Selamat! Universitas Surabaya (Ubaya) Juara Libamanas 2009

Juara bertahan STIE Bhakti Pembangunan akhirnya harus menyerahkan mahkota juara kepada yang lebih layak tahun ini, Universitas Surabaya! Ubaya menyudahi perlawanan STIE BP dengan kedudukan akhir 78-74.

Partai final yang diadakan di Hal Basket Senayan Jakarta kemarin menunjukkan betapa pertahanan yang sembrono sangat mudah dikunci dan dikalahkan oleh sebuah permainan yang solid. Anak-anak Ubaya membuktikannya! Selamat!

ABFI Perbanas juara Libamanas 2009 Putri

Pada final putri ABFI Perbanas mengalahkan Ubaya 68-51 dan menjadi juara.

Garuda Flexi Bandung dan Aspac Jakarta Melaju (Hari 1 Turnamen IBL Pool B)

(dua wartawan Mainbasket yang gak bawa kamera karena hujan gede banget di Bandung dan takut kameranya kebasahan..hohoo –eh perhatikan gambar dan tulisan di t-shirt mereka. Aha!)

Walau tak banyak disaksikan penonton yang memang lebih menunggu pertandingan antara Garuda Flexi Bandung kontra Stadium Bhinneka Solo, pertandingan antara Bima Sakti Nikko Steel Malang melawan Aspac Jakarta sangat sengit. Kejar-mengejar angka terjadi hingga kuarter 3. Pada kuarter 1, Bima Sakti hanya tertinggal 3 angka, 16-13. Bima Sakti bangkit dan membalas dengan menutup kuarter 2 dengan skor 27-29, unggul dua angka di atas Aspac.

Bima Sakti mulai kehilangan konsentrasi pada kuarter 3 dan tertinggal cukup jauh, 50-35. Kecemerlangan para pemain muda Aspac menutup pertandingan dengan skor 74-61.

Garuda Flexi Bandung bermain santai

Di hadapan pendukung sendiri yang memenuhi GOR C-Tra Arena, Mario Wuysang, yang banyak menjadi pengatur serangan beserta Denny Sumargo cs, bermain cukup tenang ketika mengalahkan Stadium Bhinneka Solo yang dinakhodai pelatih kepala mantan pemain Garuda, A. Winar (Coach Ahang).

Teriakan-teriakan coach Ahang dari sisi lapangan malah lebih membuat para pemain Stadium kebingungan menghadapi gempuran Mario Wuysang dkk. Lolik bermain sangat dahsyat dan mengemas 13 angka. Mario Wuysang memimpin raihan angka dengan mengoleksi 22 poin dan 3 assist. Disusul Indra Bagong 15 angka dan Denny Sumargo 8 poin.

Garuda membungkus kemenangan telak atas Stadium Bhinneka 70-47.

Dari Jakarta (pool A)

Satria Muda BritAma Jakarta mengalahkan Nuvo CLS Knights Surabaya dengan kedudukan 64-56. Tim panas lainnya, Pelita Jaya Esia Jakarta juga membanting MUBA Hangtuah Indonesia Muda dengan skor 88-38.

Garuda Flexi Bandung dan Aspac Jakarta Siap Menggebrak Turnamen IBL 2009 Pool B

Garuda Flexi Bandung tampil berlatih dalam skuad penuh! Minus Kelly Purwanto tentunya yang hengkang ke Pelita Jaya Esia Jakarta. Garuda juga terlihat sangat meyakinkan. Shooting-shooting selalu masuk! Mario Wuysang, Denny Sumargo, Andre Tiara, Lolik, dan kawan-kawan tak pernah terlihat lebih kompak! Mereka terlihat sangat-sangat yakin!!

Gepeng jelas tak terlihat dalam latihan resmi Aspac Jakarta sore tadi karena memang sudah pindah ke Pelita Jaya Esia Jakarta. Barangkali gw terlewat mengenai berita kepindahan atau apapun, sore tadi gw juga tidak melihat Rikko dan Xaverius. Satu hal yang jelas, Aspac Jakarta terlihat santai namun fokus dalam berlatih.

(Maafkan kualitas kamera handphone gw yang masih bertaraf kampungan..hehe)

4 Tim Besar yang Akan Melaju di Turnamen IBL 2009 (Prediksi Gw)

Atas beberapa alasan di bawah ini, gw menjagokan empat tim yang akan melangkah ke semi final Turnamen Indonesian Basketball League 2009.

Garuda Flexi Bandung

Sang juara bertahan Turnamen IBL yang mengalahkan Satria Muda BritAma di final Turnamen IBL 2008. Selain sebagai juara bertahan, Garuda adalah tim yang tengah sakit hati atas kegagalan mereka pada kompetisi 2009 lalu (Turnamen ini akan menjadi ajang balas dendam mereka). Hengkangnya Kelly Purwanto tidak terlalu berpengaruh pada tim ini karena Andre Tiara dikabarkan telah kembali ke performa terbaiknya.

