Wawancara Eksklusif dengan Kobe Bryant (Kobe Manila Tour, 2/4)

Standar

Pada saat akan berangkat ke Manila untuk bertemu dan mewawancara Kobe Bryant, gw berpikir akan mendapatkan waktu istimewa untuk melakukan obrolan berhadap-hadapan dengan Kobe. “Hahahaaa, I thought the same way like you bro. Look all around, these journalists, they also had the same thought like us,” canda seorang teman yang datang dari Malaysia :D

Lagian siapa gw juga yaa mau ngobrol berdua dengan Kobe Bryant, hahahaaa :))

Hasil wawancara di bawah ini adalah kumpulan tanya jawab antara wartawan yang hadir di Manila dan jawaban yang diberikan oleh Kobe Bryant. Selamat mengikuti :D *buka kamus!

Which of your games do you consider the most important? (yang hurufnya tebal adalah pertanyaan yaa..)

I think it would be Game 7 against the Boston Celtics. It was the most challenging.

What advice can you give to help enhance the game in Asia?

Continue to learn, continue to teach. Practice, practice, practice.

Given the NBA lockout, how do you keep your rhythm? (ini pertanyaan kecolongan, harusnya gak boleh bertanya tentang NBA lockout)

Keep on practicing. Don’t stop. I make sure that when it does end, I’m ready.

What do you think contributed to the lockout? (kecolongan lagi)

I haven’t spent enough time to actually choose a favorite.

Ending the season on a bad note, what are your plans for next season?

Payback. I’m gonna make them feel my pain.

What are your thoughts on the retirement of Yao Ming?

I haven’t had the chance to reach out yet, but his contribution to the NBA has been amazing. He opened a lot of doors for other players. When he was healthy, he was phenomenal.

Tell us about the foundation you built with your wife.

The foundation fights homelessness, which is such a big problem that has been swept under the rug but definitely something that we can solve. We are growing the foundation and hopefully, it becomes something global.

What do you want to instill in kids?

There is no secret formula. The more you do it, the better you get at it.

Are you interested in once again joining the 2012 Olympics?

I’m more than happy to join.

How do you achieve greatness?

Greatness is very subjective. People have different goals, and whenever someone achieves their goals, that’s greatness.

What made you change your number from 8 to 24?

8 represents the first chapter of my life and 24 is where I am now. It also represents the 24 hours in a day. It reminds me that I should take each day as it comes.

Why aren’t you on Twitter?

I don’t feel like it. If I want to contact someone, I can call or text him. I don’t need everyone else to know what it is I want to say to that person.

What are your thoughts about your dad becoming a coach for the Los Angeles Sparks?

I’m really excited for him. He’s a natural at being a coach and I’m not just saying that because he’s my dad. I’ve been extremely lucky that I have him as a role model.

If you can pick 2 other player to form a Big 3, which players (who are not from your team) will you pick?

That question is very hard to answer. I have to consider a lot of things like chemistry, skills, etc.

What do you want to achieve outside the court?

Help other people. It’s our responsibility to do that.

Who do you think will win in a fight between Manny Pacquiao and Lloyd Mayweather?

Manny is a good friend. His tenacity and competitiveness will win him the title. I’m with Manny.

What is the most important thing you learned from Phil Jackson?

Patience. He was the kind of person who allowed people to grow at their own pace.

What are your thoughts about Shaq’s retirement and his possible stint as a broadcaster?

He’s had a great career. This career change is very interesting. We’ll see. (agak malas-malasan Kobe menjawab pertanyaan ini)

*Bonus: Suasana wawancara :D

Sesaat sebelum Kobe datang, semua wartawan tampak mengetahui dari mana Kobe akan muncul. Kecuali satu orang :D

Aha! Dari sana rupanya :D

Sekarang paham kan, kenapa wawancara hadap-hadapan antara gw dan Kobe Bryant gak mungkin terlaksana? :D

**yang ingin membaca tulisan pertama dari rangkaian cerita kunjungan Kobe Bryant di Manila, silahkan klik di sini.

Segala yang Terjadi di Batujajar (Markas Kopassus) Tetap di Batujajar! -Sedikit Cerita Pelatnas Basket :D

