Mari Manfaatkan Ketidakpastian Ini

Pada tulisan sebelumnya, gw memberi sebuah gambar ilustrasi berupa tulisan angka “2010” dengan gambar “tanda tanya” yang besar. Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2010 memang masih sebuah tanda tanya yang besar. Akankah ada, ataukah akan segera mati suri sebelum bangkit lagi entah kapan.

Dari kabar di media massa beberapa minggu lalu, pihak penyelenggara IBL 2009 (Mahaka) telah menyatakan mundur. Dan kabarnya, beberapa pihak sudah siap untuk menjadi pihak baru penyelenggara IBL 2010 (DBL, Bakrie, dll). Salah satu pihak kabarnya sudah hampir positif akan menjadi penyelenggara IBL 2010. Tetapi..

Tetapi menurut kabar dari beberapa teman pemain IBL, jika pihak tersebut jadi menjadi pihak penyelenggara resmi IBL 2010, event basket nasional terbesar ini baru akan bergulir pada bulan September atau Oktober. What? Lama amat??

Mari berasumsi bahwa gosip itu benar.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan oleh tim-tim IBL menghadapi ini? Satria Muda Britama Jakarta masih akan mengikuti kompetisi ASEAN Basketball League (ABL) hingga bulan April. 9 tim yang lain?

Jika hanya diisi latihan dan latihan sambil menunggu bulan September, akan terasa lama dan menjenuhkan. Setiap tim IBL harus mencari cara mengatasi potensi kejenuhan ini. Sebuah cara yang tentunya wajib menguntungkan dan tetap membakar api basket Indonesia.

Mari berkegiatan. Seharusnya setiap tim mempersiapkan timnya dengan sebaik mungkin. Bukan hanya mutu permainan tetapi hal-hal yang terkait di sekitarnya. Kalau boleh menyumbang saran, setiap tim sebaiknya membuat kegiatan yang lebih mendekatkan mereka kepada fansnya. Masyarakat.

Mendekatkan diri dengan para fans bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya, mengadakan kompetisi atau kejuaraan kecil untuk para fans, membuka pelatihan basket yang dibimbing oleh para pemain tim, mengunjungi sekolah sembari membawa kampanye-kampanye positif, melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan, dan lain-lain (kita harus meniru NBA dalam hal ini).

Harus diakui, IBL belum sepopuler Indonesian Super League (ISL), liga sepak bola Indonesia. Masih banyak yang belum tahu tim-tim yang berlaga di IBL. Di Bandung saja, masih ada yang belum mengenal Garuda Flexi Bandung. Kekosongan kompetisi (baca: ketidakpastian) ini harus dimanfaatkan oleh tim-tim IBL untuk menjalin hubungan agar lebih dekat dengan masyarakat. Berkenalan, mempopulerkan main basket, bahkan membangun basis massa (agak-agak politis bahasanya).

Kelak, ketika sesuatu yang tidak pasti ini mulai menampakkan sedikit cahaya di ujung gw kegelapan ketidakpastian, setiap tim IBL telah siap dengan mutu permainan yang lebih baik dan pendukung serta fans yang jauh lebih ramai.

Hasilnya, tak ada lagi keluhan, “yah, yang jago masih tim itu-itu saja.” atau “penonton IBL sepi.”

Semoga :)

Maju terus basket Indonesia :D

2 pemikiran pada “Mari Manfaatkan Ketidakpastian Ini

  1. setujuh! bagus tuh kalau bikin pelatihan2 di sekolah atau kampus2.. biar makin maju basket Indonesia. supaya pada tahu juga kalau maen basket itu bukan sekedar buat gegayaan (maap saya curhat.. hahaha)

  2. Amin… Ini smw tergantung keseriusan masing2 tim dan penyelenggara ibl.

    Dari hal kecil deh. Qt para fans ibl susah bgt tuh nyari merchandise ibl atau tim2 tertentu. Pdhal kalo mw digarap serius, bs jd bisnis yg menguntungkan. Dan bs jd mempromosikan ibl juga. Soalnya kalo gw pake kaos2 team(biasanya dpt gratisan hsl lmparan pmain d lapangan) banyak tmen yg nanya, itu kaos apa? Tim apa? Ibl apaan c? Biasanya gw lngsung jelasin itu smw. Bs jd promosi kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s