Belajar Main Basket dari: Jakarta International Java Jazz Festival 2009 (2/5)

n549213668_2255766_1450007

n549213668_2255768_26140161

Jason Mraz tampil dua hari berturut-turut di hari pertama dan kedua. Pada penampilan hari pertama, Jason Mraz tampil “seadanya” dengan kostum t-shirt belel, celana kargo, dan sepatu kasual (sepertinya Chuck Taylor). Penampilan panggungnya keren.

Nah pada penampilan hari kedua dengan audiens yang berjumlah dua kali lipat dari hari pertama, Jason Mraz dan seluruh anggota bandnya tampil dengan dandanan berbeda. Mereka semua memakai kemeja batik! Jason Mraz sendiri mengenakan kemeja dominan putih dengan gambar tokoh pewayangan Bali pada bagian kanan bajunya. Di belakang baju Jason Mraz ada tulisan “Bali”.

Ada kesan lain saat mereka melakukan ini. Penonton (orang Indonesia) merasa sangat-sangat dihargai! Padahal kostum hanyalah bagian kecil dari keseluruhan performa Jason Mraz dan bandnya.

Gw langsung ingat Kelly Purwanto. Pada final IBL Maret 2008 lalu, ketika namanya dipanggil, Kelly masuk lapangan sambil mengangkat kostumnya yang bertuliskan “Garuda”. Penonton langsung bersorak lebih dahsyat lagi. Hal kecil di luar main basket yang membuat penonton merasa dihargai. Kelly melakukannya. Kelly berinteraksi dengan pendukung timnya. Hal kecil yang membuat fans makin sayang pada Kelly dan Garuda Bandung.

n549213668_2255769_41348

Lalu ada Laura Fygi. Ia adalah salah satu penyanyi jazz cewek paling populer di dunia. Di setiap jeda lagunya, Fygi selalu ngobrol dengan penonton. Laura Fygi bahkan mengajak salah seorang penonton untuk naik panggung dan bernyanyi bersebelahan dengan penonton tersebut.

Akrab sekali! Dekat sekali! Penonton menikmati penampilan Fygi bahkan ngobrol dengan dia.

Kenapa nggak pemain IBL melakukan hal yang sama? Di sela pertandingan menghampiri fansnya. Menyalami. Memberi tanda tangan. Foto bersama. Atau bahkan ngobrol sebentar di tengah pertandingan (jeda pergantian babak).

Yang ada, pada gelaran IBL Putaran I Seri 3 di Bandung lalu, pemain Garuda dijauhkan dari fansnya. Tidak diberi kesempatan untuk foto bareng setelah pertandingan. What the hack?

Iklan

2 pemikiran pada “Belajar Main Basket dari: Jakarta International Java Jazz Festival 2009 (2/5)

  1. Setuju!

    Untuk bisa bikin IBL makin maju, memang yang diperlukan bukan cuma bikin kompetisi reguler. Tapi, juga harus dipikirkan bagaimana caranya biar penonton IBL itu berkembang. Gimana caranya yang awalnya ga suka nonton pertandingan basket, terpancing buat dateng, dan lalu bilang “nonton IBL seru juga yah…”

    Juga harus menjadikan IBL bahan obrolan orang. Kalau bisa, bikin orang yang gak ngerti nama pemain IBL menjadi golongan orang ketinggalan zaman.

    Kalau hanya menjadi kompetisi reguler… SMA Trinitas di Bandung juga bikin acara tahunan…

    Padahal, IBL punya peluang jualan yang sangat besar. Permainan pemainnya layak jual. Temen saya yang ogah-ogahan ketika diajakin nonton basket, begitu nonton IBL ikutan tepuk tangan juga kok. Ikut bilang “ohhh…” juga. Ikut teriak “yeee..” juga. Ini potensi.

    Kalau dalam seminggu orang mau nonton di bioskop beberapa kali dengan harga tiket di atas 20 rb, kenapa IBL nggak bisa, padahal harga tiketnya bisa lebih murah? Bikin image bahwa nonton IBL itu keren!

    Ayo semangat penyelenggara IBL!!! Banyak kok yang bisa jadi penonton setia!!! Tinggal bagaimana memancing mereka dateng aja.

    By the way, itu foto-foto Java Jazz siapa yang ngambil? Lumayan juga… Ha ha ha.

    *Sponsor rokok hilang pula.. Bagusss!*

  2. Gw jadi iri sama permainan kasti, bahasa kerennya “baseball”. Ini permainan kurang seru abis menurut Gw. Lamban dan sedikit sekali kejutan. tapi penontonnya edan bejibun! Ada apa?

    Foto-foto Java Jazz semuanya Gw yang motret :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s