Deteksi Basketball League (Surat Untuk Ref)

Tadi siang gw chating sama Yadi, buat Rino dan Etta barangkali belum kenal, Yadi ini bekerja di League yang bikin sepatu itu. Biasanya kalau sama Yadi pasti ngobrolin basket. Nggak ada hal lain. Nah tadi siang si Yadi ini bilang ke gw kalau League bekerja sama dengan liga DBL. Karena gw nggak tau apa itu liga DBL, gw tanyain ke Yadi. Yadi bilang, DBL itu kependekan untuk Deteksi Basketball League dan suruh gw lihat videonya di youtube. Langsung gw cek ke youtube. Ternyata ada banyak video tentang DBL alias Deteksi Basketball League ini dan setelah membuka salah satu videonya, gw langsung tercengang nggak percaya. Buat yang sudah tahu DBL mungkin akan bereaksi biasa saja.

Gw tercengang karena ada sebuah liga basket yang sudah jalan kurang lebih 4 tahun dan tidak terlalu heboh gembar-gembor di media (Jakarta-Bandung) namun suasana, atmosfirnya sangat jauuuhhhhh lebih meriah dibandingkan dengan IBL. Jika indikator tahun 2007-2008 adalah antusiasme penonton Garuda vs SM di Bandung, maka suasana DBL jauh melebihi itu. Gegap gempitanya luar biasa!

Sorenya gw main basket sama Bowo. Gw tanya ke Bowo apa dia pernah dengar tentang liga basket DBL. Jawabannya, pernah tapi nggak begitu inget. “Kalau nggak salah liga basket pelajar ya?” kata Bowo. Kenapa namanya Deteksi Basketball League atau apa itu Deteksi? Deteksi adalah nama suplemen untuk bagian anak muda di dalam koran Jawa Pos. Seperti halnya suplemen “Muda” di Kompas atau “Belia” di koran Pikiran Rakyat Bandung. Nah kata “Deteksi” ini diambil dari nama itu. Jadi secara tidak langsung liga ini diprakarsai dan didukung oleh koran Jawa Pos.

Liga basket ini adalah liga basket pelajar SMP dan SMA. Putra maupun putri. Diadakan setiap akhir minggu setiap minggu dengan sistem kompetisi dan sepertinya menggunakan sistem gugur dari beberapa tim teratas pada akhir kompetisi untuk menentukan juaranya. Beberapa video yang tampil di youtube adalah potongan beberapa pertandingan putaran final DBL. Ramai sekali. Penontonnya membludak dan antusias. Jika antrian tiket Garuda vs SM lalu dikatakan ramai sekali, begitu pula putaran final DBL ini. Ada cheerleaders, maskot tim, hingga pendukung-pendukung fanatik. Tidak seperti IBL yang hanya ada maskot IBL, si Abas. Dalam salah satu video lagi (gw download 5 video DBL), apresiasi penonton sangat beragam, ada yang sampai menangis saat tim sekolahnya kalah. Ini penontonnya lho. Bukan pemain. Gw jadi inget fans fanatik liga Inggris. “Satu yang gw denger,” kata Bowo, “Katanya anak-anak di sana antusias banget ikut DBL.”

Dalam perkembangannya DBL akhirnya mampu membangun sebuah GOR sendiri yang diberi nama DBL Arena di Surabaya. Desain eksteriornya seperti desain stadion NBA. Interiornya seluas GOR C-Tra (kalau lihat videonya yaa). Dalam sebuah videonya yang lain, DBL bahkan membuat sebuah dokumentasi menggunakan helikopter! Mereka mengambil gambar suasana di seputar DBL Arena menggunakan sebuah helikopter yang memutari DBL Arena dari atas. Agak tidak jelas di kota mana DBL ini mulai diadakan (kemungkinan Surabaya), tapi yang pasti kompetisi dengan nama yang sama sudah menyebar ke Semarang, Makassar, Medan, bahkan Mataram di Lombok! Dan menurut Yadi, DBL akan merambah Bandung pada tahun 2009 dan masuk ke Jakarta pada 2010.

Agustus lalu DBL bekerja sama dengan NBA (gila! Mereka mengklaim ini adalah event resmi NBA pertama di Indonesia) dengan mendatangkan pemain Indiana Pacers, Danny Grange. Grange memberikan pelatihan kepada beberapa pemain liga DBL disaksikan ribuan penonton. Mirip seperti pelatihan-pelatihan pemain NBA ke anak-anak sekolah di Amerika sana.

Tengoklah http://www.deteksibasketball.com. Jangankan sebuah situs yang sangat rapih dan representatif seperti milik DBL, situs resmi saja IBL nggak punya. Halaman tentang IBL di amild.com pun jelek banget.

Jika sedemikian meriahnya, ke mana saja gw (kita) sampai nggak pernah tahu ada liga sehebat DBL (walaupun hanya liga pelajar)? Gw rasa jawabannya adalah karena liga ini diadakan oleh Jawa Pos. Penyebarannya pun ke daerah-daerah di mana koran daerahnya adalah anak perusahaan Jawa Pos; Bali Pos, Lombok Pos, dll. Dan karena dibuat oleh Jawa Pos, grup Kompas enggan meliput (termasuk tabloid olahraga Bola). Grup Jawa Pos adalah musuh besar grup Kompas. Mereka pun belum masuk Bandung karena Bandung dikuasai oleh Pikiran Rakyat. Ini sih prasangka gw yang gw yakin ada benarnya..haha.

Walau diadakan oleh Jawa Pos, liga ini tetap menarik sponsor. Tahun 2007-2008 liga ini bernama tambahan menjadi Honda DBL. Karena sepertinya sponsor utamanya adalah Honda. Tapi gw lihat di sekitarnya juga terlihat embel-embel Telkomsel. Penyelenggara DBL menolak disponsori oleh perusahaan rokok, minuman beralkohol dan minuman energi.

Coba liat sendiri deh ke youtube. Barangkali kalian nggak akan setakjub gw, tapi gw rasa kalian pasti kagum.

Eh, jangan-jangan kalian sudah pada tahu tentang DBL yaa? Wah, jadi malu gw..hehe

Btw kayanya Mario Wuysang dan Andi Batam akan pindah ke Garuda. Ini juga sudah pada tahu yaa? Sialan!

Satu pemikiran pada “Deteksi Basketball League (Surat Untuk Ref)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s