Standar

Beberapa waktu lalu selama kurang lebih dua minggu, para peserta Pelatihan Tim Nasional basket Indonesia untuk SEA Games mengikuti pendidikan pembentukan karakter di markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Batujajar, Jawa Barat. Tak ada cerita mengenai apa yang terjadi dari balik markas salah satu pasukan elit yang paling disegani di dunia tersebut. Ketika para peserta Pelatnas memasuki Batujajar, yang kita ketahui hanya mereka tidak diperkenankan membawa atau menggunakan alat komunikasi. Setelah itu, blank!

Ketika para peserta Pelatnas akhirnya keluar dari Batujajar pada tanggal 14, melalui akun twitter, beberapa peserta memperlihatkan foto-foto mereka yang tengah mengenakan seragam militer. Semuanya terlihat girang dan senang:D Beberapa terlihat agak kurusan dan menghitam :D

Melalui sebuah tanya jawab via e-mail, salah seorang peserta pendidikan pembentukan karakter di Batujajar menceritakan sebuah pengalamannya yang tidak akan terlupakan sepanjang hayat ini :D

(foto ngambil dari twit kak @ariewijayanti_7 :D)

Apa saja materi utama yang diberikan? Bentuk materinya apa?

Banyak banget! Setiap hari kita mendapatkan materi baris-berbaris sampai eneg rasanya. Karena setiap pergerakan dari satu tempat ke tempat lain (misalnya dari barak ke lapangan atau tempat makan ) harus rapih. Mau makan pun kita harus berbarengan. Kayak ada ritualnya. Kayak upacara begitu, ada pemimpin. Mau masuk tempat makan harus hormat dan teriak “patriot!”. Dan setiap baris-berbaris ketika perpindahan tempat kita diwajibkan beryanyi (alhasil kebanyakan peserta hilang suara di akhir camp).

Beberapa materi yang diberikan antara lain; materi rintangan, ini seperti outbound. Ada pos kaya flying fox. Pos manjat tali yg yang bentuk kotak-kotak gitu entah apa namanya lupa. Terus, pos nyebrang tali yang posisi badan tiarap pakai satu tali. Itu baru pemanasan!

Lalu ada materi ketinggian; yang terdiri dari rappelling, running, di mana kita berlari ke bawah dari ketinggian. Serta lompatan ketinggian. Ini latihan basic terjun payung. Tapi media tidak menggunakan parasut. Simulasi saja posisi tali seperti tali parasut. Dan kita mengenakan parasut cadangan, tapi tidak diperbolehkan mencabut kunci parasut. Inti dari latihan-latihan itu bagaimana kita mengatasi rasa takut. Dan kita selalu di tekan untuk tidak takut akan baying-bayang yang mengganggu pikiran kita sebelum memulai tindakan.

Kita juga mendapatkan materi psikologi terapan. Materi ini semacam materi tes IQ kecerdasan peserta tapi secara praktek di lapangan. Di sini siswa (semua peserta disebut siswa. Entah itu atlit manager atau pelatih tim) dituntut untuk cekatan.

Materi juga diberikan secara berkelompok. Di sini kita diberikan banyak macam permainan yang melibatkan banyak orang. Seperti permainan outbound pada umumnya. Tetapi karena di Kopassus permainan ini lebih melelahkan karena mereka tidak mau disebut ini permainan outbound.

Materi wawasan kebangsaan kita pun diberikan agar semangat nasionalisme kita semakin tinggi.

