Krzyzewskiville, Desa Pendukung Fanatik Duke Blue Devils

450px-more_kville1

Gw nggak tahu bagaimana cara mengeja tulisan judul di atas. Krzyzewskiville adalah nama sebuah “desa” kecil di depan gedung Cameron Indoor Stadium, markas dari Duke Blue Devils. Tim basket Universitas Duke di Durham, North Carolina, Amerika Serikat. Desa ini adalah desa dadakan yang muncul setiap akan terjadi laga antara Duke Blue Devils melawan musuh bebuyutan mereka North Carolina Tar Heels (tim kampusnya Michael Jordan). Para pendukung Duke Blue Devils rela menginap berhari-hari agar bisa mendapatkan tiket pertandingan.

Krzyzewskiville berasal dari nama Head Coach Duke Mike Krzyzewski. Ia melatih tim kampus ini dari tahun 1980 hingga kini. Mike Krzyzewski adalah juga pelatih kepala tim nasional Amerika Serikat yang mendapatkan emas di Olimpiade Beijing 2008 lalu. Coach Mike Krzyzewski sangat rendah hati. Ia mengeluarkan duit dari kantongnya sendiri untuk mentraktir “penduduk” Krzyzewskiville. Krzyzewski juga senang mengadakan diskusi dengan penduduk Krzyzewskiville mengenai tim Duke Blue Devils.

800px-cameron_indoor_stadium_interior

Krzyzewskiville adalah sebuah contoh kecil betapa fanatisme terhadap sebuah tim basket bisa sebegitu gilanya (padahal ini hanya tim kampus di liga NCAA lho..). Dan untuk kalian tahu, markas Duke Blue Devils, Cameron Indoor Stadium ini kurang lebih sebesar GOR C-Tra Arena, markas Garuda Flexi Bandung. Kecil sekali.

Gw jadi ingat “bonek-bonek”-nya Persebaya dan Arema Malang di liga sepak bola Indonesia. Mereka berani (gila) ke Jakarta hanya untuk mendukung tim kesayangan mereka. Hanya saja memang malah jadi bikin ribet aparat.

Gw juga jadi ingat pertandingan final IBL 2008 lalu saat Garuda (Flexi) Bandung menjamu Satria Muda Britama Jakarta, antrean pendukung Garuda mencapai ratusan meter. Walau belum sampai ada yang menginap, apresiasi ini membanggakan sekali. Sayangnya baru terjadi di final saja dan mungkin hanya terjadi di Bandung.

Satu pemikiran pada “Krzyzewskiville, Desa Pendukung Fanatik Duke Blue Devils

  1. Gimana mungkin basket indonesia bisa maju..
    kalo penonton aja sepi, gw jd takut kalo pas NBL sampe kagak ada yg nonton, mungkin karena atmosfer pertandingan yg monoton membuat basket jadi sepi peminat ya ? bandingkan dengan sepakbola
    gw jadi teringat waktu nonton persija vs Arema di gelora Bung karno Jakarta… busyet dah, rame banget yang nonton, kata temen gw sekitar 88 ribu orang memenuhi stadion dan kata saudar gw yg jd kru di AntV bilang saat acara itu ratingnya tertinggi di bandingkan acara TV yg laen….
    satu pesan gw buat pecinta NBL..
    buatlah suporter fanatik seperti BONEK,THE JACK,AREMANIA,VIKING,..

    kita perlu mencontoh suporter sepakbola yang lebih dulu maju ketimbang fans basket…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s