“Come Out Come Out Wherever You Are!”, My Neighbor Totoro oleh Hayao Miyazaki

Minggu-minggu yang cukup padat beberapa waktu belakangan ini. Kejuaraan FIBA Championship di Jakarta yang kemudian dilanjutkan dengan Putaran II Seri 5 di Surabaya. Selang beberapa hari kemudian ada SEABA Championship For Men di Medan yang kemudian dilanjutkan dengan Putaran II Seri 6 di Bandung. Di antara kegiatan-kegiatan tersebut, kita juga disuguhi babak play-off dan final NBA di televisi, di mana LA Lakers keluar menjadi juara.

Di Surabaya, rangkaian kegiatan NBA Madness sedang berlangsung dan semarak. Begitu juga LA Lights Streetball yang sedang dan semakin bergelora (Gw pengen banget menulis tentang kegiatan ini tapi belum pernah sempat). Minggu depan pula, Pemain New York Knicks, David Lee dan para pemandu sorak dari Miami Heat akan beraksi di Surabaya.

——————

totoro-tree

Ah, ok, rehat sejenak! Gw harus cari buku dan atau film untuk menenangkan dan menyegarkan kembali saraf-saraf yang mulai penuh dan padat oleh main basket dalam waktu yang sangat singkat.

Gw menemukan “My Neighbor Totoro”, sebuah film animasi buatan Jepang tahun 1988 yang ditulis dan diarahkan oleh Hayao Miyazaki, Seorang sutradara animasi yang pernah mendapatkan Oscar untuk karyanya Spirited Away di tahun 2003.

My Neighbor Totoro berkisah tentang persahabatan dua cewek bersaudara Satsuki Kusakabe dan Mei Kusakabe, (putri-putri dari seorang dosen Tatsuo Kusakabe) dengan roh (spirit) penjaga sebuah pohon besar yang diberi nama oleh Mei dengan nama Totoro.

Ceritanya berawal ketika ayah dan dua putrinya ini mulai menempati sebuah rumah baru di satu desa yang asri. Rumah tersebut kabarnya dihuni oleh roh dan hantu gentayangan. Di sinilah awal mula menariknya film ini. Berbeda dengan kebanyakan orang di dunia terutama di Indonesia yang super paranoid dengan hantu, Tatsuo, Satsuki, dan Mei justru sangat antusias mengetahui rumah mereka berhantu. Mei malah tak ingin hantu-hantu tersebut pergi dari rumahnya.

Di hari pertama mereka tiba di rumah, mereka langsung merasakan dan melihat hantu-hantu kecil berwarna hitam yang bergerombol di sekitar rumah. Bukannya takut, mereka malah mencari tempat persembunyian hantu-hantu tersebut. Satsuki dan Mei mencari sambil berteriak “come out come out wherever you are!”

Film ini mengangkat kisah dengan nilai-nilai yang mulai dianggap remeh oleh masyarakat zaman sekarang; sopan santun, kewiraan atau rasa ksatria, berpikir rasional, hormat kepada orang tua dan orang-orang yang lebih tua, keberanian, rasa gotong-royong, kasih sayang dalam keluarga, kebahagiaan dalam kesederhanaan, kesabaran, persahabatan, dan nilai-nilai luhur kehidupan lain.

Totoro sebagai sosok spirit penunggu pohon dipandang sebagai karakter yang lucu, bahkan dalam geraman dan teriakannya yang kadang sangat menyeramkan. Bukannya malah ketakutan, Satsuki dan Mei justru kegirangan mendengar geraman Totoro. Film yang sangat bagus! Sekali tonton, film ini langsung masuk dalam kategori film favorit gw! :D

Karakter Mei mengingatkan gw pada Alice di Alice in Wonderland karya Lewis Carroll, Toto Chan-nya Tetsuko Kuroyanagi, Mary Lennox di The Secret Garden karya Frances Hodgson Burnett, dan Matilda-nya Roald Dahl.
Seorang putri riang, cerdas, dan kaya imajinasi!

Anak basket kayaknya perlu deh nonton film ini! Lol :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s