Beda Lapangan Berlubang dengan Jalanan Berlubang

Jalanan di Kota Bandung saat-saat ini sangat estetis dan beragam. Tak ada lagi yang mulus. Hampir semuanya berukir dan berpahat indah. Hujan dan kualitas jalan yang memang seadanya menjadi kambing congek hitam.

Kondisi jalanan berlubang ini entah bagaimana mengingatkan gw pada kondisi lapangan basket dekat rumah gw dulu di Lombok yang juga berelief. Ada persamaan antara jalanan Bandung dan lapangan basket dekat rumah gw dulu. Walau sama-sama berlubang kita tetap memakainya.

Orang Bandung tak punya pilihan lain. Mau tidak mau ya pasti harus lewat jalan yang berlubang itu. Gw dan teman-teman pun dulu, mau gak mau tetap main basket di lapangan yang seadanya tersebut.

Tetapi ada satu perbedaan besar.

Saat orang-orang Bandung menggunakan jalan yang berlubang, dengan ikhlas mereka mengeluarkan sumpah serapah yang ditujukan ke mana-mana. Ada yang ditujukan kepada jalanan itu sendiri, kepada pemerintah kota, kepada pembuat jalan, bahkan kepada bapak Dada Rosada.

Sedangkan saat gw dan teman-teman bermain di lapangan berlubang, tiada hari tanpa kenikmatan bermain. Tertawa bahagia saat keringat bercucuran. Bercanda adalah bagian paling menyenangkan saat bermain basket bersama teman-teman dulu. Lapangan berlubang tak menjadi masalah.

Lapangan basket itu dulu dibuat oleh pemerintah kabupaten Lombok Barat (sebelum menjadi Kota Mataram) dan enggan dirawat. Bagi gw dan teman-teman, lapangan tersebut adalah berkah. Kebersamaan bermain membuat kita rela secara swadaya menambal setiap lubang di lapangan tersebut. Setiap kali gw balik ke Lombok, gw selalu mengunjungi lapangan basket tersebut. Orang-orang yang bermain sudah berbeda. Namun tertawa bahagianya masih sama :)

4 pemikiran pada “Beda Lapangan Berlubang dengan Jalanan Berlubang

  1. main dimana aja tetep fun…

    kalo dijalan pasti rusuh… dan keluar akta kata
    HMTNY, KPRT, AJG, heheh pisss

    tiap minggu latihan terus walau tempatnya beraspal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s