Tulisan Pertama Gw Untuk Media Massa Besar (Jawa Pos, 8 November 2009)

Senang sekali :)

HalamanBukuIdan

Ini tulisan lengkapnya.

Gebrakan Baru dari Surabaya, DBL The Magazine 2009-2010

Ketika dua kali mengunjungi Surabaya untuk menyaksikan NBA Madness yang menghadirkan bintang tamu pemain NBA New York Knicks, David Lee dan saat mengikuti rangkaian kegiatan Indonesia Development Camp 2009 yang salah satunya dipandu oleh bintang Sacramento Kings, Kevin Martin, selama itu pula saya selalu melahap lembar-lembar koran Jawa Pos yang mewartakan berita-berita dan cerita-cerita seputar Deteksi Basketball League (DBL). Rasanya tak habis-habis cerita yang bisa diangkat dari liga basket antar pelajar terbesar di Indonesia ini. Mulai dari laporan dan catatan pertandingan, profil pemain, kegiatan di luar lapangan, hingga kehebohan-kehebohan lain yang selalu mewarnai penyelenggaraan pertandingan DBL.

Kerakusan saya dalam mengkonsumsi cerita-cerita seputar DBL sebenarnya tak lepas dari keterlambatan saya dalam mengenal liga ini. Saya baru mengenal DBL setelah ia berusia empat tahun.

Berada di Surabaya sembari selalu menikmati cerita-cerita seru seputar DBL membuat saya berpikir, “Saya seharusnya menggunting potongan-potongan berita dan cerita ini, beli buku gambar kosong, dan kemudian membuat kliping!” Saya tersenyum sendiri membayangkan apakah masih ada saat ini orang yang masih membuat kliping. Di internet sih ada, istilahnya bukan kliping tapi bookmarking.

Koran memiliki kecenderungan untuk dibuang atau disisihkan setelah dibaca. Majalah mendapat tempat yang lebih istimewa karena bentuknya yang praktis dan tampilan fisiknya yang menarik. DBL seharusnya merangkum kegiatannya dalam bentuk majalah yang terbit dengan kala tertentu, pikir saya waktu itu. Tentu saja apa yang saya pikirkan sudah menjadi bahan pertimbangan DBL jauh-jauh hari.

Awal bulan Oktober lalu, DBL akhirnya mengeluarkan majalahnya. Sebuah gebrakan baru lagi dalam dunia basket Indonesia (bahkan dunia olahraga Indonesia). Sebuah liga olahraga dengan majalahnya sendiri. Sebagai catatan, Liga Super Indonesia (sepak bola) saja tidak memiliki majalah atau medianya sendiri.

Senyum Danny Granger, Kevin Martin, dan David Lee menyapa ramah edisi perdana DBL The Magazine 2009-2010. Titel utama “Breaking Records!” pada sampul depan mengundang rasa penasaran untuk mengeksplorasi isi majalah segar yang tampaknya memuat banyak hal yang ingin diketahui orang-orang mengenai apa itu DBL.

“Do not go where the path may lead. Go instead where there is no path, and leave a trail.” dikutip oleh Comissioner DBL, Azrul Ananda, dari Ralph Waldo Emerson sebagai kalimat pembuka pada majalah ini. Tersirat semangat keberanian di dalamnya. Salah satu semangat yang selalu menyelimuti semua orang yang terlibat dan terkait dengan DBL.

Halaman selanjutnya diisi cerita Azrul Ananda tentang sejarah lahirnya DBL. Menarik membaca visi sang Comissioner yang memiliki cita-cita yang sebenarnya jauh melebihi batas-batas dari hal-hal yang berkaitan dengan dunia basket.

Foto-foto dokumentasi yang menarik membuat paparan sejarah DBL menjadi tidak membosankan untuk diikuti. Bahkan sejujurnya, tanpa membaca ulasan-ulasan di dalam majalah DBL dan hanya dengan melihat foto-foto dokumentasi yang ada sudah sangat cukup untuk merasakan sensasi dan menjadikannya bahan obrolan dengan teman-teman yang belum maupun telah mengenal DBL.

Artikel “Matahari Terbit Lebih Dulu di Papua” pada halaman 19 yang kemudian dilanjutkan dengan “Tak Harus di Jakarta Tak Perlu Juara Nasional” di halaman 21 menjadi cerita unik tersendiri bagaimana sebuah kegiatan besar tak melulu harus berlangsung di Ibu Kota dan bibit potensial olahraga bisa berasal dari mana saja bahkan dari sebuah kota yang selalu dianggap potensial namun pula tak pernah tidak diabaikan.

Cerita-cerita seputar kedatangan tiga pemain NBA; Danny Granger, David Lee, dan Kevin Martin juga tak luput dari majalah ini. Brooks Meek (Senior Director Basketball Operations International NBA), Neal Meyer (Asisten Pelatih, Cleveland Cavaliers), Joe Prunty (Asisten Pelatih, Portland Trail Blazer), dan Martin Conlon (NBA Clinician) memberikan kesan-kesan mereka terhadap DBL di halaman 92.

Seperti halnya pernyataan Azrul Ananda pada kalimat pembuka majalah ini “Kalau mau ditulis dalam bentuk buku, panjangnya bisa ratusan halaman.” Demikian pula cerita singkat mengenai DBL The magazine 2009-2010 ini. Resensi ini hanya menceritakan mungkin tak lebih dari 5% isi majalah secara keseluruhan.

Pin-up para pemain NBA di Surabaya, profil pemain-pemain unggulan DBL, kegiatan-kegiatan di luar lapangan basket, penghargaan dari Muri dan Ketua Umum Perbasi, cerita tentang DBL Arena yang megah, kisah perjalanan pemain-pemain DBL dalam menimba pengalaman ke Australia, cerita mengharukan dan membahagiakan semuanya tertuang di dalam majalah setebal 128 halaman ini. DBL The Magazine bahkan memuat bonus panduan 30 tim NBA 2009-2010.

Jika cerita-cerita dan foto-foto seputar DBL di dalam majalah ini terbilang sangat memuaskan, maka jangka waktu penerbitan majalah yang kabarnya hanya terbit pada setiap akhir musim tentu saja membuat masa menunggu akan sangat terlalu lama. Menunggu itu menyebalkan. Apalagi menunggu terbitnya edisi kedua dari majalah yang sangat keren ini.

Iklan

8 pemikiran pada “Tulisan Pertama Gw Untuk Media Massa Besar (Jawa Pos, 8 November 2009)

  1. Salam, baru hari ini saya sempat membaca tulisan di Jawa Pos Anda. Kalimat yang menarik : Saya tersenyum sendiri membayangkan apakah masih ada saat ini orang yang masih membuat kliping. Di internet sih ada, istilahnya bukan kliping tapi bookmarking. Saya juga tersenyum, sebab SAYA MASIH MEMBUAT KLIPING SAMPAI HARI INI, walau saya juga rajin memborong BLOG BLOG dan mengkoleksi gambar-gambar foto yg dibuat dengan kamera digital.

    Koleksi saya terbatas pada SUPERHERO dan GAMBAR FANTASI (film fiksi, tokoh game, dst). Jumlahnya hampir 12 ribu gambar, dan BENAR BENAR KERTAS (kliping).

    Punya mimpi, suatu hari, KLIPING-KLIPING ini berguna untuk ‘generasi mendatang’ sesudah kita. Sukses buat Anda!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s