Ikut Rayakan Ulang Tahun Indonesia, Kevin Martin Main Tarik Tambang

Gw baru bisa bilang bahwa sejauh ini, kegiatan Indonesia Development Camp 2009 hasil kerjasama NBA dan DBL ini sangat seru! Saking serunya, gw belum bisa menulis opini dan cerita dari otak pribadi gw tentang kegiatan ini. Tetapi nanti insyaAllah gw pasti akan menulisnya. Untungnya, teman-teman dari DBL memberikan cerita tentang kegiatan yang berlangsung hari ini. It was great and so much fun!

Indonesia Development Camp 2009

SURABAYA – Hari kedua Indonesia Development Camp 2009 kemarin (17/8) berlangsung lebih meriah dari hari pertama. Sebab, DetEksi Basketball League (DBL) Arena Surabaya tidak hanya diramaikan oleh suasana latihan. Kemarin, perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia juga diselenggarakan di lapangan.

Yang berpartisipasi pun bukan hanya 48 pemain basket SMA pilihan DBL Indonesia, yang datang dari 15 provinsi di Indonesia. Para tamu dari National Basketball Association (NBA) juga ikut seru-seruan.

Termasuk bintang Sacramento Kings, Kevin Martin, plus para pelatih dari NBA: Neal Meyer (Los Angeles Clippers), Joe Prunty (Portland Trail Blazers), dan Brooks Meek (senior director basketball operations international NBA).

Kemarin, berbagai lomba diselenggarakan setelah istirahat makan siang. Ada sunggi tampah (jalan membawa tampah di atas kepala), balap karung, dan terakhir tarik tambang.

Saat tarik tambang itulah, Kevin Martin ikut turun ke lapangan bersama para pemain. Di kubu lawan, tampil Brooks Meek.

Persaingan tidak berlangsung terlalu lama. Tim Kevin Martin harus mengakui kekalahan. “Lomba ini lucu. Sangat menyenangkan,” kata pemain 26 tahun bertinggi badan 201 cm tersebut.

Meski demikian, tim Meek tidak jadi juara. Yang menang adalah kelompok yang diperkuat Joe Prunty.

Setelah itu, Martin melayani wawancara dengan sejumlah jurnalis SMP dan SMA. Dia menjawab total sembilan pertanyaan. Salah satunya dari Prastika Erma S. dari SMAN 3 Sidoarjo. Yaitu tentang cita-citanya. Ada artikel menulis, Martin dulu ingin jadi dokter gigi. Lalu mengapa ingin jadi pemain basket? Dan bagaimana dia merasakan kenikmatan bermain basket?

“Ya, waktu mulai kuliah dulu cita-cita saya jadi dokter gigi. Tapi kemudian terbentur pelajaran Kimia. Kebetulan, waktu itu saya mulai jago main basket. Setelah tiga tahun kuliah, saya masuk ke NBA. Tapi jangan seperti saya ya. Kalian harus menyelesaikan kuliah,” jawabnya. “Setiap bangun pagi, saya selalu tak sabar ke lapangan untuk latihan. Dari situ saya sadar kalau saya benar-benar suka basket,” lanjut pemain bergaji lebih dari Rp 100 miliar setahun tersebut.

Ketika Martin melayani para jurnalis sekolah, latihan di lapangan berlanjut. Namun, Martin tak lagi ikut berpartisipasi. Para pelatih tetap memandu para pemain, sedangkan Martin dan neneknya, Maxine, 76, mengikuti city tour bersama Azrul Ananda, commissioner DBL.

Banyak tempat yang mereka kunjungi. Martin dan neneknya sama-sama suka memotret, dan mereka sempat mengabadikan diri di Tugu Pahlawan, juga merasakan naik becak di atas Jembatan Merah.

Dari situ, mereka ke Jembatan Suramadu. Sempat berhenti di tengah jembatan terpanjang di Asia Tenggara tersebut (5,482 km) untuk foto-foto. Martin begitu bangga ketika diberi tahu bahwa dia adalah atlet kelas dunia pertama yang berfoto di tengah Suramadu.

Tur lantas berlanjut ke Sidoarjo. Sebab, Martin memang dijadwalkan mengikuti program NBA Cares di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo.

Sebelum ke sekolah, Martin sempat naik tanggul di Porong, melihat lumpur. Juga sempat ke Tanggulangin untuk belanja tas. Martin membelikan sejumlah tas untuk sang nenek tercinta, menghabiskan beberapa juta rupiah. “Lihat, saya juga ikut memberi andil untuk Indonesia,” ucapnya lantas tertawa.

