Ini Salah Satu Alasan Kenapa Gw Cinta Basket (Grizz bikin Surabaya Menangis)

NBA Madness

Cerita ini dikirimkan oleh seorang teman di Surabaya mengenai The Grizz, maskot Memphis Grizzlies yang tidak saja menghibur tetapi ternyata mempunyai kisah dramatis yang mampu memotivasi semua orang. Silahkan membaca dan rasakan kisah harunya.

Grizz bikin Surabaya Menangis

Peluk Anak-Anak Penderita Kanker sebelum Berpisah

Grizz tidak hanya membuat penonton tertawa. Maskot Memphis Grizzlies itu juga mampu membuat penonton menangis. Dia melakukan itu pada penampilan terakhirnya di NBA Madness presented by Jawa Pos, sore kemarin di atrium Tunjungan Plaza 3.

Selain terus melakukan atraksi slam dunk yang mengesankan, Grizz menyempatkan diri bertemu dengan para pengidap kanker di Surabaya. Sebagai sosok yang baru saja menaklukkan penyakit mematikan tersebut, Grizz ingin memberi semangat kepada seluruh pengidap kanker, bahwa kita semua bisa mengalahkan penyakit

Sebanyak delapan anak, plus dua orang dewasa, kemarin merasakan momen mengharukan tersebut. Mereka datang dari Paguyuban Kanker Anak Jawa Timur (PKAJ). Anak-anak itu masih sangat muda, usia berkisar antara empat sampai 15 tahun. Rata-rata menderita leukemia (kanker darah).

Mereka adalah Aris Budi Setiawan (12), Angga Pramudya Putra (15), Rixza Ghulam Yamsasni (12), Danang Asmono (12), M. Syamsul Huda (13), Valyas Muxaminan Aqsha (9), Fadila Rahma Yuniarti (5), dan yang termuda, Dzikra (4). Selain itu, masih ada dua penderita kanker yang sudah dewasa, Lea Fhina Umkeketony (28), dan M. Ferdian (30).
Satu per satu mereka dipanggil ke tengah lapangan, diiringi dengan lagu Don’t Stop Believin’ dari Journey. Lagu itulah yang tahun lalu mengiringi kembalinya Grizz ke arena basket di Memphis, setelah berbulan-bulan berjuang mengalahkan kanker kelenjar getah bening (Hodgskin’s lymphoma) yang telah mencapai stadium 3B.
Setelah dipanggil, satu per satu pula mereka dipeluk oleh sang maskot, dan diberi hadiah kaus Memphis Grizzlies, yang dibawa langsung Grizz dari Amerika Serikat.

NBA Madness

Setiap pelukan itu pun diiringi oleh aplaus dari pengunjung yang memadati sekeliling atrium Tunjungan Plaza 3. Bahkan, setiap pelukan itu memicu tetesan air mata dari semua yang melihat. Bukan hanya penonton, juga panitia dan semua pihak yang terlibat.

Khususnya ketika anak-anak kecil yang berjalan ke arah sang maskot beruang. ’’Saya sudah berusaha menahan air mata. Tapi, akhirnya tetap keluar juga,’’ urai Cipto Kurniadi, 31, yang kemarin menonton acara mengharukan tersebut.

Setelah mendapat hadiah kaus, para tamu istimewa itu berdiri berbaris di depan ring. Bersama Grizz, mereka berpose bersama, memegang spanduk panjang bertuliskan “Kita Bisa Mengalahkan Kanker.”

Dasar Grizz, itu saja tidak cukup. Selesai foto-foto, trampolin langsung disiapkan di depan barisan tersebut. Grizz pun berlari, melompati para penderita kanker itu sebelum melakukan slam dunk terakhirnya di NBA Madness Surabaya ini.

NBA Madness

Aksi itu adalah penyampaian simbolis, bahwa kita semua bisa nge-dunk kanker!

Belum selesai, Grizz lantas menghadiahi para penderita kanker itu tanda tangan. Sebagai ucapan terima kasih, anak-anak itu memberi hadiah pin untuk Grizz. Khusus kepada Lea, dia memberi ciuman. Ternyata, saat Grizz memberikan tanda tangan, Lea berucap dalam bahasa Inggris, menyatakan bahwa dia menerita kanker yang sama dengan Grizz.

“Ciuman Grizz membuat saya lebih semangat berjuang melawan penyakit ini,” ujar Lea setelah acara. “Kisah hidup Grizz memberi saya inspirasi. Tidak boleh menyerah melawan kanker. Dia yang sudah 30 kali kemoterapi masih bisa survive. Kenapa saya yang baru 12 kali tidak bisa,” tambah pegawai marketing di sebuah klinik medis tersebut.
Anisa Yama Nadia, ibu dari Aqhsa sekaligus wakil ketua PKAJ, tampak sangat terharu setelah anak-anaknya dipertemukan dengan Grizz. “Sekarang, anak-anak saya jadi lebih termotivasi menghadapi penyakit yang mereka derita,” ujarnya.

