Resmi Sudah! DBL Kelola IBL 2010

Liga basket profesional tanah air, Indonesian Basketball League (IBL), mulai 2010 ini bakal dikelola oleh PT DBL Indonesia, penyelenggara kompetisi basket pelajar terbesar, Development Basketball League (DBL). Kepastian itu kemarin (28/1) disampaikan setelah pertemuan dengan PB Perbasi di Jakarta.

Kabar tentang pengelolaan IBL oleh DBL ini sebenarnya sudah lama menjadi bahan pembicaraan di kalangan basket tanah air. Pekan lalu, Ketua Umum PB Perbasi Noviantika Nasution sudah mengungkapkan bahwa keputusan itu hanya tinggal menunggu ketok palu.

Kemarin, pertemuan diselenggarakan antara PT DBL Indonesia dan PB Perbasi. Azrul Ananda, direktur DBL Indonesia, datang bersama Masany Audri (general manager), bertemu dengan Setia Dharma Majid (wakil ketua umum PB Perbasi), Dahlan Muhammad (sekjen), serta beberapa anggota lain.

“Pertemuan tadi (kemarin) untuk menyamakan persepsi dalam membangun IBL ke depan. Sebab, kami ingin promotor paham dengan kondisi IBL yang sesungguhnya. Kami tidak ingin menjerumuskan promotor,” ungkap Setia Dharma Majid.

Setia Dharma menambahkan, dari pertemuan itu, baik pihak PB Perbasi maupun DBL Indonesia sama-sama sepakat bahwa IBL harus dikelola dari titik awal lagi, tanpa mencoba berpikir terlalu muluk. Bersama Azrul Ananda, Setia Dharma menyebutkan bahwa IBL harus dikembangkan sambil “menjejak bumi.”

“Basket Indonesia membutuhkan orang-orang muda seperti mereka (DBL). Visioner, tapi mau memahami keadaan dan paham dalam menghadapi keadaan tersebut. Visi mereka sejalan dengan apa yang kami inginkan,” lanjutnya.

Azrul Ananda mengaku pertemuan kemarin memang banyak membahas masalah-masalah fundamental IBL. “Ini tantangan terbesar kami. Sekarang harus kerja keras bersama klub-klub IBL dan PB Perbasi untuk membangkitkan lagi liga tertinggi basket Indonesia,” ucapnya.

Masih belum disampaikan rencana konkret penyelenggaraan IBL. Hanya ditegaskan, bahwa kompetisi tahun ini akan dimulai pada akhir September mendatang. “Rencana dan jadwal penyelenggaraan sudah dibicarakan. Nanti, kalau waktunya tepat, akan kami sampaikan,” ujar Azrul.

Dahlan Muhammad menegaskan bahwa penjelasan lebih detail akan disampaikan dalam waktu dekat. “Jika sebelumnya mereka (DBL) dikatakan 99 persen mengelola IBL, kali ini kami mengatakan bahwa mereka 100 persen menjadi promotor IBL. Ini hanya masalah formalitas saja. Yang jelas, visi kami dengan mereka sejalan dalam membangun IBL yang lebih profesional dan kompetitif,” katanya.

Kabar kepastian ini disambut gembira oleh Dewan Komisaris IBL (klub-klub). “Terus terang, kami sangat gembira dengan masuknya DBL sebagai pengelola IBL. Mengapa? Yang pertama, karena IBL akan tetap berjalan. Kedua, pengelolanya datang dari orang yang mencintai basket dan memiliki pengalaman,” komentar Bella Erwin Harahap, ketua Dewan Komisaris IBL.

“Yang lebih penting lagi, DBL memenuhi lima poin yang kami inginkan. Yaitu infrastruktur yang memadai, cukup SDM, kuat dalam media, cukup finansial, dan memiliki jaringan kuat di lingkungan basket,” tambah pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Ade Bella tersebut.

(Terima kasih teman-teman DBL untuk info ini)