IBL 2010, Mari Membalik Sudut Pandang

Pada tahun 1990, pada pertandingan sepak bola antara dua tim Kroasia, Dinamo Zagreb melawan Red Star Belgrade terjadi kerusuhan antar suporter. Saat itu, seorang polisi terlihat berlebihan dalam menangani seorang suporter Dinamo Zagreb. Kapten Dinamo Zagreb lari menghampiri si polisi dan menghajar polisi tersebut! Plak!!

Atlet adalah bintang, dan fans adalah pemuja bintang. Seringkali kita mendengar selebriti berkata-kata basi bin klise di layar kaca “Saya tidak ada apa-apanya tanpa dukungan dari fans setia.” Tapi semakin lama, kalimat tersebut semakin kehilangan makna karena terlalu sering diucapkan. Beberapa selebriti termasuk selebriti olahraga hanya mempedulikan dirinya dan karirnya. Berapa banyak selebriti yang benar-benar memuja fans-nya? Bukan sebaliknya.

Mendiang Robert Nesta Marley atau yang lebih dikenal sebagai Bob Marley selama masa hidupnya menjadi seorang bintang reggae (setahu gw) nggak pernah mengeluarkan kalimat klise betapa pentingnya fans bagi dirinya. Bob melampaui jauh pepesan kosong tersebut. Hampir setiap hari Bob Marley mengundang fans-fansnya yang kebanyakan orang miskin di Jamaika untuk makan siang di rumahnya. Rita, istri Bob Marley yang memasak. setiap waktu makan siang, rumah Bob Marley selalu ramai dikunjungi fans yang kelaparan. Hasilnya, Bob Marley adalah pahlawan dan legenda bagi Jamaika dan dunia.

Cukup dua analogi itu saja. Menghadapi musim IBL 2010 yang kemungkinan akan berlangsung pada bulan September, adakah tim-tim IBL yang berpikir “Inilah saatnya kita memuja fans kita!”