Spirit ’99 Akan Membakar Semangat Satria Muda Hadapi KL Dragons Malaysia

Melalui tweetnya, Satria Muda Britama Jakarta mewartakan sesuatu yang membuat gw bertanya-tanya ketika membacanya, “”Spirit 99″ will be the theme on match SM BritAma vs KL Dragon on 23 Jan 2010…” Barangkali teman-teman pun bertanya-tanya, apa maksud dari tema “Spirit ’99” itu.

Melalui e-mail, Satria Muda menjelaskan kepada gw apa makna di balik tema “Spirit ’99”.

“Spirit ’99 adalah tema yang akan diusung Satria Muda pada pertandingan terakhir di babak penyisihan ASEAN Basketball League (ABL) 2010 tanggal 23 Januari 2010 mendatang melawan KL Dragon Malaysia. Maksud dari Spirit ’99 adalah, Satria Muda ingin membangkitkan semangat kemenangan dengan sedikit flashback ke tahun 1999 di mana pada tahun Satria Muda untuk pertama kali meraih gelar juara dengan menjuarai Kobatama dari yang tahun sebelumnya (1998) hanya menjadi tim degradasi di kompetisi tersebut.

Saat itu tim Satria Muda Britama Jakarta masih bernama Mahaka Satria Muda dan diperkuat oleh para pemain antara lain Amran A. Sinta, Syahrizal Affandi, Iboy Eriano, Fictor G Roring, Wahyu Widayat Jati, Agustinus Sigar, Gagan Rachmat, Bayu Radityo dan beberapa pemain lainnya.

Intinya melalui tema Spirit ’99, Satria Muda ingin membawa atmosfer kemenangan tahun 99 itu di game melawan KL Dragons mendatang. Satria Muda akan memakai kostum dengan logo klasik (lama) sekaligus diharapkan bisa menjadi optimisme Satria Muda untuk kembali mengulang euforia kemenangan pada tahun ‘99 tersebut diajang ABL 2010 kali ini.”

Good luck Satria Muda! :D Beat those Dragons down!!

DBL Indonesia 2010 Dibuka di Aceh! (Upacara Pembukaan Unik, Love It!)

Menpora Tip-Off DBL 2010 di Banda Aceh

Kehebohan basket melanda Aceh. Kemarin (12/1), pertandingan pertama Honda Development Basketball League (DBL) 2010 diselenggarakan di GOR KONI Banda Aceh. Pertandingan itu sekaligus membuka rangkaian kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung di 21 kota, 18 provinsi.

Rangkaian pembukaan Honda DBL 2010 kemarin dimulai pukul 15.30 WIB, didahului dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Menyesuaikan dengan tradisi penyelenggaraan even di Aceh, yang menerapkan Syariat Islam. (Unik kan? Hehee..)

Baru kemudian tim putra SMAN 1 dan SMAN 8 Banda Aceh (yang bertanding pertama) dipanggil masuk ke tengah lapangan. Azrul Ananda, commissioner DBL, lantas mengundang para tamu khusus –dari para partner dan pejabat pemerintahan– untuk ikut berdiri di tengah lapangan. Termasuk di antaranya Andi A. Mallarangeng, menteri negara pemuda dan olahraga RI.

Setelah itu, sesuai dengan tradisi kompetisi, semua penonton diajak berdiri, mendengarkan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya. Para penonton yang ada di tribun kompak ikut menyanyikan lagu kebangsaan tersebut, mengakhirinya dengan tepuk tangan meriah.

Andi A. Mallarangeng lantas secara resmi membuka kompetisi, melakukan tip-off untuk laga pertama tersebut. “Saya ingin melihat antusiasme di Aceh pasca tsunami. Rekonstruksi di Aceh juga harus termasuk rekonstruksi di dunia olahraga,” ujar Andi. “Saya yakin, Honda DBL sebagai liga basket pelajar terbesar di Indonesia, akan menjadi awal kebangkitan olahraga di Aceh, terutama bola basket,” lanjutnya.

Lukman Hasibuan, ketua Pengprov Perbasi Aceh, menyebut Honda DBL 2010 ini sebagai ajang olahraga terbesar dan termegah di Aceh, di luar sepak bola. “Momen seperti ini sangat dinantikan oleh insan basket di Aceh. Semoga akan berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.

Menurut Lukman, di Aceh sebenarnya tidak ada gedung basket. Setelah tsunami pada akhir 2004 lalu, GOR KONI digunakan untuk bulu tangkis. “Saya senang akhirnya ada even basket di sini. Semoga dengan ini, pemerintah provinsi tergerak untuk membangun sarana basket,” paparnya.

Pihak DBL Indonesia, bersama panitia setempat dari harian Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), memang harus kerja keras untuk “menyulap” GOR KONI Banda Aceh menjadi stadion basket. Termasuk menerbangkan sepasang ring basket. “Kami berharap ring-nya ditinggal saja di sini, biar bisa kami pakai lagi,” seloroh Lukman.

Berharap Tularkan Semangat

Kemarin, hampir 2.000 penonton menyaksikan empat pertandingan pembukaan. “Hari ini, kami membawa 50 pendukung. Tapi, di pertandingan berikutnya, pasti akan ada ratusan siswa datang,” kata Alfian Andika, siswa kelas XI SMAN 1 Banda Aceh, yang sekaligus jadi komandan suporter sekolahnya.

