Bonek, Fanatisme Berlebihan (Polisi yang Lemah)

Jikalau IBL memiliki fans dengan jiwa fanatisme sebesar fanatisme Bonek kepada Persebaya Surabaya. Industri basket Indonesia pasti maju pesat.

Cukup fanatismenya saja. Gak perlu berlebihan. Karena gw yakin, anak-anak basket, dan pecinta basket tidak memiliki mental merusak, brutal, dan vandalisme seperti Bonek (dan beberapa pecinta tim sepak bola lainnya). Pengalaman gw menyatakan, fans basket sedikit lebih santun. Gw katakan sedikit lebih santun karena gw pun pernah menyaksikan perkelahian antar suporter basket. Ironis dan parahnya, itu terjadi pada liga bola basket mahasiswa a.k.a. Libama.

Gw kesal pada polisi

Mereka tahu Bonek akan menyerbu Bandung. Mereka tahu Bonek sudah ada di Si Jalak Harupat sejak pagi dan memaksa masuk tanpa tiket. Mereka tahu Bonek pasti akan diserbu di Stasiun Solo. Mereka tahu pasti akan ada kerusakan. Dan mereka tahu kalau mereka nggak tahu bagaimana cara mengantisipasi semua itu.

Ketika PT Persib memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah pasca laga Persib vs Persebaya, semua orang nyalahin Bonek. Ketika 90% kaca kereta api yang membawa Bonek ke Surabaya pecah dilempari orang Solo yang kesal pada ulah Bonek sebelumnya, Bonek yang disalahkan. Nggak ada yang nyalahin polisi yang seharusnya bertugas mengamankan suasana. Polisi ngapain aja??? Polisi takut sama Bonek???

Semua orang takut pada Bonek! Bonek begitu istimewa. Dipersilahkan menyaksikan laga seru tanpa harus membeli tiket. Disediakan mobil angkut GRATIS entah oleh siapa. PT Keretapi rela gerbong kereta apinya hancur demi mengangkut Bonek yang nggak modal buat balik ke Surabaya. Kereta api punya Bonek?

Gw salut sama Bonek mampu seperti itu. Polisi saja tidak mampu berbuat apa-apa. Tapi semoga Bonek juga sadar, apa yang mereka lakukan merugikan banyak pihak bahkan bangsa ini! Polisi, ayo bekerja!!!

11 pemikiran pada “Bonek, Fanatisme Berlebihan (Polisi yang Lemah)

    1. Gimana mungkin basket indonesia bisa maju..
      kalo penonton aja sepi, gw jd takut kalo pas NBL sampe kagak ada yg nonton, mungkin karena atmosfer pertandingan yg monoton membuat basket jadi sepi peminat ya ? bandingkan dengan sepakbola
      gw jadi teringat waktu nonton persija vs Arema di gelora Bung karno Jakarta… busyet dah, rame banget yang nonton, kata temen gw sekitar 88 ribu orang memenuhi stadion dan kata saudar gw yg jd kru di AntV bilang saat acara itu ratingnya tertinggi di bandingkan acara TV yg laen….
      satu pesan gw buat pecinta NBL..
      buatlah suporter fanatik seperti BONEK,THE JACK,AREMANIA,VIKING,..

      kita perlu mencontoh suporter sepakbola yang lebih dulu maju ketimbang fans basket…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s