Dalam materi orientasi, kami dibagi per pleton dan per kompi. Kami baris-berbaris mengelilingi lokasi komando yang luas banget. Dan kita berhenti di setiap pos. dan setiap pos ada quote yang harus dibaca dan diartikan. Ada pula materi peta dan kompas di mana kita diajarkan untuk bisa membaca peta buta dan kompas manual. Dipraktekan dengan berjalan mengelili dusun-dusun di daerah Batujajar (semua kepanasan alhasil pada gosong terbakar). Sebenarnya bingung juga fungsi materi ini buat apa ya? Saya pikir hari gini ada GPS gitu. Hahahaha. Tapi memang bingung. Seorang yang membaca kompas cuma ketua kompi aja. Siswa yang lain sibuk mencari perlindungan pohon sambil terkantuk-kantuk. Rutenya jauh pisan! Panasnya juga gak nahan. Mungkin berguna buat yang suka nyasar di hutan :))

Di Situ Lembang, ada materi-materi lain lagi. Materi siaga, setiap ada bunyi pluit dua kali kita diwajibkan untuk tiarap. Mau itu di tanah model kayak apa saja semua harus tiarap. Sebelum lanjut materi. Ketika baru tiba di Situ Lembang. Kita direndam di kolam sebelah danau. Dan itu airnya DINGINNYA gak nahan bayangkan saja diantara gunung begitu! Ikan juga mikir kali masuk itu kolam. Di situ kita direndam dengan baju dan sepatu utuh!

Kemudian kita mendapatkan materi rintangan. Ini gak jauh beda sama yang di Batujajar. Tapi ini medannya di hutan! Dan lebih menantang. Diakhir permainan ini kita mendapatkan pos-pos yang membuat kita basah kuyup akan lumpur (tiarap masuk ke lubang berlumpur). Kemudian melintasi pinggiran danau. Setelah materi ini kita diwajibkan untuk mencuci seragan PDL kita sendiri. Biasanya si kita di laundry-in. Kali ini nyuci sendiri.

Ini materi terseru! Materi jejak malam. Ternyata seragam PDL yang kita cuci dan masih basah wajib dikenakan di malam hari buat materi tersebut. Kebayang seragam sepatu masi basah dipakai :( Terus dinginnya haram jadah! Ada yang mendapat giliran jalan jam 11! Dan sudah menggunakan seragam dari sore jam 4! Di sini kita dilepas berjalan satu per satu. Di start kita diwajibkan menghafal quote berisi berita untuk diberikan pada saat finish. Sebelum berangkat kita disugesti yang macem-macem. Pokoknya dibikin seramlah. Dan jelajah malamnya melewati medan yang ekstrim juga.

Selama perjalanan, dari yang jatoh kepleset sampai jatuh gara-gara dahan pohon yang menghantam di kepala. Kita diwajibkan mengikuti jalur tali yang diberikan. Sesampai di finish kita memberikan isi berita yang kita hafalkan. Kemudian kita diberikan semacam motivasi pembangkit untuk menghadapi lawan kita nanti.

Materi survival juga diberikan. Di sini diajarkan bagaimana kita bisa bertahan hidup di saat keadaan darurat. Disini kita tidak diberikan makan mulai dari acara selesainya jelajah malam sampai siang hari. Disiang hari kita mendapatkan materi ini. Kita diajarkan memilih tanaman yang bisa kita konsumsi dan tidak bisa kita konsumsi. Kemudian diajarkan bagaimana menangkap ular. Kemudian kita bakar ular tersebut. Dan dibuat menu makan siang. Sate ular dan ubi-ubian!!!

Panjang juga yaa, hahahaaa. Pagi bangun jam berapa? Malam tidur jam berapa?

Kita bangun selalu jam 04.00 dan melakukan pembersihan barak dan badan. Bersiap untuk senam pagi. Jam tidur setiap hari berbeda-beda. Dikarenakan ada tidaknya pelanggaran. Paling cepat tidur jam 23.00 kalo ada pelanggaran bisa sampai jam 00.00-01.00. Setiap jam tidur, setiap barak diwajibkan adanya siswa jaga serambi. Dilakukan bergantian per-jam. Boleh dilakukan sendirian atau lebih. Tergantung dari ketua barak.

Diajarin menembak gak? Kalau iya, pakai senapan apa? Nembak apa?