Tim SMAN 1 kemarin menang telak, 23-5. Hari ini, mereka kembali berlaga melawan SMA Modal Bangsa Banda Aceh. Total 12 sekolah dari Banda Aceh dan Bireuen mengikuti Honda DBL 2010 Aceh Series. “Beda dengan di provinsi lain, kami masih menyelenggarakan kompetisi putra saja di Aceh. Kami berharap tahun depan sudah bisa mempertandingkan tim-tim putri SMA di sini,” ucap Masany Audri, general manager DBL Indonesia.

Harapan tersebut juga disampaikan oleh Nadia Nurfi, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. “Bagus sekali, even basket sebesar dan sehebat DBL mampir di Aceh. Menjadi seri pembuka lagi. Semoga tahun depan di Aceh juga dipertandingkan basket putri,” ucap Nadia, yang kemarin datang mendukung tim SMAN 8 Banda Aceh.

Honda DBL 2010 Aceh Series ini berlangsung hingga Sabtu, 16 Januari mendatang. Kamis besok (14/1), menyusul dibuka Honda DBL seri Sumatera Utara, di GOR Angsapura Medan.

“Tahun lalu, semangat peserta dan penonton saat pembukaan di Papua mampu menginspirasi peserta dan penonton di kota-kota lain. Kami berharap, pada 2010, semangat dari Aceh ini juga bisa terbawa ke kota-kota lain,” ujar Azrul Ananda. (Terima kasih teman-teman DBL Indonesia untuk ceritanya)

Mari Manfaatkan Ketidakpastian Ini

Pada tulisan sebelumnya, gw memberi sebuah gambar ilustrasi berupa tulisan angka “2010” dengan gambar “tanda tanya” yang besar. Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2010 memang masih sebuah tanda tanya yang besar. Akankah ada, ataukah akan segera mati suri sebelum bangkit lagi entah kapan.

Dari kabar di media massa beberapa minggu lalu, pihak penyelenggara IBL 2009 (Mahaka) telah menyatakan mundur. Dan kabarnya, beberapa pihak sudah siap untuk menjadi pihak baru penyelenggara IBL 2010 (DBL, Bakrie, dll). Salah satu pihak kabarnya sudah hampir positif akan menjadi penyelenggara IBL 2010. Tetapi..

Tetapi menurut kabar dari beberapa teman pemain IBL, jika pihak tersebut jadi menjadi pihak penyelenggara resmi IBL 2010, event basket nasional terbesar ini baru akan bergulir pada bulan September atau Oktober. What? Lama amat??

Mari berasumsi bahwa gosip itu benar.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan oleh tim-tim IBL menghadapi ini? Satria Muda Britama Jakarta masih akan mengikuti kompetisi ASEAN Basketball League (ABL) hingga bulan April. 9 tim yang lain?

Jika hanya diisi latihan dan latihan sambil menunggu bulan September, akan terasa lama dan menjenuhkan. Setiap tim IBL harus mencari cara mengatasi potensi kejenuhan ini. Sebuah cara yang tentunya wajib menguntungkan dan tetap membakar api basket Indonesia.

Mari berkegiatan. Seharusnya setiap tim mempersiapkan timnya dengan sebaik mungkin. Bukan hanya mutu permainan tetapi hal-hal yang terkait di sekitarnya. Kalau boleh menyumbang saran, setiap tim sebaiknya membuat kegiatan yang lebih mendekatkan mereka kepada fansnya. Masyarakat.

Mendekatkan diri dengan para fans bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya, mengadakan kompetisi atau kejuaraan kecil untuk para fans, membuka pelatihan basket yang dibimbing oleh para pemain tim, mengunjungi sekolah sembari membawa kampanye-kampanye positif, melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan, dan lain-lain (kita harus meniru NBA dalam hal ini).

Harus diakui, IBL belum sepopuler Indonesian Super League (ISL), liga sepak bola Indonesia. Masih banyak yang belum tahu tim-tim yang berlaga di IBL. Di Bandung saja, masih ada yang belum mengenal Garuda Flexi Bandung. Kekosongan kompetisi (baca: ketidakpastian) ini harus dimanfaatkan oleh tim-tim IBL untuk menjalin hubungan agar lebih dekat dengan masyarakat. Berkenalan, mempopulerkan main basket, bahkan membangun basis massa (agak-agak politis bahasanya).

Kelak, ketika sesuatu yang tidak pasti ini mulai menampakkan sedikit cahaya di ujung gw kegelapan ketidakpastian, setiap tim IBL telah siap dengan mutu permainan yang lebih baik dan pendukung serta fans yang jauh lebih ramai.

Hasilnya, tak ada lagi keluhan, “yah, yang jago masih tim itu-itu saja.” atau “penonton IBL sepi.”

Semoga :)

Maju terus basket Indonesia :D

Mari Galau Bersama Gw :(

Galau hati gw. Sudah hampir pertengahan Januari 2010 dan belum ada kabar yang jelas lewat media massa besar mengenai kepastian digelar atau tidaknya kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2010.

Jadi semakin galau juga memikirkan apa yang dilakukan setiap tim IBL menghadapi ketidakpastian ini. Masih tetap latihan? Masih tetap pasang target? Masih tetap memburu pemain baru dan siap-siap membuang beberapa pemain yang dianggap tidak cocok lagi? Mau bikin stadion markas baru?

Semoga galau ini segera tuntas dengan adanya kepastian dari.. ..hmm dari mana saja lah. Tapi akan tak ada artinya pula jika IBL 2010 nantinya tak jauh berbeda dengan IBL 2009 yang -menurut gw- cukup loyo :)