Nadia mengaku sempat kaget waktu membaca Jawa Pos, mengetahui Grizz pernah menderita kanker stadium 3B. Sebab, penampilan Grizz tampak begitu powerful.

Bukan hanya teman-teman dari PKAJ dan penonton yang terharu. Setelah acara itu, Grizz pun mengaku ikut terharu. Di balik topeng, dia ternyata juga menitikkan air mata. “Saya juga menangis,” ucapnya.
Kata Grizz, kunjungan di Surabaya ini adalah kunjungan luar negeri terbaik yang pernah dia rasakan. “Jauuuuh lebih baik dari yang lain. Kotanya ramah, penontonnya antusias. Evennya juga berjalan sangat mulus,” tuturnya.
Secara keseluruhan, Grizz menyebut momen kemarin sebagai yang terbaik kedua dalam hidupnya. Hanya dikalahkan oleh momen comeback-nya di Memphis tahun lalu, saat dia untuk kali pertama tampil setelah resmi mengalahkan kanker.

“Waktu itu, seluruh keluarga saya ada di sana. Saya juga sempat menyerahkan buket bunga kepada ibu saya di tribun. Tapi, andai ibu saya ada di sini (Surabaya, Red), dia pun pasti ikut menangis,” tutur sang maskot.
Grizz menambahkan, untuk sebuah acara, segala perencanaan bisa dilakukan untuk membuat acara itu seindah mungkin. Tapi, belum tentu segala perencanaan bisa menghasilkan momen seindah kemarin. “Hal-hal seperti ini tidak bisa diskenariokan. Ini bukti kekuatan human emotion,” tandasnya.

Dengan pengalaman ini, Grizz berharap bisa kembali ke Surabaya di masa mendatang. Baik sebagai maskot atau sebagai pribadi untuk jalan-jalan. Dia mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos dan DBL Indonesia, yang menyelenggarakan NBA Madness dan menjamunya dengan baik.

Sebaliknya, pihak penyelenggara juga mengucapkan terima kasih terbesar untuk sang maskot.
“Dia sangat menyenangkan. Kami telah menyelenggarakan begitu banyak even mengesankan, tapi tidak ada bintang tamu yang meninggalkan kesan seperti Grizz. Kami bilang padanya, kapan saja dia mau kembali, warga Surabaya akan menyambutnya dengan pelukan hangat,” kata Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos. “Mungkin ada maskot-maskot NBA lain yang lebih senior. Tapi, Grizz adalah maskot sempurna untuk even bersejarah, yang pertama di Indonesia ini,” tambahnya.

Menulis Blog

Kunjungan Grizz di Surabaya ini benar-benar membuat sang maskot berkesan. Sejak tiba di Surabaya 3 Juni lalu, setiap hari dia menulis blog di situs resmi Memphis Grizzlies, klik di sini.

Dalam catatan pribadi itu, dia mengaku sempat ragu berangkat ke Indonesia. Alasannya, dia biasanya “berhibernasi” setelah musim NBA tuntas. Tapi, akhirnya dia berubah pikiran dan melakoni perjalanan ke Surabaya.
Di Surabaya, baru pertama kali menapak di bandara, 3 Juni lalu, dia sudah mendapat kejutan. ’’Kapan lagi ada beruang tampil di halaman depan Jawa Pos, surat kabar terbesar di Indonesia,’’ tulisnya.

Kejutan kembali berlanjut saat dia tampil di hari pertama NBA Madness presented by Jawa Pos, 4 Juni lalu. Dia bilang, penonton di Surabaya begitu heboh. Grizz mengaku masih agak capek di hari pertama itu, tapi itu langsung hilang begitu melihat antusiasme publik Surabaya.

Di seri lain, dia kembali mengekspresikan kekagumannya terhadap Surabaya. Dia bilang, orang-orang Surabaya memperlakukannya seperti rock star. Selain itu, dia juga menulis tentang DetEksi Basketball League (DBL), yang dia anggap sebagai kompetisi basket pelajar papan atas.

Selama di Surabaya, dia memang banyak belajar tentang basket di sini. Termasuk tentang kisah-kisah di dalam DBL. Karena itu, dalam blog itu dia menyelipkan kisah Sumiati, anak keluarga kurang mampu yang pada 2006-2007 lalu menjadi bintang besar di liga basket pelajar terbesar di Indonesia itu.

Coba saja masuk ke situs resmi Memphis Grizzlies itu. Entah apa lagi yang akan ditulis oleh sang beruang seru.

(nar)

Iklan

2 pemikiran pada “Ini Salah Satu Alasan Kenapa Gw Cinta Basket (Grizz bikin Surabaya Menangis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s