Kita tidak diajarkan menembak. Padahal pengen banget. Tapi latihan menembak di Kopassus gila! Mau latihan nembak kayak mereka pasti mikir lagi deh. Salah satu contoh latihan dasarnya, kita berhadapan, dan target tembakan ada disebelah kepala kita. Kalo nyasar ya sudah mampus. Hahahaaa :))

Bentuk latihan/materi apa yang paling berkesan? Mengapa?

Paling berkesan dari setiap siswa pasti berbeda-beda. Kalo menurut saya, paling berkesan ketika jelajah malam. Disana saya benar-benar diuji mental. Jujur saya penakut. Tapi setelah melewati itu semua, ternyata saya bisa. Di materi ini saya bisa banyak melihat siswa mana yang benar-benar berani dan mana yang sok berani dan mana yang benar-benar takut. Ada yang sepanjang perjalanan selalu berteriak “Patriot! Patriot! Patriot!” itu buat menghilangkan rasa takut. Ada yang dzikir. Ada yang bilang “latihan macam apa Kopassus ini?!!!” ketika dikagetin. Ada pula yang menangis. Ada asma karena panik. Saya menemukan banyak rupa baru di sana hahaha. Kalau saya, mengatasi takut dengan lihat kebawah sambil menghapal berita acara. Tapi selalu teriak dan lari kecil-kecil kalau dikagetin. Hihihiii :))

Bagaimana antusiasme para siswa? Ada yang semangat? Ada yang males-malesan?

Antusiasme para siswa berbeda ketika baru datang dan ketika sudah berjalan. Di awal-awal, 99 persen semua pasti pengen pulang. Saya saja mau nangis rasanya minta pulang. Tapi seiring jalannya waktu siswa bersemangat untuk melakukan kegiatan tersebut. Apalagi di tiga hari terakhir ketika mau pulang, wah pada beringas hahaha :))

Bentuk latihan/materi apa yang paling menyakitkan? Mau lagi gak? :D

Materi paling menyakitkan adalah baris-berbaris di siang bolong. Hahahaha :)) Kebakar kulit kita. Salut buat TNI dan Paskibra kalau latihan siang deh :D

Berpengaruh gak kira-kira materi pelatihan yang diberikan dengan usaha mengejar medali emas di SEA Games nanti?

Buat saya pengaruh tidaknya, dilihat saja individu siswa di ajang SEA Games nanti. Tapi saya yakin kalau siswa bisa menerima dengan benar. Mental akan terbangun bagus!

Kalau diajak pelatihan kayak gitu lagi, masih mau gak?

Jujur, ampun deh kalo pelatihan gitu lagi. Saya maunya kalau balik ke sana hanya mendengarkan Kopassus-nya bercanda saja. Lebih lucu daripada Srimulat soalnya :))

Salah satu pesan dari Kopassus, tentara hanya mempertahankan keamanan Negara. Tentara perang sampai mati, atlit perang setengah mati! Bagimu negeri jiwa raga kami.

10 Pertanyaan Untuk Raja Blok NBL Indonesia 2010-2011, Ngurah Teguh (Citra Satria)

Standar

Ngurah siapa? Barangkali, barangkali gak banyak yang mengetahui siapa itu I Gusti Ngurah Teguh Putra Negara. Ia jelas kalah populer dari Denny Sumargo atau I Made Sudiadnyana, atau nama-nama yang berseliweran di klub-klub dengan pemain populer lainnya. Namun jika berbicara penampilan di lapangan, pemain bernomor punggung 16 di Citra Satria ini jelas tidak kalah. Raihannya di atas rata-rata!

Gw sendiri pertama kali mengetahui nama Ngurah Teguh pada bulan September 2008. Kala itu, Satria Muda Jakarta mengambil pemain baru dari Citra Satria Pontianak, Chrismast Bonanza Siregar dengan menukarkan salah seorang pemainnya, Ngurah Teguh untuk diberikan kepada Citra Satria. Tentu saja pemain yang menjadi sorotan adalah Bonanza Siregar karena kesannya saat itu bahwa setiap pemain yang direkrut Satria Muda adalah pemain hebat.

