Cukupkah Format Kandang-Tandang dan Pemain Asing Mengangkat Pamor IBL (Nantinya)?

garuda-juara-turnamen

“Dengan format seperti ini (kandang-tandang) diharapkan bisa meningkatkan jumlah penonton. Klub juga akan memiliki penggemar fanatik dan mereka bisa mendapatkan pemasukan dari penjualan tiket.”

“Hadirnya pemain asing akan semakin menambah daya tarik kompetisi. Sejauh ini kami masih mempertimbangkan soal batasan keberadaan dan penggunaan pemain asing tersebut.”

Dua pernyataan di atas datang dari Ade Bella (Kompas, 29 April 2009), Komisaris Indonesian Basketball League (IBL) mengenai kemungkinan format baru penyelenggaraan IBL pada musim kompetisi mendatang. Format main kandang-tandang dan keterlibatan pemain asing dipercaya bisa menambah daya tarik IBL dalam menyedot jumlah penonton.

Gw setuju. Tapi jika tujuannya adalah menarik jumlah penonton yang jauh lebih besar daripada sekarang apalagi menumbuh dan melahirkan penggemar-penggemar klub fanatik, gw rasa format main kandang-tandang dan penggunaan pemain asing belumlah cukup.

Ingat slogan NBA pada NBA All-Star lalu? “It’s more than just a game.” Jika hanya melihat dari segi format pertandingan dan penggunaan pemain asing maka menurut gw, IBL masih melihat main basket sebatas “it’s just a game.”

IBL harus mampu melihat bahwa main basket adalah sebuah produk. Sebuah produk yang dijual. Produk yang butuh pasar dan konsumen. Main basket jelas masuk dalam kategori dunia olah raga. Namun (barangkali) di mata pasar ia adalah sebuah produk pertunjukan alias hiburan.

Di tengah belantara pasar yang gaduh ini, sebagai produk hiburan, IBL harus mencari ceruknya (niche) sendiri. Ingat! Jangan pernah menganggap bahwa IBL adalah sebuah produk unik yang tidak memiliki saingan/kompetitor. Jangan pernah berpikir bahwa IBL adalah sebuah produk hiburan dalam format olah raga yang saingannya hanya olah raga lain (sepak bola, bola voli, dll) yang biasanya penyelenggaraannya tidak bersamaan.

Penyelenggara IBL harus bisa menjawab pertanyaan di bawah sadar benak konsumen pasar yang bertanya “Apa kehebatan IBL sehingga saya harus menontonnya dibandingkan dengan nonton bioskop, makan enak, beli mainan, jalan-jalan, dll. Tidak lah mudah. Namun bukan tidak mungkin!

Klub Harus Proaktif

Setiap klub harus memiliki kegiatan lain selain bertanding dalam mendekati penggemarnya. Klub, dalam hal ini para pemainnya harus lebih akrab dengan masyarakat kota yang diwakilinya. Tidak melulu dalam hal main basket. Bisa dalam kegiatan apa saja. NBA punya kegiatan NBA Cares, NBA Back To School, NBA Reads, NBA Madness, dan lain-lain. Semua kegiatan tersebut tidak satupun berbau basket. Efeknya, kegiatan sosial (Yup! kegiatan sosial!) ini justru lebih mengikat klub dan penggemar lebih erat.

Setiap klub harus proaktif melakukan ini. Jika tidak ada niatan, IBL lah yang harus mengambil kendali mewajibkan setiap klub agar melakukan ini dalam bentuk aturan peserta IBL.

Dekati sekolah

Rajin-rajinlah berkunjung ke sekolah-sekolah di setiap kota yang diwakili oleh klub. Gw lebih setuju jika sekolah yang dikunjungi adalah Sekolah Dasar, bukan SMP apalagi SMA. Berikan ceramah tentang hal-hal yang menggugah rasa ingin tahu. Perkenalkan basket dari usia dini. Ajak mereka mencintai basket sejak kecil. Berikan motivasi-motivasi membangun, bukan hanya dalam dunia basket namun juga dalam meraih cita-cita. Ajak anak-anak SD tersebut untuk memiliki cita-cita dan berusaha meraihnya. Gw yakin, pemain dan klub IBL akan mendapat tempat yang istimewa di hati masyarakat kota.

Efek sederhana dan singkatnya, mungkin, anak-anak sekolah tersebut akan mendukung timnya ketika bertanding kandang, mereka sangat mungkin bahkan mengajak orang tua dan kerabatnya.

Perbanyak kegiatan di sekitar pertandingan resmi

Misalnya? Undang para penggemar dan pendukung untuk menyaksikan sesi latihan beberapa hari sebelum pertandingan. Ajak para penggemar untuk berfoto bersama. Be humble! IBL dan klub sebagai produklah yang justru membutuhkan penggemarnya. Ajak penggemar untuk foto bersama. Bukan sebaliknya sok jual mahal. Ngobrol. Minta pendapat tentang strategi apa yang harus dijalankan walau hanya sekadar basa-basi. Tanda tangani pernak-pernik yang diminta oleh para penggemar. Those mean a lot for fans!

Ini sekadar uneg-uneg gw aja sih. Siapa tahu yang lain juga setuju. Saat ini IBL dan setiap timnya memiliki tempat di hati para pendukungnya, namun belum seberapa banyak :)

(Foto by Ino Afiar)

5 pemikiran pada “Cukupkah Format Kandang-Tandang dan Pemain Asing Mengangkat Pamor IBL (Nantinya)?

  1. setuju nih!
    apalagi yang dekati sekolah”
    kapan lagi ngeliat pemain IBL ngelatih anak” kecil.
    pasti seru banget! gw dukung!!!

  2. ehhmm..klo kesimpulanku sih dr tulisan di atas itu gmn cara mengatur IBL scr profesional kyk corporate pd umumnya. IBL itu adl produk skaligus brandnya. Jd g hanya diatur dr segi komunikasi n marketingnya scr baik tp jg packaging n kualitas produk tsb. N IBL jg kudu memperhatiin n melakukan keg.CSR mrk yg ujung2nya untk keuntgan IBL sendiri.
    Uda bkn rahasia gmn profesionalnya NBA,mgkn terlalu jauh IBL dtuntut untk spt itu. Msh jauhlah..yg mgkn adl gmn IBL itu mulai dcoba dperbaiki dr sgl sisi2 olh smua pìhak yg terlbt ddlmnya lgsg atopun g lgsg… N g perlu malu untuk mencnth kompetisi2 baskt yg dkelola pihak swasta klo mmg mrk mengelolanya lbh baik..thx

  3. Gw setuju banget sm lo bro…terutama yg urusan klub IBL agar lebih dekat dengan fans. Terus terang sampe hr ini baru 2 tim aja yg fansnya cukup deket..SM & Garuda….terbukti dr adanya sarana fans club & bbrpa merchandise klub yg bisa dimiliki…tp tetep sih…msih jauh kyk NBA.

    Moga2 pemilik klub IBL bc blog ini yah, biar musim dpn bny perubahan…

  4. Sebenernya sih udah ada…

    Di Sby, CLS ikut ambil bagian di Liga Pelajar SMP dan SMA. Ikut meramaikan games2 bareng pemain dan penonton. Waktu NBA Clinics bareng Danny Granger juga ikut membantu di pelatihan dasar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s