Mengapa Begitu Banyak Lapangan Basket di Indonesia Namun Minim Prestasi?

fb8c0c20ee5b79923bb1355d8edc7d9997e70994_m

Seorang teman yang gw tanyakan tentang hal ini sedikit tidak percaya. “Dari mana lu tahu kalau di Indonesia banyak lapangan basket?” Barangkali kalian juga bertanya hal yang sama dengan teman gw itu.

Sebenarnya, ini hanya asumsi gw saja berdasarkan pengalaman gw dulu. Saat gw SMP, SMP gw punya lapangan basket. Begitu juga SMP-SMP lain. Ketika masuk SMA, SMA gw punya lapangan basket yang bagus walau hanya di luar ruang. Begitu juga SMA-SMA yang lain. Ketika kuliah pun demikian.

Gw berasumsi, semua SMP dan SMA di Indonesia memiliki lapangan basket, baik indoor dan tentunya kebanyakan outdoor. Asumsi gw bisa bahkan mungkin salah. Tetapi, berdasarkan asumsi ini gw malah bertanya dalam hati, “Mengapa justru bulu tangkis yang memberi kita emas di olimpiade? Bukan basket?”

11 pemikiran pada “Mengapa Begitu Banyak Lapangan Basket di Indonesia Namun Minim Prestasi?

  1. Hahahaaa, what a quick comment bro! I was just uploaded this post about a couple second ago and now “boom” your comment is in!

    Tapi ada benarnya juga. Di sekolah gw, lapangan basket dan bola jadi rebutan setiap jam istirahat. Pernah sekali berkunjung ke sekolah lain, lapangan basketnya terbengkalai, padahal kondisinya pasti bagus bgt awalnya!

  2. kurang pelatih yang bagus didaerah2 bro..
    serius gw,,klo dibandingin pelatih gw yang sekarang ama yang dulu di daerah (makassar).
    jauh ilmu kepelatihannya dan variasi pola yang merka punya,,

    klo bakat sih gw yakin yang di ujung timur ga kalah ama yang diujung barat.

    dan yang paling penting,,
    sampai saat ini basket belum bisa kasi jaminan kita buat hidup,jadi kebnyakan orng cuma bisa suka saja.

  3. Halo R9VAN, kalau untuk pernyataan kamu di paragraf pertama, gw masih bisa setuju. Karena sepertinya memang begitu adanya. Namun untuk pernyataan “basket belum bisa kasi jaminan kita buat hidup”, mungkin ada benarnya, tetapi gw lebih setuju kalau pikiran ini dibuang jauh-jauh. Kalau belum-belum kita selalu berpikir basket nggak bisa menopang hidup, maka itulah yang akan terjadi.

  4. Saya jadi inget cerita pengalaman sendiri ni

    Di deket rumah saya ada lapangan basket.
    Lapangan itu punyanya SMP 37.
    (Saya di Semarang)

    Sejak pertama kenal basket dari kecil bro,
    Saya & adk selalu main basket di sana tiap sore.
    Banyak anak2 mahasiswa yang jago2 juga.
    Sampai2 murid2 di sana pada suka basket gara2 ngeliyat kita.
    Keren tu bro…hohoho

    Tapi entah kenapa,
    selang beberapa tahun,
    Kita sama sekali gak dibolehin main basket di sana bro.
    Tiap kali dateng selalu digembok aja pintu lapangannya.
    Dan saya gak tau kenapa.

    Saya pikir dengan emosi ni bro,
    Mungkin ini yang bikin basket kita kurang prestasi.
    Prestasi dimulai dari bibit2 yang tumbuh dan berkembang di basket jalanan, kemudian membawanya ke tingkat yang lebih tinggi lewat tim2 basket sekolah atau klub…
    Menurutku itu perlu…

    :)

  5. soalnya, guru olahraga di sekolahan pada gak bisa main basket, bisanya cuma senam dan baris berbaris. :D

    saran nih, mungkin seharusnya PERBASI harus menggandeng DBL.

    kalo PERBASI berkaca pada FIBA, yang kemajuannya sangat lambat (bisa terlihat dari site PERBASI yang isinya tidak jauh beda sejak site tersebut diluncurkan), DBL lebih berkaca pada NBA, yang sangat agresif perkembangannya.

    kalo DBL ada terus, bisa jadi Indonesia merajai, setidaknya Asia Tenggara, dan mempunyai liga basket yang paling meriah.

    tapi sayangnya, saat ini, liga itu cuma khusus anak sekolahan, bagi pemain tuwir, termasuk aku, ya bikin liga sendiri, gak meriah dan cuma antar kecamatan mulu, bosen.

  6. @Andika, seru sekali ceritamu bro. Gw juga mengenal basket pertama kali ketika SD di lapangan basket kampus Universitas Mataram! Syukurnya, lapangan basket ini tetap terbuka untuk umum sampai sekarang. Dan memang, akhirnya beberapa pemain yang dikirim untuk mengikuti PON mewakili NTB rata-rata pernah main di lapangan kampus Universitas Mataram.

    @Basketmipa, DBL is simply the best league in Indonesia. Gw dua kali menyaksikan bahkan terlibat langsung dengan liga ini (sebagai penggembira). Mereka hebat sekali!

  7. Semoga Perbasi tidak hanya sekedar ngekor pihak penyelenggara even Basket, tapi Perbasi bisa belajar & mandiri untuk menyelenggarakan even Basket Nasional seperti halnya DBL.

    Jawa Pos, telah baik mendukung dunia perbasketan pada usia remaja dan sekolah menengah di Indonesia , semoga even ini tetap terjaga & terus terselenggara.

    Sekarang Perbasi, saya yakin bisa memajukan even Perbasketan di tingkat senior atau Klub Basket Nasional. jangan kalah dengan pamor pentas sepakbola ataupun Badminton yang terus melalangbuana.

    Kalau Perbasi tidak memiliki program kedepan dengan baik, sia-sialah even Olahraga basket tingkat sekolah menengah namun tidak ada kelanjutan prestasi yang semestinya bisa disorong oleh Perbasi.

    Satu tahun terselenggara, selesai langsung menguap. ini berlangsung setiap tahun, tidak ada target mau mencoba mempertandingkan dengan klub luar negeri ataupun unjuk gigi dipentas asia bahkan Internasional.

    Semoga Perbasi, esok bisa semakin sigap dan memiliki target dalam tahun2 kedepan.
    Sehinggan Basket Nasional kita, bisa menjadi tolak ukur dengan bangsa lain.

    Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s