Wawancara Richard “Insane” dengan Max Yanto (IM Muba Hangtuah)

Emang sudah diniatkan hari ini sehabis meeting dengan Andy Bachtiar (Sutradara Romeo dan Juliet) di Grand Indonesia, saya bakal menyaksikan tune-up game Pelita Jaya Esia Jakarta (Pelita Jaya) vs Indonesia Muda MUBA Hangtuah Sumatera Selatan (Muba)

Saat tiba di Hall basket Senayan, ternyata sudah quarter 2. Game memang berjalan sedikit kurang seimbang. Terlihat dari skor akhir Pelita Jaya (88) – Muba (54). HerdiOflow dan beberapa teman di twitter pun mengatakan hal yang senada “wooow, cukup jauh ya!” cetus Herdi, eks-pemain IBL yang sempat membela klub Muba & Pelita Jaya via twitter.

Muba memang kalah jauh pada partai tune-up game vs Pelita Jaya, tetapi ada hal menarik yang menggugah saya untuk melihat lebih dalam lagi ke sosok pemain Muba yang saat itu hanya diturunkan di sisa 2 menit terakhir quarter 4, siapa dia? Yup, Max Yanto.

Dia adalah salah satu center Muba yang memang jarang sekali diturunkan di setiap partai tune-up Game. “Maksimalkan Max!!” begitu tweet @mainbaskket via twitter. Saya sependapat. Mengapa Max Yanto tidak dimainkan? Bukankah setidaknya Max bisa membantu dalam hal rebound? Kan Max tingginya nggak jauh beda sama Shaquile O’neil dan kalo ada Max pasti pemain Pelita Jaya bakal sulit melakukan serangan under basket, pasti bola pemain PJ bakal diblok, pasti Muba akan terbantu secara rebound!

Hmmm, banyak juga beban Max kalau seandainya dia bermain. Dan seandainya Max Yanto sudah mengenal permainan bola basket semenjak SD, pasti itu semua bakal dilakukan Max dengan senang hati.

Sabar, kerja keras & giat berlatih kayanya harus melandasi hari-hari Max di Muba. “Max seharusnya diberikan satu orang pelatih khusus yang tugasnya menangani dan memperbaiki basic serta kemampuan bermain basketnya, saya percaya Max bisa menjadi pemain yg berbahaya,” kata Ronald Simanjuntak di sela-sela pertandingan kepada Bang Simon Pasaribu (Wah, brarti saya nguping yak?? Hehehe)

Sayang memang kalau Max Yanto belum dapat dimaksimalkan, padahal banyak pecinta basket yang ingin melihat aksi Max saat berlaga di IBL. “Kita kan lihat Muba, mau lihat Max Yanto nge-dunk! Koq nggak dimainin sih?” begitu kata anak-anak SMU yang saat itu datang ke Hall Basket Senayan. Sadar atau tidak sadar, Max memang belum dapat disejajarkan sebagai ‘magnet IBL’ yang dapat disetarakan dengan Denny Sumargo, Kelly atau Mario Wuysang. Tapi satu hal yang pasti, Max Yanto juga merupakan daya jual IBL, dengan tinggi badan seperti itu pasti bakal membuat kompetisi dan atmosfer liga bisa menjadi semakin berwarna (Intinya Max masih harus dipersiapkan dengan matang, kuncinya sabar, kerja keras dan giat berlatih).

Nah, sekarang tinggal gimana Max, Muba dan IBL mengemas ‘kelebihan’ ini. Sebagai penutup, saya mewawancarai Max Yanto. Enjoy it :)

@nsane11: Hallo Max, apa kabar? Tadi saya lihat anda lho, di bawah 2 menit bermain tapi sudah nyetak 4 angka dan 2 rebound .. Hebat!! :) Bagaimana kalau waktunya lebih lama? pasti di atas 30 angka! :)

Max Yanto (MY): Baik, wah terima kasih udah lihat gamenya :) Kalau di atas 30 menit, saya sudah mati mas, hehehe.

@nsane11: Lho? Koq ngomongnya gitu mas? Kenapa?

MY: Iya lah mas, bawa berat badan 125kg bolak-balik selama 30 menit, lari-lari plus lompat kan cape mas, saya nggak bakal kuat. Makanya pelatih cuma mainin saya 2 menit terakhir, saya nggak kuat mas.

@nsane11: Ooh gitu! (Iya juga ya, pasti cape. Tapi koq O’neal nggak ya? Itu dia bedanya, O’neal kan main basket dari SMP. Kalau si Max baru sekitar 4 tahun yang lalu) Max, punya olahraga yg disuka selain basket nggak?

MY:
Volley, Bulu Tangkis sama Tinju ..

@nsane11: Pemain Favorite NBA?

MY: Kevin Garnett #5 Boston Celtics.

@nsane11: Kalo pemain lokalnya siapa Max?

MY: Saya suka Rony Gunawan, bukan secara permainan tapi lebih kepada perhatian dia terhadap saya. Dia dulu banyak memberikan masukan, cara bermain basket kepada saya. Dia tidak sombong, padahal dia salah satu pemain hebat juga di IBL tapi mau sharing ke saya, yang bukan siapa-siapa. Itu sungguh berarti buat saya, jadi kalau ditanya siapa pemain lokal idola saya sudah pasti Rony Gunawan :)

@nsane11: Kalau main 1 lawan 1 vs Shaquille O’neil berani nggak?

MY: Nggak lah mas, saya pasti *maaf* berak di celana kalo ketemu dia. Hahahahaha :)

@nsane11: Oke, terakhir Max. Kalau ada kesempatan makan malam sama Sandra Dewi, bakal diajak makan malam di mana Max?

MY: Hahahaha, belom lah mas. Nggak mungkin. Mana mau dia makan ketoprak pinggir jalan sama saya. Hahahaha.

@nsane11: Oke Max, sukses terus ya :)

MY:
Terima kasih mas insane :)

Regards,
Richard ‘insane’ Latunusa
Follow me @nsane11
email: insane_minusplus@yahoo.com

4 pemikiran pada “Wawancara Richard “Insane” dengan Max Yanto (IM Muba Hangtuah)

  1. max emang orang yang sopan dan lowprofile….g tau banget dia karna waktu berangkat ke medan ada kejuaraan basket se Sumatra mewakili lampung,g satu kamar bareng max.dia itu orangnya rajin banget ibadah.itu yang paling g inget dari dia ga pernah lupa dengan TUHAN.sukses buat MAX!!!!!!jangan pernah nyerah latihan trussssssss!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s