“Sampai saat ini basket belum bisa kasih jaminan kita buat hidup.” Setuju?

Komentar salah seorang pembaca pada tulisan sebelum ini. Komentar ini menggelitik gw karena sekitar dua minggu yang lalu melalui surat kabar nasional, Angelique Wijaya pernah berkata bahwa sebaiknya kita membuang jauh-jauh pikiran dalam bentuk kalimat seperti di atas.

kareem_abdul_jabbar_skyhook

Gw lalu melempar topik ini melalui twitter gw dan bertanya kepada followers gw, setujukah mereka jika olah raga (atlet profesional) belum bisa dijadikan sandaran hidup masa depan. Tanggapan pro dan kontra masuk. Sahabat gw Pandji bilang “Ga stuju. Atlit itu kyk rapper. The profession is the leverage. But the money is in the business :) Jadi atlit bisa makmur :)” Penanggap yang setuju pun tak mau kalah dengan memperlihatkan contoh mantan atlet nasional yang nasibnya tidak sebaik saat mereka masih perkasa di arena.

Lalu bagaimana dengan pendapat gw? Gw sangat setuju dengan pernyataan di atas, “Sampai saat ini basket belum bisa kasih jaminan kita buat hidup.” dan sebenarnya gw adalah seorang yang berkeyakinan bahwa di dunia ini tak ada satu profesi pun yang mampu menjamin kelangsungan hidup kita. Jadi bukan hanya dalam dunia main basket atau olah raga, tetapi juga di semua lini kehidupan! Satu-satunya jaminan kepastian adalah ketidakpastian itu sendiri.

Ini adalah isu pendidikan

Michael Jordan dan banyak pemain NBA tetap sejahtera setelah berhenti berkarir di dunia basket. Namun tak jarang pula yang kurang sukses menjalani kehidupan di luar. Di dunia olah raga profesional Indonesia, Ellias Pical sering menjadi contoh. Ia adalah salah satu petinju legendaris Indonesia yang belakangan hidupnya secara ekonomi kurang baik.

Prestasi olah raga kadang-kadang memang tidak ada hubungannya dengan keberhasilan mengelola perekonomian pribadi. Ia membutuhkan keahlian khusus. Kepintaran bahkan keberanian khusus. Para atlet profesional yang masih mengkilap kehidupan ekonominya pasca menjadi atlet tak bisa disangkal adalah orang-orang yang cerdas dalam menghadapi tantangan lain di luar gelanggang olah raga, kehidupan.

Pendidikan adalah hal utama yang harus diperhatikan! Baik oleh sang atlet, pelatih, orang-orang yang terkait dengan dunia olah raga hingga bahkan pemerintah! Seorang atlet dan pemerintah harus memerhatikan pentingnya peranan pendidikan yang baik bagi seorang atlet. Bukan hanya untuk keperluan atlet saat masih berlaga, namun juga ketika ia sudah pensiun menjadi atlet. Pendidikan dan pengetahuan adalah modal.

CLS Knights Surabaya

Adalah sebuah tim peserta IBL yang manajemennya sangat menyadari pentingnya pendidikan. Pada tim-tim lain di IBL pasti ada pemainnya yang masih atau sedang berkuliah maupun tidak berkuliah. CLS Knights mewajibkan semua pemainnya untuk mengenyam bangku kuliah. Wajib!

Gw rasa apa yang dilakukan oleh CLS Knights Surabaya adalah contoh yang baik. Bukan hanya bagi tim peserta IBL lainnya, tetapi juga bagi semua insan olah raga di Indonesia. Tentunya dalam berbagai macam cara yang cocok dengan kondisinya masing-masing.

Lalu apakah kuliah atau pengetahuan juga akan menjamin masa depan sang atlet profesional setelah ia tidak lagi aktif sebagai atlet? Lagi-lagi, tidak ada jaminan kepastian di dunia ini. Pendidikan dan ilmu pengetahuan adalah alat dan modal yang dapat membantu kita menjelajahi dengan sukses rimba belantara kehidupan yang serba tidak pasti ini :D Peace.

I tell kids to pursue their basketball dreams, but I tell them to not let that be their only dream.” Kareem Abdul-Jabbar

Iklan

4 pemikiran pada ““Sampai saat ini basket belum bisa kasih jaminan kita buat hidup.” Setuju?

  1. yap… jadi atlet belom jadi jaminan untuk masa depan. kecuali atlet itu punya suatu kelebihan yang bisa dipergunakan untuk masa depannya, misalnya alan budikusuma sama istrinya yang buka usaha… selebihnya, silahkan bersekolah, karena gimanapun ilmu tetep kepake sih.. hehehe

  2. Saya rasa mereka (orang yang menganggap basket gak bisa jadi jaminan hidup) cuman merasa gak yakin akan hidupnya.

    Coba lihat orang yang ikut2an masuk kuliah, misalnya, yang katanya bakal menjanjikan di masa depan.
    Banyak juga dari mereka yang masih belom sukses dan hidup pas2an setelah dia lulus.

    Tuhan menganugerahi otak dan mental untuk kita.
    2 inilah yang bakal menentukan apakah kita bakal terjamin hidupnya di masa depan atau enggak.
    Jalan mana saja yang dipilih gak ada masalah, yang penting apa yang kita lakukan dan bagaimana melakukannya.

    Jadi harus kreatif…hoho

    :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s