Selanjutnya, gw gak ingat seberapa sering Bonanza bermain di Satria Muda selama IBL musim terakhir. Pun gw gak mendengar lagi nama Ngurah Teguh.

Melewati NBL Indonesia musim perdana (2010-2011), nama Ngurah Teguh mulai nempel di kepala gw seiring dengan penampilannya yang kerap dahsyat bersama Citra Satria. Walau tidak berbanding lurus dengan prestasi Citra Satria selama musim reguler, Ngurah Teguh meraih prestasi individu yang signifikan. Dari tampil sebanyak 25 kali, Ngurah Teguh mencetak total 216 poin (8,64 poin per gim), 22 assist, 25 steal, dan 58 blok (2,32 blok per gim) -raihan terbaik di NBL 2010-2011! Pencapaian Ngurah Teguh lebih baik daripada Bonanza yang bermain sebanyak 27 kali, dengan total 121 poin, 16 assist, 17 steal, dan 1 blok.

Berikut 10 pertanyaan kepada Ngurah Teguh yang dijawab dengan semangat, sesemangat dia waktu ngblok lawan :D

Apa yang kamu pikirkan waktu ditukar oleh Satria Muda ke Citra Satria dengan Bonanza Siregar di tahun 2008?

Kecewa tentunya. Ngerasa tidak dihargai karena belum terlalu diberi kesempatan untuk memberikan yang lebih bagi tim. Tetapi setelah saya pindah ke Citra Satria (CS), dengan banyaknya minute play yang diberikan oleh coach dan kepercayaan, saya bisa menunjukkan bahwa saya bisa memberikan kontribusi bagi tim yang saya bela. Dari minute play yang diberikan tersebut, saya belajar banyak yang akhirnya dapat memberikan saya pengalaman bermain. Sampai sekarang pun saya masih belajar, entah dari teammates, instruksi pelatih atau dari lawan main.

Citra Satria bermain bagus di Preseason lalu, tiba-tiba Fadlan Minallah pindah ke Garuda (yang artinya Citra Satria kehilangan big man), apa yang kamu bayangkan saat itu?

Akan menjadi musim yang berat. Pastinya gak bisa bohong Fadlan sangat memberikan kontribusi. Dengan adanya Fadlan saja, CS itu sebenarnya masih kekurangan big man, apalagi sekarang udah gak ada? Tetapi, basket kan olahraga tim, jadi kehilangan satu pemain akan terasa timpang, tapi itu akan bisa tertutupi dengan team work yang solid.

Selain kurangnya big man, apa yang harus lebih ditingkatkan lagi oleh Citra Satria?

Strategi oleh pelatih. Bisa diliat sendiri lah. Materi kami tidak kalah bagus dengan tim papan tengah lainnya. Hanya saja “mesin” yang mengendalikan terkadang “macet”. (Perlu) Menambah pemain yang berpengalaman untuk mengimbangi pemain muda yang ada di CS, karena CS isinya kebanyakan pemain muda, jadi perlu panutan untuk para pemain mudanya.

Apa kiat-kiat melakukan blok yang bersih tanpa melakukan foul?

Feeling dalam membaca gerakan lawan, tepat waktu membaca gerakan lawan.

Siapa pemain NBL Indonesia yang paling sulit dijaga dan kenapa?

Dimas (Pelita Jaya), Iyus (Aspac) dan Youbel (Satria Muda). Tipikal main Dimas dan Iyus suka lari-lari dan eksplosif, menyulitkan saya karena butuh tenaga ekstra untuk menjaga pemain “tidak bisa diam” seperti mereka. Kalau Youbel, skill-nya luar biasa dan dia tenang dan tidak panikan dalam menghadapi segala situasi game. Salah satu panutan saya di lapangan, di Satria Muda ketika itu, selain Agung Sunarko.

Siapa pemain NBL Indonesia yang paling ingin sering kamu blok, dan kenapa dia?

Denny Sumargo. Karena saya melihat dia sangat bagus di dalam skill offense, saya jadi penasaran ingin”memberhentikan” dia di dalam mencetak angka bagi timnya.