Di Smamda Sidoarjo, Martin disambut sangat meriah. Sekolah itu adalah pendaftar pertama Honda DBL East Java 2009. Tim basket sekolah itu bahkan sempat menginap empat hari di Graha Pena Jawa Pos (tempat pendaftaran), untuk memastikan dapat nomor pendaftar pertama tahun ini.

Prestasi tim pun lumayan. Sempat masuk delapan besar. Salah satu pemainnya, Taufan Nugroho, bahkan terpilih ikut Indonesia Development Camp 2009 (meski tidak terpilih dalam 48 pemain utama).

Indonesia Development Camp 2009

Di Smamda Sidoarjo, NBA dan DBL Indonesia ikut membantu merapikan lapangan basket sekolah.

Martin dan neneknya lantas disambut dengan kalungan bunga. Ratusan murid menyambutnya dengan teriakan, “Kevin! Kevin! Kevin!”

Kemudian, Martin disuguhi peragaan pencak silat seru. Martin terkagum-kagum melihat aksi Rony Hermawanto dan Randika Asiani, siswa Smamda Sidoarjo.

Di tengah lapangan, Martin pun mengucapkan terima kasih atas sambutan tersebut. “Terima kasih semuanya. Saya cinta negara ini. Saya ingin kembali ke sini lagi,” ujarnya.

Martin lantas menyelesaikan pengecatan garis lapangan sekolah tersebut. Kemudian, di samping lapangan, dia membubuhkan tanda tangannya dengan cat. “Di luar Tiongkok, di Asia ini adalah lapangan basket pertama yang ditandatangani oleh bintang NBA,” kata Masany Audri, general manager DBL Indonesia. “Yang pasti, ini lapangan pertama di Indonesia,” tambahnya.

Sebelum pulang, Martin unjuk kemampuan shooting di depan ratusan murid Smamda Sidoarjo. Dia bermain free throw conga (saling menggugurkan lewat adu tembakan bebas) bersama beberapa pemain basket sekolah itu, plus dua guru.

Di akhir kompetisi, dia kalah di tangan Allan Ferianto, pemain Smamda Sidoarjo. Sebagai hadiah, Allan mendapatkan sebuah jersey Sacramento Kings bertanda tangan Martin.

“Kaus ini akan saya pajang. Tidak akan saya pakai. Ini kenang-kenangan paling berharga. Semoga saya juga bisa menjadi pemain besar seperti dia,” kata Allan.

Martin juga menghadiahkan sebuah bola basket, juga bertanda tangan, kepada sang kepala sekolah, Hidayatulloh. Sebagai balasan, Smamda Sidoarjo menghadiahkan batik, blangkon, dan karikatur dirinya. “Itu batik khas Sidoarjo,” kata Wigatiningsih, wakil kepala kesiswaan sekolah tersebut.

Sang kepala sekolah mengaku bangga dengan kunjungan ini. “Kunjungan ini juga memberi bukti bahwa NBA, Amerika, dan Islam bisa bersahabat. Ini sangat penting untuk ditegaskan,” kata Hidayatulloh.

Hari ini (18/8), Indonesia Development Camp 2009 ditutup. Pagi ini, mulai pukul 09.00 WIB, masih ada sesi latihan bersama Kevin Martin sampai jam makan siang. Setelah itu ada suguhan paling seru. Yaitu All-Star Games.

Para peserta camp (48 orang) sudah dibagi dalam empat kelompok. Barisan putra dan putri masing-masing dibagi menjadi dua kelompok. Ada kelompok East, ada kelompok West (seperti All-Star NBA).

Hari ini, mulai pukul 14.00, bakal ada pertandingan East melawan West untuk putri dan putra. “Ini saat paling seru untuk nonton Development Camp. Bagaimana pemain-pemain terbaik Honda DBL 2009 dari 15 provinsi unjuk kemampuan, menerapkan ilmu yang mereka dapat dari para pelatih NBA,” kata Azrul Ananda.

Setelah All-Star Games, para pelatih NBA akan menobatkan Most Valuable Player (MVP) putra maupun putri. Juga mengumumkan 12 pemain putra dan 12 pemain putri yang bakal terbang bersama DBL Indonesia untuk bertanding di Australia. (ru)

(Berita dari Aziz DBL)

Iklan

3 pemikiran pada “Ikut Rayakan Ulang Tahun Indonesia, Kevin Martin Main Tarik Tambang

  1. buset dah, dalam 1 hari kevin martin smpet2nya brkunjung ke tmpat yg jaraknya lmayan brjauhan
    >> tugu pahlawan
    >> jmbatan merah
    >> jembtan suramadu
    >> lumpur lapindo
    >> tanggulangin
    >> smamda sidoarjo
    pdahal sbelumnya dia smpet ikut tarik tmbang di dbl arena
    salut utk martin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s