DBL Makin Ramai, Lampung Banjir Penonton

LPG-DBL

Tidak begitu terdengar gaungnya di Jakarta dan Bandung, Deteksi Basketball League semakin menghibur, menyenangkan, dan insyaAllah semakin memajukan basket Indonesia.

Beberapa hari yang lalu DBL baru saja menyelesaikan putaran final di Lampung. Berikut petikan berita yang Gw terima dari DBL,

Lomba jumlah penonton seolah berlangsung di Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009, kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia. Lampung mencatat rekor tersendiri. Sekitar 5.400 penonton menyaksikan dua partai final Honda DBL Radar Lampung 2009 di GOR Saburai. Gedung berkapasitas lebih dari 2.500 penonton itu sampai harus “isi ulang”. Penuh waktu final putri, lalu gantian penonton dan penuh lagi waktu final putra.

“Jumlah penonton final ini merupakan yang terbanyak sejak rangkaian Honda DBL 2009 dimulai 16 Januari lalu di Jayapura. Memecahkan rekor final Palembang, 22 Februari lalu, yang disaksikan sekitar 4.900 penonton,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL.

Dengan rekor penonton final kemarin, total penonton Honda DBL Radar Lampung 2009 pun menembus angka 20 ribu orang. Tergolong spektakuler untuk even basket yang tidak gratis. Dari empat kota yang baru tahun ini menyelenggarakan Honda DBL, kota Bandar Lampung punya penonton terbanyak.

Berita yang sangat menyenangkan. Maju terus DBL, maju terus basket Indonesia!

13 pemikiran pada “DBL Makin Ramai, Lampung Banjir Penonton

  1. Honda DBL 2009 memang memukau dari pertandingan Basketnya akan tetapi untuk perlombaan team yel-yel menurut saya selama 15 tahun belakangan ini paling buruk dari segi penilaian karena panitia tidak jelas apa saja kreteria penilaian yang dilakukan. Semua menjadi bias dan tidak jelas ketika panitia memutuskan juara yang salah satu juaranya (juara 2) dari segi koreo itu tidak jelas dan berantakan gerakannya. SMAN 2 Agaknya beruntung sekali krn juri team yel-yel DBL 2009
    yang ga jelas latar belakangnya itu senang dengan pertunjukan yang aneh-aneh saja sedangkan mereka (juri Ga Jelas itu) tidak konsisten dengan apa kreteria yang mereka ajukan bahkan saya melihat salah satu juri pada saat team yel-yel atraksi sibuk jalan-jalan dan tidak konsen melihat peserta. Titik kesulitan gerak atau pembuatan piramid tidak dinilai dan yang sangat menyedihkan lagi team yel-yel dikerjai panitia untuk turun berulang kali sungguh riskan krn satu team cheer itu bisa memakan biaya 3-4 juta dan tidak pernah terpikirkan sama sekali oleh panitia bahkan juri saja panitia penyelenggara memakai orang-orang awam untuk jadi juri.Saya selaku praktisi seni sangat kecewa melihat kenyataan itu.Pa HARMAN selaku panitia DBL dari pusat juga tidak bertanggung jawab atas penilaian dewan juri sedangkan Mba MIMI selalu menghindar ketika kami temui dan merijek HP ketika kami telfon pertanda juri tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang dinilainya. Saran saya silahkan DBL 2010 kembali lagi tapi ” tanpa Team yel-yel ” karena panitia DBL itu hanya orang-orang awam ga ngerti !!!!

  2. Hi Joni dan Eko Nugroho,

    Terima kasih atas perhatiannya.

    Setelah membaca komentar dari rekan-rekan, kami tim DBL Indonesia menjadikan masukan ini sebagai wacana, sebagai bentuk perhatian kami atas sebuah masukan.
    Kami kemudian mengadakan pertemuan dengan me-review video rekaman dari final yel-yel di Bandar Lampung.

    Berdasarkan hasil rekaman, kami mencoba menjawab pertanyaan rekan-rekan.

    1. Sesuai peraturan yang dibacakan saat technical meeting, kriteria dalam penilaian Yel-Yel Competition adalah Koreografi, Yel-Yel, Kekompakan, Kreativitas, dan Kostum. Tim yel-yel terbaik adalah yang paling entertaining, dengan memperhatikan seluruh kriteria tersebut.

    Dalam konteks ini, ketiga juara yel-yel Lampung yang sudah diputuskan adalah yang paling layak memenuhi persyaratan tersebut. Dan hal ini semakin diyakini setelah kami me-review rekaman tersebut.

    2. Dalam kompetisi ini, selalu ada tim DBL Indonesia yang fokus menilai yel-yel. Hal ini untuk menjaga standarisasi penilaian dari kota ke kota. Selain itu, kami selalu merekam penampilan tim yel-yel. Lalu, sebelum keputusan juara diambil, seluruh video itu akan diputar oleh para juri untuk memperkuat keputusan.

    3. Kami menyadari bahwa dalam setiap kompetisi, selalu ada bentuk subjektivitas yang mendorong setiap peserta untuk dipilih sebagai juara. Dan, kami sangat menghargainya. Namun, kami selalu berkomitmen untuk mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang dan objektif. Termasuk, dengan melihat dari pengalaman yang kami dapat ketika melakukan penilaian di belasan kota di Indonesia.

    Terima kasih atas perhatiannya, semoga hal ini bisa menjadikan semua lebih baik.

  3. @ Tondo: Thanks ya!

    @ Bemby: Kamu tinggal di mana? Kalau di Samarinda, Pontianak, Banjarmasin, atau Surabaya dan Malang, DBL masih akan dimulai lagi bulan Juli.

    Untuk kota-kota yang lain, tunggu DBL 2010 yah. Doakan semoga kami bisa menambah jumlah provinsi yang dikunjungi.

    Tahun ini kan ada di Papua, NTB, Bali, Sulsel, Sulut, Jabar, Riau, Sumsel, Lampung, DI Jogja, Jateng, Kalsel, Kalbar, Kaltim, dan Jatim.

    Ada usulan untuk 2010? He he he.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s