Mengejar WNBA *Tamara dan Claire Top Skor DBA U-18

DBL Australia Games Logo

SURABAYA – Pertandingan antara tim Darwin Basketball Association (DBA) U-18 versus DBL Indonesia All-Star Sabtu (17/10) mendatang di DBL Arena Surabaya bakal sangat seru. Sebab, penonton bisa menyaksikan langsung dua bintang tim putri DBA yang tengah membidik karir di Women National Basketball Association (WNBA), liga basket wanita paling bergengsi di Amerika Serikat (AS).

Mereka adalah Tamara Sheppard dan Claire O’Bryan. Kedua gadis ini memang masih sangat muda. Tamara 15 tahun, sedangkan Claire 16. Tapi, skill yang di atas rata-rata membuat mereka optimistis mampu menembus persaingan di level tinggi. Sabtu nanti penonton akan disuguhi preview kualitas pemain yang pantas berlaga di WNBA.

Untuk masuk WNBA, jalannya tidak mudah. Tamara dan Claire sadar betul itu. Tapi, keduanya mengaku optimistis karena beberapa hal. Pertama, soal fisik. Saat ini, mereka memang belum memenuhi kualifikasi untuk bersaing di AS. Tamara punya postur 175 cm/69 kg, sedangkan Claire 179 cm/57 kg.

Australia Games 2009

”Tapi kami masih dalam masa pertumbuhan. Saya yakin kami masih bisa bertambah tinggi,” ucap Claire.
Kedua, mereka yakin punya kombinasi yang disyaratkan oleh setiap kompetisi level tinggi. Yakni skill dan kemauan kerja keras. ”Saya punya bakat turunan dari orang tua. Lalu, saya juga berlatih keras untuk meningkatkan permainan. Saya tiap hari main basket lho,” terang Tamara. Claire, meski jadwalnya tidak seketat Tamara, juga punya jam latihan tinggi.

Selain latihan secara mandiri, keduanya sudah ancang-ancang mengambil langkah besar. Kebetulan, dua gadis itu sama-sama lulus high school tahun depan. Mereka akan meninggalkan Australia, dan boyongan ke AS demi menuntut ilmu di college yang punya tradisi basket bagus di Negeri Paman Sam.

Tamara mengaku belum belum tahu destinasi pasti dia di AS, tapi kemungkinan besar dia akan mengasah kemampuan di Oregon State University. ”Dari yang saya dengar dari teman-teman, dan relasi-relasi ayah, katanya college basket di Oregon sangat bagus. Itu benar-benar langkah besar yang semakin mendekatkan saya ke WNBA,” tegasnya.

Sedangkan Claire belum memutuskan. Saat ini, dia masih mencari tempat yang menawarkan beasiswa. ”Bagi saya, pendidikan sangat penting. Jadi saya ingin mencari universitas di mana saya bisa mengembangkan skill basket, sekaligus mendapatkan pendidikan yang bagus,” tutur peminat ilmu psikologi itu.

Dalam dua hari warm up game, mereka sudah mulai unjuk kebolehan. Mereka bergantian menjadi top skor DBA. Di laga pertama melawan SMA St Louis 1 Surabaya Selasa lalu (13/10), Claire yang unjuk gigi dengan 24 skor. Tamara menguntit di belakangnya, hanya satu poin lebih rendah.

Hal yang sama terulang di warm up game kedua melawan tim putri UK Petra. DBA merajalela dan mengakhiri pertandingan dengan skor supertelak 143 – 15. Kali ini giliran Tamara yang memimpin perolehan skor dengan 46 poin, disusul Claire yang membukukan 32 poin.

”Secara umum, penampilan anak-anak memang meningkat pesat dibanding warm up game perdana. Semua main fun dan rileks, sehingga akurasi ikut meningkat,” terang Allan Hilzinger, pelatih tim putri.

Tim putra DBA juga mempecundangi UK Petra dengan skor 60-42. Tapi, kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. UK Petra tidak pernah menyerah mengejar ketertinggalan. Setelah tertinggal 7-12 di kuarter pembuka, Chamellus Julio dkk meningkatkan serangan sampai bisa mempertipis margin poin menjadi 25-26 di akhir kuarter kedua. (na/ang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s