Adakah latihan khusus agar jago nge-blok? Kalau ada, latihannya bagaimana?

Atur timing. Jangan nafsu, jangan terlalu dipikirin. Latihan skipping diperbanyak lagi, untuk ngelatih lompatan dan quickness-nya.

Apa saja target yang ingin diraih selama bermain basket profesional (NBL)?

Target saya sebenarnya ingin menembus skuad Timnas.

Cita-cita setelah gak bermain basket lagi?

Kerja kantoran sesuai dengan latar belakang pendidikan sarjana yang saya ambil, yaitu Hubungan Internasional. Mungkin saya bisa bekerja di PBB atau menjadi PNS. (Amiin :D)

Apa target yang ingin dicapai bersama Citra Satria di musim depan?

Memperbaiki peringkat.

C-Tra Arena Basketball School (CABS) Bandung

Standar

Mari berkenalan dengan C-Tra Arena Basketball School (CABS). CABS adalah salah satu sekolah basket yang sedang tumbuh di Bandung. Pertumbuhannya cukup pesat. Selain menjadi tempat berlatih teknik basket mendasar yang sangat penting, CABS juga mengajarkan banyak hal yang barangkali belum dilakukan oleh sekolah-sekolah atau kelompok pembinaan basket lainnya. Beberapa siswa CABS bahkan telah mulai dilirik oleh tim-tim profesional IBL.

Berikut wawancara gw dengan Dicky Arianto, administrator CABS:

Kapan CABS lahir?

1 Maret 2009

Apa sih visi dari CABS?

Didorong oleh rasa tanggung jawab dan juga keprihatinan terhadap kondisi pembinaan bola basket saat ini, di mana pemain bola basket tingkat daerah maupun nasional jarang memiliki sistem pengkaderan yang baik. Kita lihat saja di kompetisi IBL sebagian besar pemain-pemainnya lama, persediaan pemain hanya itu-itu saja, dan hanya sekadar berpindah-pindah klub, itu salah satu yang membuat minat penggemar bola basket mulai menurun. Kegiatan pengkaderan di olahraga bola basket gak mungkin mencapai hasil dalam waktu singkat, oleh karena itu CABS mempunyai tujuan jangka panjang, minimal sepuluh tahun ke depan akan dapat terbentuk atlet-atlet yang handal baik dari segi mental, moral maupun keterampilan menguasai teknik-teknik bola basket serta mampu bekerjasama dalam bermain di lapangan.

Siapa saja yang boleh ikut CABS?

Siapa saja boleh, dari usia mulai 7 tahun. Justru dari umur yang muda akan lebih mudah membentuk pemain basket yang handal.

Kenapa namanya “school” bukan “team” atau “kursus” atau “pelatihan”?

Di kasih nama scholl karena di sini kita memang berbeda dengan tim-tim atau klub-klub yang ada. Di sini siswa tidak hanya dituntut hanya bisa main basket tapi juga harus mengerti apa itu main basket. Ada kurikulumnya yang harus ditempuh, dan kita juga punya ruang kelas untuk teori.

Siapa saja pelatih atau guru-guru di CABS?

Pelatih-pelatih dikoordinasi oleh Pak Srigijanto, biasa dipanggil Pak Sri. Beliau pernah membawa tim putra bola basket Jawa Barat meraih mendali emas pada PON tahun 1996. Dan ini adalah yang pertama dalam sejarah bola basket Jawa Barat. Beliau koordinator para pelatih muda yang kesemuanya adalah sarjana pendidikan olahraga UPI:
Yusuf S.pd, Dedi S.pd, Arie S.pd, Imam S.pd (pelatih fisik), dan juga oleh pak Anhar Iskandar (beliau salah satu sesepuh bola basket Jawa Barat).

*Pak Sri dan Pak Anhar pada akhir tahun 90-an adalah pelatih kepala tim Siliwangi di ajang Kobatama (sebelum menjadi IBL)

Sejauh ini, adakah siswa CABS yang mulai dilirik tim-tim profesional (IBL)?

