“Siraman Air yang Membangunkan” DetEksi Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2009

DBL Australia Games Logo

Pelajaran dari Tim Terbaik

Tim DetEksi Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2009 mendapat “siraman air yang membangunkan” pada laga pemanasan kedua di Eaton Recreation Centre, Bunbury, Australia Barat. Tadi malam (21/10), tim putra dan putri sama-sama kalah telak di tangan South West Academy of Sport (SWAS). Tim putri kalah 16-53, tim putra 26-86.

“Kalau mau cari alasan, sebenarnya banyak. Pertama, ini pertandingan serius pertama anak-anak di Australia. Kedua, suhu udara sangat dingin. Ketiga, anak-anak lelah setelah pagi latihan dan perjalanan bus tiga jam. Keempat, kalah postur. Kelima, tim lawan kami (SWAS, Red) adalah juara negara bagian tiga tahun berturut-turut,” kata Azrul Ananda, Commissioner DBL yang mendampingi tim di Australia.

DBL Australia Games

“Tapi, kami merasa kekalahan ini penting. Karena ini membuat anak-anak bangun. Membuat mereka lebih fokus mengatasi kelemahan, menghadapi pertandingan internasional lawan tim Western Australia Sabtu nanti (24/7, Red),” tambah Azrul. Azrul menjelaskan, tim DBL All-Star tahun lalu juga mengalami hal yang sama. Kalah telak pada pertandingan pemanasan. “Waktu itu, tim jadi sangat fokus dan bermain habis-habisan pada laga-laga selanjutnya. Setelah itu selalu tampil memuaskan meski selalu kalah tipis. Usai pertandingan, tim langsung berkumpul, sepakat ingin membuat cerita yang indah ketika nanti pulang ke Indonesia,” lanjutnya.

Ucapan penyemangat juga datang dari kubu SWAS. “Mereka bermain seperti layaknya pemain Asia, speed. Tapi sayangnya, mereka kalah power di bawah ring. Pergerakan mereka dengan banyak bermain outside sebenarnya cukup menyulitkan kami. Beruntung kali ini sentuhan tembakan mereka belum seratus persen,” ujar Greg Worthington, pelatih kepala tim putra SWAS.

Kapten tim putra SWAS Jeremy Paull menambahkan, tim DBL Indonesia All-Star sebaiknya bermain lebih berani. ”Berani menembak, jangan ragu. Tembakan ragu tidak akan membuahkan poin. Kadang, melakukan drive inside juga perlu. Percayalah, kami juga manusia yang bisa melakukan foul. Itu pasti bisa dimanfaatkan,” paparnya. Meski laga melawan SWAS kemarin bukan merupakan pertandingan resmi, sejak awal pertandingan dibuat semiformal.

Sebelum dimulai, lagu kebangsaan kedua negara, Indonesia Raya dan Advanced Australia Fair, dikumandangkan. Laga pemanasan tersebut juga dinikmati penonton yang datang mengisi tribun Eaton Recreation Centre. ”Ini pertandingan internasional pertama yang diselenggarakan di sini. Saya sangat senang daerah di luar Perth bisa didatangi tim negara lain. Tentu saja ini bukan soal menang dan kalah. Pembinaan di sini sudah beberapa tahun lebih maju,” tutur Jane Watkins, warga Bunbury.

Beberapa warga Indonesia yang tinggal di Bunbury juga ikut menyaksikan laga tersebut. Salah satunya, Nela Sidabutar yang berasal Medan, Sumatera Utara. ”Tadi saya melihat siaran televisi. Ada tim Indonesia bertanding. Nggak mungkin saya lewatkan. Sambil mengobati rasa kangen dengan Indonesia,” cerita Nela. (dat)

Satu pemikiran pada ““Siraman Air yang Membangunkan” DetEksi Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s