Aspac Jakarta

Tim yang puas sebagai runner-up pada kompetisi lalu ini berhasil memupuk dengan baik para pemain mudanya. Xaverius dan Pringgo menjelma menjadi dua orang pemain yang sangat ditakuti di liga. Jangan lupa pertahanan mereka sangat kokoh selama Isman Thoyib masih menjadi “satpam” di bawah ring. Walau sempat kalah dari Pelita Jaya Esia Jakarta pada ajang Mennegpora Cup di Palembang beberapa hari lalu, bukan berarti mereka sudah habis.

Pelita Jaya Esia Jakarta

“Kembalinya si anak hilang” Kelly Purwanto entah bagaimana menambah kepercayaan diri tim yang sangat berbenah menghadapi musim kompetisi 2010 nanti. Si “bayi ajaib” Andi batam pun semakin ajaib performanya. Suntikan pemain baru, Koming yang baru dibeli dari Bima Sakti Nikko Steel Malang juga menyuntikkan energi ekstra bagi tim kebanggaan keluarga Bakrie ini. Sejujurnya, Pelita Jaya Esia Jakarta saat ini lebih menakutkan daripada Satria Muda BritAma Jakarta.

Nuvo CLS Knights Surabaya

Selama beberapa tahun ke belakang, belum ada tim lain di IBL yang mampu menggusur predikat “kuda hitam” dari Nuvo CLS Knights Surabaya. Tahun lalu, Pelita Jaya Esia Jakarta merasakan ketenangan membunuh CLS Knights di babak play-off. Saat itu, CLS Knights melaju ke babak empat besar bersama Garuda, Satria Muda, dan Aspac. Tim asal Kota Pahlawan ini juga baru menuntaskan latih tanding mereka ke China. Walau selalu kalah pada setiap pertandingan persahabatan di China, CLS Knights mengaku membawa “kejutan” berupa pelajaran berharga yang siap digunakan untuk membungkam tim-tim IBL yang lain.

———

Tak ada Satria Muda BritAma Jakarta?

Mereka lebih memfokuskan diri pada liga ABL (ASEAN Basketball League). Gw rasa pemain yang turun di Turnamen IBL lebih banyak pemain lapis kedua. Teknik bermain lapis kedua boleh dibilang sejajar di antara pemain SM yang lain, namun mental dan pengalaman bertanding sangat-sangat diragukan.

Jadwal Pertandingan Turnamen IBL 2009 (24-28 November 2009)

Pool B. Bandung (GOR C-Tra Arena, Cikutra, Bandung)

Selasa, 24 November 2009

16:00 – 18:00 Aspac Jakarta vs Bima Sakti Nikko Steel Malang
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Stadium Bhinneka Solo

Rabu, 25 November 2009

16:00 – 18:00 Citra Satria Jakarta vs Aspac Jakarta
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Bima Sakti Nikko Steel Malang

Kamis, 26 November 2009

15:00 – 17:00 Bima Sakti Nikko Steel Malang vs Citra Satria Jakarta
17:00 – 19:00 Aspac Jakarta vs Stadium Bhinneka Solo

Jumat, 27 November 2009

16:00 – 18:00 Bima Sakti Nikko Steel Malang vs Stadium Bhinneka Solo
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Citra Satria Jakarta

Sabtu, 28 November 2009

16:00 – 18:00 Stadium Bhinneka Solo vs Citra Satria Jakarta
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Aspac Jakarta

——

Pool A. Jakarta

Selasa, 24 November 2009

16:00 – 18:00 Satria Muda BritAma Jakarta vs Nuvo CLS Knights Surabaya
18:00 – 20:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Muba Hangtuah IM Palembang

Rabu, 25 November 2009

16:00 – 18:00 Angsapura Evalube Medan vs Satria Muda BritAma Jakarta
18:00 – 20:00 Nuvo CLS Knights Surabaya vs Pelita Jaya Esia Jakarta

Kamis, 26 November 2009

15:00 – 17:00 Nuvo CLS Knights Surabaya vs Muba Hangtuah IM Palembang
17:00 – 19:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Angsapura Evalube Medan

Jumat, 27 November 2009

16:00 – 18:00 Angsapura Evalube Medan vs Nuvo CLS Knights Surabaya
18:00 – 20:00 Muba Hangtuah IM Palembang vs Satria Muda BritAma Jakarta

Sabtu, 28 November 2009

16:00 – 18:00 Muba Hangtuah IM Palembang vs Angsapura Evalube Medan
18:00 – 20:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Satria Muda BritAma Jakarta

Polisi Sebelas-Dua Belas dengan Wasit (Streetball, Contoh Anarkisme yang Baik?)

Sekuat apapun polisi berusaha memperbaiki citranya di mata masyarakat saat ini (kalau memang ada usaha untuk itu), lebih kuat lagi kecenderungan menghancurkan citra polisi yang dilakukan oleh polisi sendiri.

