Denny Sumargo, Love Him or Love Him More (Wawancara Singkat dengan Denny Sumargo)

Salah satu pemain paling baik di Indonesian Basketball League yang bermain untuk Garuda Flexi Bandung ini ngobrol sedikit dengan gw tentang Garuda dan dirinya. (cetak tebal adalah pertanyaan gw)

Potensi Garuda di tahun 2010?

no comment

Pengaruh kepergian Kelly?

Gak ada

Kelebihan Garuda?

Garuda memiliki pemain-pemain yang berpengalaman dan bagus-bagus.

Kekurangan Garuda?

Pelatih kurang mampu meramu dan mengoptimalkan potensi individu setiap pemain Garuda.

Pemain terbaik IBL saat ini?

Gw suka Riko (terakhir main untuk Aspac Jakarta), sayang dia sudah berhenti. Gw respek sama Romy Chandra (Pelita Jaya Esia Jakarta).

Ada lagi?

Gw. (Denny tersenyum)

Hal yang membuat bisa sampai pada posisi sekarang?

Tuhan. (senyum lagi)

Lu pemain yang egois.

Terserah orang bilang apa, silahkan lihat statistik permainan gw.

Hal tidak menyenangkan saat bermain/bertanding basket?

Ketika orang sudah tidak lagi bermain menggunakan hati. Ketika orang-orang hanya bermain semata karena ini adalah pekerjaannya. Gw gak suka.

Pelajaran berharga dari bermain basket?

Attitude, disiplin.

Mimpi yang belum tercapai?

Menikah.

“UGLY Win 2day, but its a Win.” Mario Wuysang via Twitter (Hari 4 Turnamen IBL 2009)

Sedari kuarter pertama, Garuda terlihat malas-malasan. Entah siapa yang bertugas menyuntikkan motivasi ke tim ini sehingga Garuda terlihat sangat meremehkan Citra Satria atau malah mungkin kualitas permainan Garuda memang sudah sangat merosot.

Kuarter pertama jelas menjadi milik Citra Satria. Kelemahan pertahanan yang sebenarnya lebih karena keengganan dalam menjaga daripada sebuah pertahanan kokoh yang memang berhasil ditembus membuat Citra Satria menutup kuarter pertama dengan keunggulan kedudukan 17-12.

Harapan bahwa Garuda bermain baik pada kuarter kedua tidak terjadi. Justru Citra Satria semakin panas. Ofisial dan para pemain cadangan mereka tanpa henti memberi semangat mengalahkan penonton GOR C-Tra yang mendukung Garuda. Citra Satria masih unggul dengan skor 25-24.

Masuknya Agustinus D. Sigar pada kuarter ketiga memberi tenaga baru bagi Garuda. Pemain yang sepertinya sudah mulai dipandang sebelah mata oleh Coach Ebos ini menyarangkan dua kali tembakan tiga angka berturut-turut untuk membawa Garuda perlahan-lahan unggul. 43-41 untuk keunggulan tipis Garuda menutup kuarter 3.

“UGLY Win 2day, but its a Win.” yang diungkapkan Mario via twitter-nya sangat-SANGAT mewakili permainan buruk Garuda petang tadi. Skor akhir 56-51 untuk kemenangan buruk Garuda Flexi Bandung.

Bima Sakti Nikko Steel menang berkat buzzer beater Danny Harahap!

Pertandingan bersisa 7 detik ketika Bima sakti memegang kendali bola dan tertinggal 45-47 dari Stadium Bhinneka. Danny yang biasanya beroperasi di bawah ring tanpa disangka-sangka melakukan tembakan 3 angka dan masuk pada sisa 1 detik terakhir dan membawa Bima Sakti menang 48-47. Selamat Bima Sakti. Bravo Danny Harahap!

(Foto Mario bukan dari pertandingan tadi, sorry..hohoo)