Indonesia Akui Keunggulan Filipina, Final 8th SEABA Championship for Men 2009

4686_89276473214_574388214_1851021_7584468_n

Filipina masih di atas kita hingga saat ini. Pada final kemarin, Garuda Flexi Bandung yang mewakili Indonesia harus mengakui rekan-rekan berbahasa Tagalog ini 68-98.

Gw tidak menyaksikan langsung, namun ada sebuah komentar menarik pada tulisan sebelumnya dari Erwin Cortez. Komentar Erwin sangat bagus sehingga gw re-post di sini.

“Terbukti sudah betapa jauh tertinggalnya kita dengan Philippines di basket. Penyebabnya ada beberapa hal yaitu, tidak ada regenerasi pemain nasional. Pemainnya berulang kali itu-itu saja walau dengan hasil yang selalu mengecewakan. Kedua, pemain indonesia tidak fokus pada basic basketball skills tapi hampir semuanya ingin terlihat seperti orang kulit hitam dengan tato, asesoris berupa head band, hand band, celana gombrong, gaya dribble a la streetball tapi mainnya gak keruan. Yang ditiru dari pemain asing hanya fashionnya saja bukan basic skill basketballnya. Belajar main dulu yang benar baru gaya-gaya boss! Saran saya,cari anak-anak muda maksimal umur 18 tahun dengan tinggi badan minimal 180, kirim ke Philippines masukan ke Ronny Magsanoc Basketball Camp selama setahun, kemudian tahun kedua sparring-sparring saja selama 3 bulan dengan tim-tim lokal baru kemudian pulang ke Indonesia. Saya jamin hasilnya pasti bagus ketimbang ngandalin pemain-pemain IBL yang itu-itu lagi gitu-gitu lagi mainnya seperti orang jalan di tempat alias tidak ada kemajuan. Cheers!

Terima kasih Erwin Cortez untuk komentar yang keren ini!

(Foto oleh Ino Afiar)

Iklan

5 pemikiran pada “Indonesia Akui Keunggulan Filipina, Final 8th SEABA Championship for Men 2009

  1. setuju banget dengan Erwin Cortez!!! kenapa pemain profesional di Indonesia malah bangga pake celana yang begitu “gombrong”-nya, dan memakai aksesoris yang sangat berlebihan???
    Com’on!! jadilah contoh yang baik buat penggemar basket Indonesia di masa depan!

  2. Sebenarnya, dengan mengangkat komentar Erwin Cortez di tulisan ini bukan berarti gw setuju 100% dengan Erwin, tapi apa yang Erwin katakan memang banyak benarnya. Terutama masalah teknik dasar bermain basket. Gw rasa kita semua mesti banyak belajar lagi.

    Kalau masalah gaya atau fashion, itu sih hak dan kebebasan berekspresi setiap individu. Gw suka individu yang berani berekspresi dan bertanggungjawab. Setiap orang punya karakter masing-masing, dan kita harus respek dengan karakter setiap orang.

    Cheers! (Ngikutin kata penutupnya Erwin..hahaa)

  3. Gue stuju bagian fashion itu expresi kebebasan…
    Inget Om Erwin,Indonesia itu hebat…PURE 100% Indonesian Blood…
    Gimana dengan Phillipines??
    Phil-AM??

    Yah menurut gue…Indonesia sendang maju…Sementara Phillipines sudah maju…

    Gue pernah ngobrol sama orang Phillipines saat SEABA dl…Waktu itu mereka menang lawan SM…

    Menurut gue hanya satu kekurangan Indonesia…
    KOMPETISI YANG KETAT…

    Terutama untuk Kobatama…
    Karena di Phillipines setau gue,pemain dari PBL(KOBATAMA) di draft untuk masuk ke PBA(IBL)…

    Mungkin itu yang ditiru…

    1. Reggie,PBA atau liga profesional philippines memang sengaja meminta para Phil-Am untuk pulang dan bermain di liga nasional mereka karena mereka menyadari bahwa diluar semua kemampuan bermain basket mereka,ada satu kekurangan.. yaitu Body heights and body size.. tujuan nya pun adalah untuk mengikuti World basketball championship yang rencananya akan di gelar di turki 2010.Dimana tim-tim kelas dunia akan berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut dengan segala kelebihan fisiknya terutama Body heights. keikut sertaan mereka di Seaba Medan hanyalah untuk pemanasan dan penyelarasan permainan,strategi dan ajang penyesuaian antar pemain yang kebanyakan belum pernah bermain bersama. jadi mengambil Phil-Am adalah kecerdasan dan kejelian para komisioner PBA Reggie bukan suatu kekurangan. Dibanyak negara pun sekarang dilakukan hal yang sama yang disebut NATURALISASI pemain, hal ini sudah lazim dilakukan dibelahan dunia. Apakah reggie tahu bahwa selama ini Philippines ketika mengikuti event-event basket asia 3 tahun belakangan selalu mengirimkan tim amatir dari liga kelas 2 mereka yaitu PBL (PHILIPPINES BASKETBALL LEAGUE) bukan dari liga profesional mereka yaitu PBA (PHILIPPINES BASKETBALL ASSOCIATION)??? dan seringkali mereka menang minimal medali 2nd place winner,dan ketika melawan indonesia pun yang sudah menurunkan tim kelas 1 nya,Indonesia selalu kewalahan. karena ketika mereka menurunkan pemain profesionalnya seperti yang di Seaba,Medan kita sama-sama tau nasib malang yang menimpa Garuda Flexy. jadi kira-kira mas Reggie dengan tingginya standard permainan liga profesional Philippines,kira-kira pemain dari Kobatama di draft kesana untuk posisi apa? TOWEL BOY-kah??? saya menghabiskan 4 thn lebih masa sekolah saya disana dan saya paham betul filosofi basket mereka,satu hal yang selalu di dengung-dengungkan pelatih dan pemain legendaris Philippines Robert Jaworski: “DONT HATE YOUR OPPONENTS,LEARN FROM THEM.” masukan buat timnas Indonesia. Cheers!

  4. Gw sich setuju setuju aja ama Om Erwin,tapi kita juga harus tahu bahwa Filipine ama kita tu bedah…byk orang Filipine yang tinggal di America udha lama…seperti Ryan Reyes,Asi Taulava,Jay Jay Helterbrand..dan ada juga yang Campuran..seperti Gabe Norwood yang Ibunya Orang Filipine..dan yang gw salut mereka mau pulang dan main buat negaranya…orang indo byk juga yang diluar..dan campuran sayang byk dari mereka malah jadi artis,dll…tapi kita juga liat bahwa di filipine basket itu udah jadi industri…kita bisa liat dari seoarng James Yap gaji dia aja sekitar 80jt perbulan…bedah jauh dgn seorang pemain di IBL..selain kompetisi mereka yang ketat…karena byk perusahann,swasta yang sponsor…dan serius ingin basket filipina kembali jaya seperti dahulu…sedangkan kita kalo IBL udah bisa nebak siapa yang akan masuk Final…Jujur dulu gw lebih suka ntn Timnas indo jamannya Ali Budimansya,Romy Chandra…kalo skrg udah ngak semenjak gw da tahu yang Namanya PBA…thanks semoga Basket indo maju ke depannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s