Garuda Flexi Bandung dan Nuvo CLS Knights Surabaya Mengakui Keunggulan Dua Tim Jakarta di Babak Pertama Final Four IBL 2009

Di awal permulaan pertandingan antara Garuda Flexi Bandung dan XL Aspac Jakarta sore tadi pukul 17:00, gw sempat menegur dua orang pemuda yang duduk di belakang gw karena tidak berdiri saat Karen menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tunjukan rasa hormat pada lagu kebangsaan yang diperjuangkan dengan air mata dan darah oleh para bapak dan ibu bangsa. Jangan jadi pemuda yang kurang ajar!! (Ini berlaku bagi siapa saja yang merasa tidak berdiri saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan!!!)

n574388214_1291858_1210

Pertandingan berjalan sangat buruk di awal kuarter. Apa yang selalu gw takutkan dan gw gembor-gembarkan di blog ini selalu terulang dan terulang lagi. Eksekusi tembakan dan tembakan bebas para pemain Garuda sangat buruk! Bukan hanya buruk, entah mengapa, gw selalu merasakan adanya rasa kurang percaya pada diri mereka saat mereka menembak.

Denny Sumargo tampil dalam performanya yang paling jelek. Kuarter 1 diakhiri dengan kedudukan 8 untuk Garuda dan 11 untuk Aspac. Pada kuarter kedua, permainan Garuda tak banyak berkembang. Sebaliknya Aspac pun sebenarnya tampil biasa saja, namun akurasi tembakan Xaverius dan para pemain Aspac yang lain sangat baik. Kuarter ini pun ditutup dengan kedudukan 19-34 untuk Aspac.

Kebangkitan Garuda mulai terasa justru di enam menit kuarter terakhir. Aguy menjadi penyelamat lagi dengan mengangkat perolehan angka dan moral para pemain Garuda. Pertahanan Aspac harus gw akui sangat baik. Isman Thoyib berulangkali memblok tembakan para pemain Garuda, tak terkecuali Wiwin maupun Hendrik.

Ada satu hal menarik pada kubu Garuda pada pertandingan tadi. Entah kalian memperhatikan atau tidak, Pelatih Kepala Garuda Flexi Bandung, Raoul Miguel Hadinoto, terlihat tidak begitu dominan memberi instruksi kepada para pemain Garuda. Sosok yang menonjol justru sang Konsultan Teknik Garuda, Bong Ramos.

Nuvo CLS Knights Surabaya vs Satria Muda Britama Jakarta

Pertandingan yang disiarkan secara langsung oleh Tv One ini hanya sempat gw nikmati pada kuarter pertama saja. Sisanya gw habiskan di jalan menuju GOR C-Tra Arena.

Menurut berita dari salah seorang teman gw, CLS sempat memberi perlawanan sengit pada babak ketiga. Dan di kuarter keempat, CLS mulai memberikan kepercayaan kepada para pemain muda mereka walau SM tetap mempertahankan porsi para pemain inti. Nuvo CLS Knights Surabaya 55 dan Satria Muda Britama Jakarta 93.

“Keunikan” IBL

Sebelum gw berangkat ke GOR C-Tra, gw menemukan “keunikan” pemandangan dari lapangan basket Sportmall lewat siaran Tv One. Gambar lantai iklan Nuvo dan Flexi yang seharusnya berada di luar lapangan malah masuk mengisi sisi dalam lapangan. Spontan gw berpikir barangkali untuk tidak menutupi tulisan Britama pada sisi tersebut. Hehee, aneh saja :D

“Keunikan” yang lain terjadi di GOR C-Tra Arena. Sekali lagi, entah kalian memperhatikan atau tidak, musik pengiring pertandingan tidak ada sama sekali! “Oh iya, petugasnya mengisi musik untuk pertandingan yang di Jakarta mas.” jelas petugas lapangan di GOR C-Tra Arena.

(Foto oleh Ino, bukan pertandingan tadi)

5 pemikiran pada “Garuda Flexi Bandung dan Nuvo CLS Knights Surabaya Mengakui Keunggulan Dua Tim Jakarta di Babak Pertama Final Four IBL 2009

  1. Saya jg punya satu keunikan yg belom pernah gw ceritain k siapapun (ter,asuk penyelenggara IBL sekalipun).
    gue udah 2th berturut” dipercaya TV One (Thanks Tiz…) utk handle timer n shotclock IBL Game
    IBL 2008 (Mlg, Solo, Sby)
    IBL 2009 (Mlg 2x)
    Dan disaat kita lg melakukan “taping”, biasanya display di TV One hanya “mengikuti” game clock sebenarnya yg ada di lapangan.
    Dan khusus di GOR Bima Sakti utk Game Clocknya tidak berjalan sesuai waktu normal…
    karena per 10detiknya saya sering telat 1 detik! so, jika pada saat pertandingan berlangsung tanpa ada “call out” ataupun “foul” maka saya seringkali keteteran untuk menyamakan dengan game clock yg dipake di lapangan…
    so, secara tidak langsung setiap kali pertandingan yg dilakukan di GOR Bima Sakti akan lebih cepat dibanding dg game yg dilakukan di GOR lain!
    ini harus dibahas, kalo perlu revolusi!!! haaaa…..

  2. gw mau ngasih saran nih bwt garuda flexi bandung..!

    seharusnnya dan harus bisa,,!! GFB akan menjadi jauh lebih baik jika mereka bisa menerapkan sistim “KAIZEN” dalam keseharian para pemain dan managerial mereka…

    gini deh.. Kaizen adalah sebuah istilah dari jepang yang memiliki makna “continous improvement” atau “perbaikan berkelanjutan”. istilah Kaizen ini banyak dipake di dunia Manufaktur bos… maklum gw kuliah di bidang ini..
    hahaha…

    dengan kaizen ini para pemain & official GFB harus melakukan perbaikan didalam keseharian [latihan, strategi team atau attitude pemain] mereka walaupun perbaikan itu sangat kecil…dan harus dilakukan secara berkelanjutan untuk tetap menjaga kualitas team agar tidak merosot…!!

    hmm.. walaupun perbaikannya kecil tapi kalo dilakukan secara terus menerus,, pasti akan diperoleh hasil yang mantap dan memuaskan !!!

    ok broo.. thx 4 the attention…

    Hidup Garuda Flexi Bandung !!!
    Maju terus IBL !!!!!

  3. Halo Emirdiechy, komentarmu adalah salah satu yang paling keren yang pernah gw baca. Setuju banget gw dengan pendapatmu. Gw hampir gak percaya akhirnya ada juga yang memandang basket dari sudut pandang sains dalam meningkatkan mutu permainan.

    Selanjutnya bukan tidak mungkin ada yang mendekati basket dengan pendekatan Six Sigma atau semacamnya..

    Dukun? Hmm..boleh gak yaa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s