Posting ini terinspirasi suatu kala ketika gw keluar dari rumah pagi-pagi sekali. Gw perhatikan jalanan sangat ramai oleh orang-orang yang tengah menuju tempat kerja. Polisi berada di setiap sudut jalanan untuk memastikan jalanan tetap lancar.

Tugas polisi pagi itu sangat mulia. Mereka membantu masyarakat. Namun di mata gw -yang kebetulan sedang sinis- gw tidak melihat polisi semulia itu. Gw merasa polisi berada di setiap pojok jalan hanya untuk menunggu kesalahan pengguna jalan sehingga mereka dapat memberi tilang, dan dapat duit sogokan!

Kalian boleh tidak setuju dengan kata-kata gw. Namun itulah yang gw rasakan. Keberadaan polisi di suatu tempat alih-alih memberi rasa aman malah lebih membuat suasana menjadi mencekam.

Kekesalan gw terhadap polisi sedikit bertambah ketika seorang oknum polisi menulis pada status facebook-nya sebuah kalimat yang sangat menyebalkan dan menyakitkan yang kurang lebih berisi “polisi tidak butuh masyarakat, masyarakat yang butuh polisi.” (kepolisian kemudian dengan percaya diri –yang membuat mereka terlihat semakin bego– mengatakan bahwa akun anggotanya itu dibajak, –yeah right!).

Polisi ibarat wasit di dalam permainan basket

Wasit. Posisinya tehormat. Apapun keputusan yang keluar dari wasit selalu dihormati oleh pemain, walau terkadang keliru. Ini bisa terjadi karena wasit memiliki wibawa karena ia menjalankan tugasnya tanpa tujuan lain selain memimpin, mengawasi permainan agar berjalan sesuai aturan.

Gw tertarik pada pernyataan tolol “polisi tidak butuh masyarakat, masyarakat yang butuh polisi” yang katanya ditulis oleh pembajak tersebut (Urrgghhh..gw bisa banget nih berargumentasi bahwa akun facebook yang dibajak itu hanya akal-akalan untuk menyelamatkan muka doang. Tapi nanti malah kepanjangan tulisan ini.). Benarkah masyarakat butuh polisi? Jika masih dalam analogi polisi kurang lebih sama dengan wasit, benarkah sebuah permainan basket membutuhkan wasit?

Entah mengapa pertanyaan ini menggiring gw menjadi seorang pembela anarkisme. Anarkisme yang gw maksud bukanlah anarkisme dalam paham sempit yang populer digunakan di media pada umumnya yang hanya selalu digambarkan sebagai wakil dari brutalisme dan kekacauan. Anarkisme yang gw maksud adalah anarkisme yang ideal. Sebuah kondisi di mana aturan telah dipahami dan ditaati bersama tanpa perlu adanya pengawas atau penegak hukum.

Mungkinkah? Mari lihat permainan basket jalanan. Streetball istilah kerennya. Semua pemain adalah orang-orang yang telah paham tentang aturan dan cara bermain basket yang baik dan benar. Streetball adalah lahan melatih kejujuran. Ketika seorang pemain melakukan pelanggaran (foul), yang dilanggar akan berteriak bahwa ia telah dilanggar (fouled). Pelanggar dengan sukarela mengakui. Permainan berlanjut kembali. Ketika seorang pemain terlihat melakukan kesalahan, pemain lain akan menunjukkan kesalahan tersebut dan yang melakukan kesalahan dengan legawa menerimanya. Tidak ada wasit. Tidak butuh wasit!

Jika ada yang baru belajar basket, pemain-pemain lain membantu membimbing. Tak ada usaha untuk menipu atau membuat pemain yang baru belajar tersebut terus tenggelam dalam ketidaktahuannya sehingga terus-menerus melakukan kesalahan.

Permainan berjalan dengan seru, indah, dan ada yang menang dan kalah dan semua pemain senang dan bahagia. Inilah anarkisme yang ideal. Saking idealnya, banyak orang menganggapnya utopia. Utopia? Hmm, adakah polisi pada masa Nabi Muhammad Saw dulu?

“Federalisasi sukarela sebagai prinsip organisasi nasional” barangkali terdengar terlalu berat. Tetapi pernyataan bahwa gw rasa semua orang harus mengetahui etika dan perannya di dalam masyarakat dan sadar akan konsekuensinya bila melanggar adalah sebuah kalimat yang lebih mudah dimengerti. Mihkail Bakunin, sang bapak anarkisme barangkali mengangguk setuju. Sedangkan, kita-kita masih tetap akan menganggapnya sebagai sebuah utopia.

Jadi, apakah masyarakat butuh polisi? Hmm, gw rasa pertanyaan ini sebelas-dua belas dengan pertanyaan apakah kita butuh wasit untuk bermain basket?