Apakah Gw Penggemar IBL (Garuda) yang Berlebihan? (Insiden Nakiea Miller vs Fans Slingers)

Ada sebuah insiden kecil yang terjadi antara Nakiea Miller (Satria Muda Britama Jakarta) dengan fans Singapore Slingers saat game 1 Final Four ASEAN Basketball League (ABL) tanggal 31 Januari lalu yang kayaknya tidak begitu heboh di dalam negeri.

Begini kurang lebih kejadiannya (menurut RedHoops),

Ketika mendapatkan fouled out di kuarter ke 4 game tersebut, seorang fan Slingers meneriaki Nakiea “Don’t cry!” Rupanya teriakan fan tersebut ditanggapi Nakiea (mungkin sedikit emosional) dengan kalimat “I’m going to get you after the game.”

Balasan Nakiea disahut kembali oleh fan Slingers tersebut dengan “Come find me at Geylang with all the chicks.” (Geylang adalah tempat “remang-remang” di Singapura.) Sontak beberapa fans Slingers yang mendengar balasan terhadap Nakiea tersebut tertawa.

Perselisihan antara Nakiea dan fan Slingers itu berlanjut panjang hingga ke facebook dan membawa Alex Hartman ikut angkat bicara membela rekan setimnya. Banyak yang menilai bahwa kelakuan fan Slingers terhadap Nakiea itu tidak pantas. Namun banyak pula yang menyatakan bahwa tindakan fan itu masih wajar. Nakiea sendiri memakluminya.

Apakah tindakan fan Slingers itu berlebihan?

Silahkan datang ke Bandung untuk menyaksikan pertandingan Satria Muda atau Aspac saat menghadapi tim kebanggaan Kota Kembang, Garuda Bandung. Kata-kata fan Slingers itu akan menjadi seolah tak ada apa-apanya.

Jika pada game itu, Nakiea yang “menantang” penonton, di Bandung, penonton lah yang mengintimidasi pemain dengan kata-kata “Gw tunggu lu di luar habis pertandingan!”

Tanyakan kepada Faisal yang kerap dikatai “An#**g” oleh ribuan pendukung Garuda di GOR C-Tra Arena atau Coach Cecep Aspac yang selalu mendapat teriakan “kampungan!” di kandang Garuda, lalu kembali bandingkan dengan perlakuan fan Slingers terhadap Nakiea. Rasanya Nakiea harus berguru kepada Faisal dalam menghadapi intimidasi fans tuan rumah.

Lalu apakah kelakuan fans Slingers itu berlebihan? Buat gw, yup berlebihan. Namun begitulah fans. Tak mudah dikendalikan. Benarkah tak mudah dikendalikan? Rasanya iya :)

Gw merasakan sendiri pengalaman ini. Gw adalah fan Garuda Bandung. Sudah beberapa tahun ini, gw selalu menyaksikan pertandingan kandang Garuda melawan tim apapun. Teriakan dukungan bagi Garuda dan atau lecehan terhadap tim lawan sudah tak terhitung termuntahkan menjadi sampah yang keluar dari mulut gw. Akibatnya? Wah, cukup banyak akibatnya.

Melalui blog ini teriakan gw berlanjut nggak hanya sebatas pertandingan saja. Gw melanjutkan teriakan gw, kapan saja gw mau. Banyak orang mulai mengenal gw sebagai fan berat Garuda. Terutama lewat tulisan-tulisan awal di blog ini yang memang sangat Garuda banget. Mereka bahkan protes bahwa gw terlalu Garuda di dalam blog yang seharusnya (menurut pembaca) netral ini. Hmm, gw memang sengaja melakukannya karena memang gw cinta Garuda. Garuda ada di dada gw!

Tetapi…

Menjadi fan berat Garuda membawa gw merasakan banyak pengalaman menyenangkan. Dikenal oleh beberapa pemain Garuda salah satunya. Ini mengesankan buat gw. Tetapi juga, menjadi fan Garuda juga membawa gw ke arah konsekuensi menjadi seorang fan yang mungkin dicap sebagai fan berat yang terlalu fanatik.

Saat pertandingan antara Garuda melawan Aspac pada Turnamen IBL 2009 lalu, salah seorang ofisial Aspac mengajak gw untuk berkelahi di luar GOR C-Tra. Dia tersinggung karena kata-kata dukungan gw terhadap Garuda dianggapnya menghina Aspac. Dalam salah satu tulisan di blog ini juga, seorang pembaca memberikan komentar (kurang lebih) “lu mau dibikin mampus sama orang Malang?” Komentar ini terkait tulisan gw yang mengkritisi logo Bima Sakti Malang. Dan masih banyak komentar lain yang memerintahkan gw untuk tenang dan tidak berlebihan dalam mendukung Garuda.

