermain biasa, wasit ada pada diri masing-masing pemain. Bagi yang merasa terzalimi, silahkan berteriak “foul!” dan biasanya tim yang menzalimi dengan sukarela menerima konsekuensi pelanggaran tersebut. Hebatnya lagi, tak jarang seorang pemain yang melakukan pelanggaran mengaku dengan sportif “gw melakukan foul.” walau si korban tak terlalu menganggap besar pelanggaran tersebut. Pemain ini berani mengaku salah! Pemberani!

Sekarang, lihatlah drama baru yang tengah berkembang di televisi, Susno Duaji, Gayus Tambunan, dkk. Adakah pemberani dari para dkk tersebut? Atau sebaliknya? :P

Satu pemikiran pada “Siapa Berani Ngaku Salah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s