Siap-siap! David Lee dari New York Knicks ke Surabaya

33-90760-F

Beberapa hari lalu, teman-teman dari panitia penyelenggara NBA Madness (Gelaran resmi NBA pertama di Indonesia) mengabarkan ke gw bahwa mereka akhirnya telah memutuskan siapa pemain NBA yang akan menceritakan pengalamannya, membagi ilmunya, bahkan menjadi teman baru untuk para pecinta basket di Indonesia (Khususnya Surabaya yang sangat beruntung) di NBA Madness bulan Juni nanti.

Namanya David Lee, dari New York Knicks. Begitu mendengar nama David Lee, gw langsung teringat artikel lima halaman pada majalah Slam Indonesia edisi April 2009 lalu yang membahas khusus pemain yang saat ini masih belum begitu populer di Indonesia.

Teman saya yang menjadi panitia NBA Madness itu bercerita bahwa kriteria pemain NBA yang mereka undang ke Surabaya adalah pemain yang memiliki potensi besar untuk menjadi bintang di masa depan. Tahun lalu mereka mengundang Danny Granger (dalam rangka DBL) dari Indiana Pacers, dan terbukti benar. Kurang dari satu tahun, Danny langsung menjadi pemain yang disegani di liga. Ia terpilih masuk NBA All Star di Phoenix bahkan meraih penghargaan The Most Improved Player untuk musim kompetisi tahun ini.

David Lee

Pada awal karirnya, Lee adalah pemain di Chaminade College Preparatory School, Missouri. Mulanya ia adalah pemain kidal, namun sejak tangan kirinya pernah patah, ia mulai melatih tangan kanannya. Kini Lee adalah pemain ambidextrous (mampu menggunakan kedua tangan dengan sama baiknya) yang hebat.

Saat berkuliah, Lee bermain untuk Florida Gators di bawah asuhan pelatih Billy Donovan. Pada tahun pertamanya, Lee masuk dalam daftar ALL-SEC Freshman Team (semacam bintang rookie) pilihan kumpulan pelatih. Lee bermain dengan baik dengan selalu meraih angka dua digit dan rata-rata tujuh rebound.

Tahun 2005, Lee dipinang oleh New York Knicks. Lee awalnya ditempatkan pada posisi small forward. Salah satu pertandingan paling tak terlupakan di awal karir Lee adalah pada tanggal 2 Januari 2006 saat ia mencetak 23 angka dari 10 kali tembakan, 15 rebounds, dan 3 steals saat Knicks mengalahkan Phoenix Suns dalam tiga kali perpanjangan waktu.

Musim 2008-2009, penampilan Lee semakin gemilang. Ia adalah pemain Knicks pertama setelah Patrick Ewing yang bisa membukukan angka di atas 30 dan rebound di atas 20.

Dari data terakhir di nba.com, Lee rata-rata mencatat 16 poin dan 11,7 rebound per pertandingan. Sebuah pencapaian di atas rata-rata para pemain NBA yang lain.

Penampilan David Lee semakin disoroti di NBA. Ia menjadi salah satu pemain yang patut diwaspadai lawan ketika bertanding. Pasca Patrick Ewing, John Starks, dan Kevin Johnson, kini warga New York memiliki idola dan bintang baru yaitu David Lee, dan sebelum benar-benar populer di Amerika sana, ia singgah dulu ke Surabaya.

david-lee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s