Belajar Main Basket dari: W.S. Rendra (1935-2009)

Bagi teman-teman yang sudah pernah membaca tulisan gw yang kalimat judulnya berbunyi “Belajar Main Basket dari: …” biasanya sudah paham bahwa yang dipelajari bukanlah teknik bermain basketnya tetapi lebih kepada semangat yang bisa dipergunakan saat bermain basket.

0948569p

Entah apa yang membuat gw merasa sangat kehilangan atas sosok W.S. Rendra padahal tak banyak karyanya yang gw ketahui. Menyaksikan W.S. Rendra secara langsung pun seingat gw hanya gw alami dua kali, keduanya lewat konser band Kantata Takwa di Parkir Timur Senayan Jakarta pada tahun 1998 dan 2003. Saat itu W.S. Rendra tampil di atas panggung membacakan puisinya dengan lantang yang diikuti riuh puluhan ribu penonton. Puisi itu berjudul “Kecoa Pembangunan”

“Perkenalan” gw dengan W.S. Rendra terjadi tanpa sengaja melalui lirik-lirik lagu band Kantata Takwa. Hingga kini, jutaan penggemar band ini masih akan menangis jika mendengarkan lagu-lagu di dalamnya. Ketajaman lirik yang sebagian besar adalah musikalisasi sajak W.S. Rendra mampu menggetarkan buluh-buluh perasaan yang terlembut.

Gw adalah salah seorang fan band Kantata Takwa, jauh hari sebelum gw menyaksikan dua kali konser mereka di Parkir Timur Senayan Jakarta, gw sering mendengarkan lagu-lagu mereka hingga hanyut. Pagi tadi ketika gw berpikir mengapa kesedihan ini begitu mendalam, pelan-pelan gw menemukan jawabannya, lirik-lirik lagu alias sajak-sajak W.S. Rendra barangkali menyatu dalam diri gw dan coba selalu gw pelajari dan usahakan untuk selalu diaplikasikan.

Kesadaran Kesabaran Keberanian

“Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala..” begitu kata W.S. Rendra dalam penggalan lirik di lagu “Paman Doblang”. Gw gak mampu menyuratkan makna tersirat dalam sajak tersebut tapi rupanya cukup kuat memotivasi gw untuk selalu sadar, sabar, dan berani.

Bertindak!

“..dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata” adalah lanjutan dari potongan sajak di atas. Pada ujungnya setiap manusia harus bertindak! (aksi) dan setiap tindakan haruslah disandarkan kepada kesadaran (ilmu), kesabaran (ketenangan emosi), dan keberanian (percaya diri). Tanpa itu, tindakan dan aksi kita akan membabi buta. Hidup ini adalah pelatihan tiada henti. Melatih menambah ilmu agar tetap sadar, mengendalikan emosi, dan membangun kepercayaan diri. Hasilnya, insyaAllah adalah…

Kebahagiaan

Satu hari sebelum kabar wafatnya W.S. Rendra, gw menelepon adik gw memberikan selamat atas kelulusannya menempuh pendidikan sarjana. Sebagai seorang kakak yang belajar bijak, gw mengatakan kepada adik gw bahwa usainya perkuliahan bukan berarti berhentinya belajar, teruslah belajar, perbanyak membaca buku, ilmu memudahkan kita menemukan solusi problematika hidup, dengan ilmu insyaAllah kita bahagia, dan orang yang bahagia di dunia insyaAllah akan bahagia pula di akhirat. Gw mencoba meyakinkan adik gw.

“Saya sangat bahagia.” begitu kalimat terakhir W.S. Rendra kepada istrinya, Ken Zuraida sebelum akhirnya tangan W.S. Rendra yang dipegangnya mendingin dan bergetar, Emha Ainun Nadjib menggambarkan dengan sangat indah “Rendra telah dijemput oleh Malaikat Izroil karena lamaran cintanya diterima Allah SWT.” W.S. Rendra bahagia di kehidupannya di dunia, dan insyaAllah mendapat tempat yang indah di akhirat. Amiin.

Bermain dengan penuh kesadaran (ilmu), kesabaran, dan keberanian adalah hal besar yang gw dapat dari W.S. Rendra.

————————————————————-

Kantata Takwa adalah; Setiawan Djodi, W.S. Rendra, Iwan fals, Sawung Djabo, dan Jockie Surjoprajogo.

Satu pemikiran pada “Belajar Main Basket dari: W.S. Rendra (1935-2009)

  1. iya,,saia juga merasa sangat kehilangan dengan “terbangnya” si Burung Merak…..padahal tidak cukup mengenal karya2 Rendra….smoga karya2 nya akan terus memotivasi kita sebagai generasi muda….hee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s