Belajar Main Basket dari: Indonesia Development Camp 2009 (2/2)

Kevin Martin (Sacramento Kings) ketika ingin mengatakan sesuatu kepada para campers, sebutan bagi para peserta Indonesia Development Camp 2009 (IDC) selalu memanggil gw dan mengawali kalimatnya dengan “I want you to tell them this/that…” atau “Tell them to…”. Kevin berbicara pelan kepada gw dan gw meneruskan terjemahan kata-kata dari Kevin dengan suara yang gw pastikan dapat tertangkap jelas oleh semua camper.

Foto6

Coach Neal Meyer (Los Angeles Clippers) melakukan hal yang sama, ia akan memberikan aba-aba kepada gw agar mendekat kemudian mengatakan apa yang ia ingin sampaikan kepada para campers. Setelah maksud dari Coach Neal selesai gw sampaikan, Coach Neal terkadang suka bertanya dalam nada menekankan kepada para campersOk? You understand?” yang disambut dengan jawaban “ok” atau “yes” dari para campers.

oke-1_IDC5_YY

Coach Joe Prunty (Portland Trail Blazer) memiliki cara yang berbeda. Ia akan berbicara langsung dengan suara yang cukup keras kepada para campers. Ketika kalimatnya selesai, dia akan menoleh kepada gw dan memberikan tanda agar gw segera menerjemahkan maksud petuah-petuahnya tadi.

Coach Brooks Meek (Senior Director Basketball Operations International NBA) memiliki kesamaan dengan Coach Joe. Sejak hari pertama IDC, Coach Brooks sudah mengatakan kepada gw agar gw selalu mengikuti dia setiap kali seluruh campers berkumpul. Coach Brooks akan berbicara secara tiba-tiba dengan suara yang sangat lantang dan penuh ekspresi. Tidak mungkin rasanya memalingkan perhatian saat Coach Brooks berbicara. Ia akan segera menegur camper yang tidak memerhatikan kala ia memberi wejangan. Setelah berbicara panjang lebar kepada para campers, Coach Brooks akan berdiam yang berarti gw harus segera menerjemahkan perkataannya.

Bersama keempat dedengkot basket dari NBA ini selama tiga hari semakin meyakinkan kepercayaan gw selama ini bahwa main basket “is more than just a game.” Di sela materi teknik bermain basket yang diberikan, selalu saja terselip nilai-nilai yang tak kalah penting untuk diaplikasikan, baik saat bermain basket (on court) maupun di dalam kehidupan (off court).

Fundamental

Learn the fundamental of basketball!” Rasanya kalimat ini pernah diucapkan oleh baik Kevin Martin maupun ketiga coach. Pelajari dasar-dasar bermain basket dengan benar, begitu pula dengan hal-hal lain dalam kehidupan. Kuasai dasarnya maka pengembangannya akan menjadi hal yang mudah untuk kita lakukan.

Hard work! Hard work!

Coach Brooks mengatakan bahwa Kevin Martin tidak mengandalkan bakat dalam bermain basket, ia adalah salah satu pemain yang memiliki semangat kerja keras yang besar di dalam NBA yang membuat ia bisa sampai di posisinya sekarang. Kevin Martin sendiri menekankan, dengan kerja keras, kita bisa menjadi lebih baik, bukan hanya di dunia main basket tetapi juga dalam kehidupan ketika kita berusaha mengejar impian dan cita-cita.

Sportmanship, Leadership, Respect

Pada hari pertama IDC, Coach Brooks menekankan bahwa olah raga basket adalah olah raga yang mengedepankan sportifitas, kepemimpinan, dan saling menghargai. Setiap kali scrimmage game (pertandingan) selesai, Coach Joe dan Coach Neal langsung memerintahkan para campers untuk bersalaman terlebih dahulu sebelum kembali ke bench untuk mengevaluasi pertandingan.

Pernah sekali setelah selesai pertandingan, Coach Brooks meminta gw untuk memanggil salah seorang pemain putra yang melakukan tembakan buzzer beater di akhir pertandingan. Coach Brooks kurang lebih mengatakan “ketika tim kamu unggul 13 angka di atas tim lawan (tim biru unggul 26-13), kamu sebaiknya tidak menembak buzzer beater. Kobe Bryant tidak akan pernah melakukan itu. Itulah salah satu contoh sikap sportif dan menghargai lawan.”

Say “thank you”

“Saya biasanya mengatakan ini di hari terakhir sebuah camp. Tetapi saat ini saya ingin mengatakannya sekarang (hari kedua IDC). Seseorang atau siapapun pasti bertanggungjawab atas keberadaan kalian (campers) di sini. Entah itu orang tua kalian, keluarga kalian, kerabat, teman, atau bahkan DBL sendiri. Saya hanya ingin mengatakan, begitu kalian telah melewati dan selesai menjalankan camp ini, ucapkan terima kasih kepada orang-orang yang bertanggungjawab dan memberi kesempatan kepada kalian untuk mengikuti camp ini. Ucapkan terima kasih!” petuah Coach Joe Prunty di pagi hari kedua IDC.

Satu pemikiran pada “Belajar Main Basket dari: Indonesia Development Camp 2009 (2/2)

  1. Walau saya sendiri gak ikut IDC langsung di sana,
    Tapi di sini saya bisa belajar basket dari mereka, wakil NBA.

    Semuanya berkat “mainbasket” yang sudah membagikan pengalamannya di sini…hehe :)

    Thx bro! :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s