#2 Karena Menantang (Why I Love Main Basket)

Namanya adalah mas Purwanto (mas Pur). Beliau ini adalah orang pertama yang mengenalkan gw kepada dunia main basket. Mas Pur ini tetangga gw waktu di Mataram, Lombok. Rumah kami berpunggungan. Mas Pur berusia sekitar lima tahun di atas gw.

Sejak dikenalkan oleh mas Pur dengan dunia basket, gw rajin mengunjungi lapangan berukuran 28,65 m x 15,24 m ini. Ikutan nge-shoot dengan anak-anak lain. Dan gw mulai belajar hal-hal baru. Hal paling sederhana dan cukup kecil adalah ketika gw mengenal istilah “bayar”. “Bayar” berarti kita harus kembali memberikan bola kepada anak yang nge-shoot selama dia nge-shoot di luar area kunci. Bola yang tidak masuk diperebutkan oleh anak-anak yang lain. Sebuah latihan ringan namun menantang dalam memperebutkan bola pantul (rebound).

Sejak awal, permainan ini sudah menantang bagi gw. Tantangan pertama tentu saja berusaha memasukkan bola, mendribel bola, rebound, dan hal-hal mendasar lainnya. Tantangan kedua adalah ketika untuk pertama kali gw diajak bermain lima lawan lima. Gw nggak ingat kapan tepatnya, tapi sensasinya masih terbayang sampai sekarang.

Ketika sudah mulai sedikit mengerti cara bermain dan aturan-aturan dasar tentang main basket, tantangan lain adalah bertemu anak-anak lain dan tim-tim dengan kemampuan yang berbeda-beda. Seru. Ada rasa deg-deg-an ketika menghadapi lawan yang peta kekuatannya sama sekali tidak kita ketahui. Namun juga ada rasa percaya diri yang selangit ketika keyakinan akan kemenangan seperti kalimat istilah “piece of cake” bagi orang bule.

Semakin ke sini, gw semakin menyadari. Tantangan main basket ternyata semakin banyak. Nggak terbatas hanya di dalam garis putih side lines dan back lines. Main basket semakin memperlihatkan bahwa ternyata permainan ini nggak sekadar permainan. Lebih. Tantangannya melebihi luas lapangannya. And I love it.

Iklan

2 pemikiran pada “#2 Karena Menantang (Why I Love Main Basket)

  1. wahahaha ditempatku gakk ada istilah gitu bang, adanya cuma kalo kita berhasil nembak dan masuk, bola langsung dibalikin ke yg berhasil nembak tadi.

    maklum basket kampung!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s