Terkait komentar-komentar pembaca blog ini yang menganggap tendensi gw terhadap Garuda terlalu berlebihan, Azrul Ananda, teman gw di Surabaya mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena pembaca blog ini sangatlah beragam, tak sebatas pendukung Garuda saja. Gw sadar itu.

IBL butuh lebih banyak lagi fans yang keras kepala!

..namun cerdas dan tahu diri. Mengerti cara mendukung tim favorit dengan cara beradab dan tahu tata krama. Lalu apakah itu artinya gw mengatakan ribuan fans Garuda yang mengatakan “An#**g” kepada Faisal atau “kampungan!” kepada Coach Cecep itu tidak benar? Hehee, kebenaran belum tentu kebenaran walau ia diamini oleh banyak orang. Bagi gw, kelakuan fans Garuda itu memang di luar batas.

Fans yang keras kepala akan mendukung tim favoritnya dalam keadaan tim tersebut bermain baik ataupun buruk. Fans keras kepala memberi masukan kepada kekurangan-kekurangan tim dan ikut berbahagia atas kesuksesan tim. Fans keras kepala memberi dukungan dalam berbagai bentuk kreatif yang mampu memompa semangat tim favoritnya.

Sebagai “pemain ke-6” di dalam tim,

fans adalah pemain inti yang setia, super setia! Jarang kita mendengar ada fans tim sebuah kota berpindah memberi dukungan terhadap tim lain. Fans adalah pemain yang setia. Lima pemain lainnya di dalam tim setia terbatas hanya berdasarkan kontrak kerja saja (Walau tentunya sangat membuka kemungkinan kesetiaan dalam hati juga terpatri pada diri beberapa orang pemain).

Pemain ke-6 inilah yang memberikan home court advantage, alias keuntungan sebagai tuan rumah. Kemenangan Satria Muda atas Slingers tadi malam tak bisa disanggah karena Satria Muda bermain dengan “enam” pemain! Satria Muda harus berterima kasih kepada pemain ke-6 ini.

Ah, tulisan ini terlalu panjang dan bertele-tele, jadi apakah gw seorang penggemar Garuda (IBL) yang berlebihan? Terserah jawabannya apa. Gw rasa, kita (IBL) butuh penggemar-penggemar berlebihan lebih banyak lagi. Ribuan bahkan mungkin jutaan penggemar berlebihan lagi. Dengan kualitas diri yang baik tentunya. Jangan kayak gw, harus lebih baik.

Salam :)

8 pemikiran pada “Apakah Gw Penggemar IBL (Garuda) yang Berlebihan? (Insiden Nakiea Miller vs Fans Slingers)

  1. Kalo menurut gw sih, namanya kita ngebela tim kesayangan kita pasti kita brusaha ngejatuhin mental lawan. Kalo di sini gw liat adalah profesionalitas Nakiea Miller yang menanggapi fans itu secara berlebihan.

    Memang seprofesional apapun, pemain juga tetap manusia :)

    Just my thoughts

  2. Fans slingers cemburu liat pemain kyk nakiea..

    Dan gw rasa nakiea jg udh biasa dibegituin…
    Dia udh keliling 37 negara dan gw rasa dia akan slalu dpt cercaan itu..

    Setau gw sih yaah,,pemain SM gk prnh trpancing tuh sm provokasi fans lawan..klo yg di singapore itu hnya spontanitas Nakiea saja,toh dia udh fouled out jd dia jg gk serius2 amaat sih..

  3. Menurut g sie ga berlebihan koq kak..
    Coz semua orang punya cara masing2 buat mengekspresikan dukungannya terhadap team yang dia suka..
    Kalo ada yang ga suka,itu mah urusan dia..
    Soal blog ini,nie kan blog pribadi,kalo ada yang ga suka,itu salah dia,sapa suruh “kepo” buka2 blog orang….
    FYI gue suka banget baca tulisan2 di blog ini.. Lanjutkan.. Hahaha =P
    GO GARUDA..
    Garuda di dadaku..=)

  4. dude, i do the exact same thing like you did!!
    cuma bedanya makian gue itu gue arahkan ke pemain garuda saat lawan Satria Muda..hahaha
    *no offense yaaa…!!

  5. kalo saya itu pastiny fans yg sangat berlebihan dan keras kepala!!!knp? soalny saya sll brusaha jtohin mental lawanny Garuda ..ga pduli jg org d sblh sy suka ato ga dngn teriak”an sy dn sy juga suka sebel klo ada org yg nnton d sblh sy itu dukung tim lawanny Garuda dn sy juga ga suka klo denger ato tim kbanggaan sy d hujat sm org”!
    toh yg namany fanatik ga slh” juga sih ,smua org psti punya tim yg akn sll d dukung dn d cela kn . Nakiea kykny harus bnyk bljr dr pnglaman faisal deh :D kliling 37 ngara blm bkin dia pny mental baja kyk faisal haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s