Belajar Main Basket dari: Indonesia Development Camp 2009 (1/2)

Beberapa bulan lalu ketika David Lee datang ke Surabaya untuk gelaran NBA Madness, gw sempat mewawancaranya untuk kemudian gw tampilkan di tulisan “Belajar Main Basket dari: David Lee (New York Knicks)“. Pada kesempatan Indonesia Development Camp 2009 (IDC) ini, gw mencoba mencari celah waktu untuk dapat mewawancarai Kevin Martin (Sacramento Kings) secara personal dan juga para pelatih yang datang. Namun gw akhirnya merasa tidak memerlukan wawancara tersebut (dan waktunya memang padat sekali) karena toh selama tiga hari gw berturut-turut melakukan kegiatan IDC bersama mereka secara langsung :)

oke-congaKEVIN-dit2

Tulisan Belajar Main Basket dari: Indonesia Development Camp 2009 ini gw bagi menjadi dua, karena gw pikir selama tiga hari pelaksanaan IDC, Kevin Martin dan para pelatih NBA tidak hanya memberikan pelatihan tentang teknik bermain basket, tetapi juga nilai, filosofi, motivasi, dan semangat di balik permainan basket.

Untuk bagian pertama dari tulisan ini gw akan mengulas sisi-sisi teknik yang paling sering diajarkan oleh Kevin Martin dan para pelatih NBA

Passing

Sebenarnya tidak ada latihan khusus untuk passing pada saat IDC. Para pelatih dan Kevin Martin hanya menekankan ketika mereka melihat para campers (peserta) melakukan passing. Passing harus benar-benar terarah dan tetap mengarahkan tangan ke arah bola menuju walaupun bola tersebut sudah terlepas dari tangan.

Jump stop

Gerakan ini terlihat sederhana, hanya berlari lalu kemudian berhenti secara tiba-tiba dengan berbagai tujuan; menjaga, screening, dan lain-lain. Penekanan pada jump stop yang diinginkan adalah kekuatan kaki pada saat badan benar-benar berhenti agar posisi tubuh tidak lunglai dan labil. Sederhana, namun ternyata banyak juga para campers yang masih salah dalam melakukannya.

Fake move

Atau gerakan menipu lawan pada saat gerakan tanpa bola. Kevin Martin dan para pelatih NBA memerhatikan bahwa kebanyakan campers yang bergerak tanpa bola dan tengah dijaga ketat berlari tanpa melakukan fake move terlebih dulu. Padahal fake move diperlukan agar pemain lawan yang menjaga kita kalah cepat dalam bergerak ke suatu tujuan arah tertentu.

Reverse pivot

Melakukan pivot dengan memutar badan ke belakang jauh lebih berbahaya bagi pemain bertahan daripada pivot ke depan karena efek kejutannya yang lebih besar. Begitu kurang lebih yang gw tangkap ketika Kevin Martin dan para pelatih NBA selalu meminta campers untuk melakukan reverse pivot dan tidak pernah sama sekali memerintahkan untuk pivot ke arah depan.

Rip it!

Sabet atas! dan sabet bawah! Begitulah seharusnya bola diperlakukan ketika seorang pemain melakukan reverse pivot. Karena jika kita tidak menyabetnya (rip it!), pemain bertahan akan mudah sekali mencuri bola (steal), Coach Brooks berulang kali menekankan ini.

Screening

Set a screen! set a screen! set a screen!!” Entah berapa kali gw mendengar kata-kata itu keluar dari semua pelatih NBA yang memberikan pelatihan dan selalu saja terlupakan oleh para camper. Dengan melakukan screening, kita membantu teman setim kita untuk bebas dari penjagaan lawan sehingga ia lebih leluasa untuk menerobos, mengoper, atau juga menembak. Yup screening, sederhana tapi cukup sering terlupakan.

Shooting

Kevin Martin adalah salah seorang penembak jitu di NBA. Pemain lawan tak akan berani meninggalkan Kevin Martin berada dalam posisi leluasa untuk menembak kecuali jika tim itu memang ingin kalah. Kevin Martin diakui memang memiliki gaya menembak yang aneh namun pada kesempatan IDC ia mengajarkan teknik menembak yang benar. Coach Neal menekankan, sebaik apapun hasil tembakan yang dimiliki oleh para camper, jika teknik dasarnya masih salah, Coach Neal meminta campers untuk segera memperbaikinya.

Speed

Do it with game speed!” Coach Brooks menekankan. “Even it’s just a training camp, I want you to imagine this as a real game. So move fast!

Space out!

Coach Neal menekankan hal ini untuk menerangkan agar para pemain sebagai tim (terutama putri) untuk bermain lebih menyebar saat menyerang. Kita di Indonesia biasanya sering melakukan kebiasaan seperti anak kecil bermain sepak bola, selalu mengumpul dan berkerumun di mana bola berada. Berdiri sebagai “asisten pelatih” Coach Neal saat tim putri kostum merah sedang bertanding membuat gw akrab dengan teriakan “space out!!!

Man to man defense

No zone defense.” kata Coach Joe Prunty. “Mengapa?” tanya salah seorang pelatih sekolah yang mengikuti seminar. “Karena jika pemain bermain baik pada saat man to man defense, maka zone defense-nya akan baik pula. Namun tidak sebaliknya.” Coach Joe Prunty menjelaskan.

Keep on moving

You gotta keep moving. After you pass the ball, go cut to the basket or set a screen for your teammate!” Coach Neal menjelaskan dengan berapi-api kepada tim putra kostum biru ketika bertanding melawan tim putih. Akhirnya permainan pun terlihat mengalir, cepat, seru, ketat, dan sangat menarik ditonton karena pasti Coach Joe Prunty yang menangani tim putra putih juga memerintahkan hal yang sama. Keep on moving! Terus bergerak!

7 pemikiran pada “Belajar Main Basket dari: Indonesia Development Camp 2009 (1/2)

  1. Saya meng­ucapkan SELAMAT men­jalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pen­dapat yang telah menying­gung atau melukai per­asaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini men­jadi momen­tum yang baik dalam melang­kah dan meng­ham­piriNYA.. dan men­jadikan kita manusia seutuh­nya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh..

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku ter­chayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s