DBL Indonesia All-Star dan DBA U-18 Menang pada Warm Up Games

DBL Australia Games Logo

SURABAYA – Kontestan DetEksi Basketball League (DBL) Australia Games 2009 unjuk kebolehan. Dalam warm up games pertama kemarin, semua tim putra dan putri membukukan kemenangan.

Tim Darwin Basketball Association (DBA) U-18 langsung menggebrak kala menghadapi tim basket SMA St Louis 1, Surabaya. Tim putri menang telak 109-12 dan tim putra menang 44-29.

Tim DBL Indonesia All-Star yang akan menjadi lawan DBA U-18 pada DBL Australia Games Sabtu nanti (17/10) juga tidak mau kalah. Tim putra menang 66-56 atas tim basket STIKOMP. Sedangkan tim putri menang telak 70-44 atas DBL U-16.
Warm up games kemarin sebenarnya tidak bisa memberikan gambaran utuh mengenai kekuatan empat tim tersebut. Sebab, fokus dari laga itu baru pemanasan awal untuk menjajaki kekuatan dan kelemahan tim. Namun, kemenangan itu setidaknya bisa menjadi bekal mental yang baik bagi keempat tim untuk melakoni agenda berikutnya. Dan tentu saja, puncaknya pada DBL Australia Games Sabtu mendatang di DBL Arena pada pukul mulai pukul 14.00 WIB.

Australia Games 2009 - Sinlui

Khusus bagi DBL Indonesia All-Star, laga kemarin memberikan banyak masukan kepada pelatih mengenai apa yang kurang dari timnya. Diperkuat pemain gabungan dari 16 kota di tanah air, tim itu bisa mengalami masalah kekompakan. Dalam laga uji coba seperti kemarin itulah, masalah itu dicoba untuk diatasi.

’’Saya melihat mood pemain harus diperbaiki. Mereka lambat panas dan kurang padu dalam menjalankan strategi permainan,’’ kata pelatih DBL Indonesia All-Star Hanindito terkait penampilan tim putri mereka. Pelatih asal SMA Budi Mulia Dua Jogjakarta itu malah lebih puas melihat performa tim putra DBL Indonesia All-Star. Meskipun, mereka hanya menang lima bola. Sebab, tim basket STIKOMP adalah salah satu yang terbaik di Surabaya. Mereka diperkuat lima mantan pemain DBL. ’’Anak-anak baik dalam menyerang maupun bertahan. Akurasi tembakan mereka juga bagus. Saya yakin, kami bisa menang melawan DBA U-18,’’ tandas Hanindito.

Kalau ada kelemahan dari tim pria DBL Indonesia All-Star adalah kesalahan-kesalahan kecil yang diyakini bisa diperbaiki sejalan dengan semakin banyaknya warm up games yang dilakoni. ’’Anak-anak juga masih banyak melakukan turn over. Penjagaan man to man juga masih kurang. Masih harus diperbaiki lagi,’’ jelasnya.

Di sisi lain, Hanindito memuji semangat bertanding yang ditunjukkan anak asuhannya. Salah satu di antaranya adalah Randika Aprillian Iskandar. Forward asal SMAN 9 Bandung itu bahkan harus mendapat tujuh jahitan di kening karena tersikut oleh rekan setimnya saat sesi latihan pagi hari. ’’Kata dokter, saya sebetulnya tidak boleh main. Tetapi, masak jauh-jauh ke sini saya hanya menjadi penonton. Kan rugi,’’ katanya, lantas tersenyum.

Sementara itu, DBA U-18 sukses memaksimalkan keunggulan fisik mereka untuk memenangi warm up games di SMA St Louis 1, Surabaya. Khususnya pada pertandingan tim putri. Tamara Sheppard dkk yang memiliki tinggi rata-rata 175 cm mampu membuat gugup pemain Sinlui –julukan SMA St Louis 1, Surabaya– yang berpostur imut. Tamara dkk agresif dalam menyerang, sekaligus tangguh dalam bertahan. Pada kuarter pertama, mereka leading 33-4. Dan, pada kuarter ketiga, mereka berhasil memaksa Sinlui scoreless.

Australian Games - SINLUI

Pelatih tim putri DBA U-18 Allan Hilzinger menyatakan puas dengan penampilan timnya. Dia memuji stamina pemainnya yang tidak luntur meski bertanding di bawah terik matahari Surabaya yang menyengat. Pertandingan itu memang diadakan di lapangan outdoor Sinlui. ’’Saya sengaja melakukan rotasi agar mereka bisa mengatur cadangan energi masing-masing. Cuaca memang sangat panas, tapi tidak banyak menghabiskan stamina mereka,’’ tuturnya.

Dari pertandingan tim putra, Sinlui lebih bisa mengimbangi permainan DBA U-18. Ditambah lagi, dari segi postur, Victor Herjanto dkk tidak terlalu jauh berbeda. Kekalahan tim putra Sinlui lebih banyak disebabkan dominasi center DBA U-18 Jonathon Miles yang memiliki tinggi 202 cm.

’’Ini kali pertama kami melawan tim dari negara asing. Baik fisik maupun tekniknya banyak berbeda dengan pemain Indonesia. Jadinya kami agak kaget di awal,’’ terang Victor, kapten Sinlui. ’’Setelah dua kuarter, kami mulai bisa mengimbangi mereka. Tapi, akibatnya, kami malah didikte mereka,’’ lanjutnya.

Meski menang, pelatih tim putra DBA Don Sheppard tidak bisa sepenuhnya gembira. Dia menyesalkan banyaknya peluang mencetak poin yang terbuang karena buruknya akurasi. Ada beberapa sektor yang perlu diperbaiki. Di antaranya, defense dan transisi dari offense ke defense dan sebaliknya. ’’Ini adalah pertandingan yang berat. Apalagi, kami bermain di bawah matahari yang terik. Kami harus membagi konsentrasi antara mengembangkan permainan dan menjaga kondisi fisik,’’ jelas Don.

Sebelum laga puncak Sabtu nanti, tim DBL Indonesia All-Star dan DBA U-18 akan melakoni beberapa warm up games lagi. Dengan bekal skill individual jempolan para pemain, keempat tim akan terus meningkatkan kemampuan dalam beberapa hari ke depan. Dengan demikian, bakal tersaji partai seru dalam DBL Australia Games 2009. (na/nur/ang)

—–

Terima kasih Aziz DBL atas beritanya :)

Iklan

2 pemikiran pada “DBL Indonesia All-Star dan DBA U-18 Menang pada Warm Up Games

  1. semangatt buat dbl all-star yang mewakili putra-putri basket indonesia.
    “meski saya tidak bisa seperti mereka tp saya merasakan semangat mereka yang tak pernah padam untuk menjadi yang terbaik..”
    SUKSES yaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s