Ada beberapa senior CABS yang mulai dilirk oleh beberapa tim IBL. Mudah-mudahan pada kompetisi tahun ini sudah mulai bisa berkiprah.

Ada kelas putri?

Meskipun peminat basket putri tidak sebanyak putra, tetapi di CABS, siswa putri lumayan banyak.

Sejauh ini jumlah siswa CABS berapa banyak?

Jumlah siswa sekitar 80-an. Terbagi menjadi tiga kelas. Ada elementary (pemula), intermediate (menengah), dan advance (lanjutan). Dari tiap kelas terbagi lagi sesuai tingkat kemampuan siswa.

Latihannya setiap hari apa?

Latihan setiap hari minggu (jam 8-10 pagi), selasa dan kamis (jam 4-6 sore).

Apa saja program-program atau kurikulum yang paling ditekankan di CABS?

Materi permainan bola basket secara teori dan praktek, materi peraturan permainan bola basket, materi pendukung disiplin ilmu lainnya seperti fisiologi, anatomi, biomekanika, ilmu gizi, psikologi, pedagogi, dan metodologi kepelatihan. CABS juga sudah menerbitkan buku tentang teknik-teknik dasar bermain bola basket. Buku ini bukan hanya diperuntukkan bagi siswa CABS tapi juga untuk umum.

Informasi dan pendaftaran CABS ada di sini (fanpage/facebook CABS).

I Kick I Shape The Nation

Standar

Wawancara dengan Idan “Ref Basketball” tentang sepatu League

Untuk yang sudah mengenal gw sebelumnya, pasti mengetahui bahwa si Mainbasket adalah si Idan dan si Idan adalah si Idan “Ref Basketball”. Nah, selamat menikmati wawancara Mainbasket kepada Idan “Ref Basketball” :)

Bisa dijelaskan mas, apa itu “I Kick I Shape The Nation”?

Sebenarnya ini adalah tagline yang kita buat khusus untuk Ref Basketball Clothing yang mulai hari ini menjual sepatu (kicks) League.

Ada makna khusus di balik kata tersebut?

Oh iya, sepatu League adalah sepatu buatan Indonesia yang keren dan bermutu. Dengan memakai sepatu ini, itu artinya secara tidak langsung kita membantu membangun bangsa ini.

Maksudnya?

Jika sepatu League menjadi tuan rumah di negeri sendiri atau jika orang Indonesia merasa keren dan suka pada sepatu ini, itu artinya kita membantu banyak sekali, bisa ribuan bahkan jutaan orang yang terkait dengan industri ini. Para pekerja pabrik sepatu, pabrik materialnya, distributornya, selebriti yang jadi bintang iklannya, kita bahkan membantu negara secara langsung dengan setoran pajak yang harus dibayarkan oleh industri-industri terkait. Jadi, kalau kita mengenakan sepatu ini, itu artinya kita pun berkontribusi membentuk dan mengangkat perekonomian negara ini.

Tapi bukankah desain sepatu kita, League, kalah keren dengan merek-merek luar?

Kita harus mampu melihat seberapa jauh dan lama mereka (orang/merek luar) telah berkecimpung dan berinvestasi dalam hal kualitas material, desain produksi, dan pengembangan citra (image) merek mereka. Bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun. Merek luar berhasil menanamkan di dalam kepala kita dengan berbagai cara bahwa sepatu buatan mereka adalah yang paling “cool” atau “hot“. Padahal, masalah keren atau tidak itu adalah masalah kepercayaan diri yang bisa kita bentuk sendiri dan bukan hasil rayuan orang lain.

(Klik di sini untuk lihat kooleksi League di Ref Basketball Clothing)

Nah, itu masalahnya mas. Jujur, saya sendiri nggak pede pakai sepatu buatan Indonesia.

Jangan doong. Pede atau nggak pede itu juga terkait dengan tingkat pengetahuan. Kalau kita mengerti atau setidaknya memiliki referensi tersendiri tentang apa itu keren ataupun gak keren, maka kita punya kepercayaan diri yang tinggi atas “keren” menurut definisi kita. Orang mau bilang apa terserah.

Artinya, kita masih boleh pakai sepatu luar yang kita anggap keren?

Yup! Tentu saja! Kalau itu lu anggap keren hasil olah pikiran lu yang hasilnya membuat lu pede. Dan bagi gw, sepatu League saat ini memenuhi standar keren dan pede banyak orang. Apalagi jika diimbuhi pengetahuan bahwa “rasa keren” kita ternyata ikut berkontribusi membangun bangsa. Yup! desain-desain sepatu League sangat keren menurut gw.

Ok, bagaimana dengan kenyamanan. Banyak yang bilang sepatu League gak nyaman dipakai.

Kata siapa itu? Mana orangnya? Hahaa (Idan tertawa ringan). Gw pernah punya puluhan sepatu. Gw pernah mengenakan hampir semua merek sepatu luar yang terkenal, termasuk sepatu dalam negeri. Semuanya memiliki karakteristik kenyamanan sendiri-sendiri. Jadi agak sulit mendefinisikan “gak nyaman” itu.

Ah, itu bisa-bisanya mas Idan saja..he he he

Begini, siapa anak sekarang yang dengan sadar mau main basket serius pakai Converse All-Stars (Chuck Taylor)? Gak ada! Padahal pebasket NBA era 80-an umumnya memakai sepatu itu. Mereka semuanya jago-jago. Gerakannya pun edan-edan. Saat ini, “All-Stars” malah mungkin dilarang untuk basket profesional. Kalau ada yang bilang sepatu League gak nyaman, gw rasa itu relatif. Karena banyak pula yang bilang sepatu ini sangat nyaman. Berita negatif lebih mudah menyebar daripada siar kebaikan. Iya gak?

Nggak takut ntar malah blunder mas? Ntar industri sepatu kita, League, malah menciptakan “sweatshop” baru.

Wah, pintar juga ya kamu, ngerti istilah sweatshop. Nggak lah, ini harus dihindari. Membangun industri sepatu dan yang terkait ini kan tujuannya mensejahterakan bukan malah menyengsarakan apalagi menyiksa.

Bagaimana menurut mas tentang teman-teman yang lebih memilih sepatu “KW” bermerek?

Ini dia yang gw bilang orang-orang yang mementingkan gaya daripada membangun bangsa. Sejujurnya nih yaa, ketika lu pakai sepatu “KW” kita sebenarnya tahu bahwa itu sepatu “KW”, atau aspal, atau apa lah namanya. Jadi sebenarnya lu malu-maluin diri sendiri. Pengen gaya tapi pakai sepatu palsu. Mending asli, berkualitas, buatan dalam negeri, dan jelas membantu membangun bangsa! Cik “wake up!” atuh lah, lamun ceuk urang Sunda (sadarlah!).

Sepatu League bisa bersaing dengan merek luar? Apalagi sekarang era pasar bebas!

Banyak yang bertanya begini. Gw jawab, BISA! Di era perdagangan bebas saat ini, pemerintah ketakutan, pengusaha ketakutan, kita ikut-ikutan takut walau gak tahu takut apaan. Semua orang takut negara kita tertinggal dan gak mampu berbuat apa-apa menghadapi kompetisi ekonomi yang katanya tidak seimbang. Semua orang menunggu orang lain untuk bertindak. Padahal, dengan membeli produk dalam negeri, ya lu melakukan sesuatu hal yang sangat penting dalam membantu negara ini memenangkan persaingan global. Kalau lu beli sepatu, ya lu beli sepatu League. Lu membantu sepatu lokal untuk juara di kandang sendiri. Bahkan bukan nggak mungkin, suatu saat sepatu League juga juara di negara-negara lain.

Ok deh mas, jadi sekarang League ada di Ref Basketball Clothing nih mas?

Yup. Ref Basketball di GOR C-Tra Arena Cikutra Bandung. Atau bisa lihat di sini.

Terakhir mas, mas Idan punya berapa sepatu?

Hmm..9 pasang kalau gak salah.

Sepatu League ada berapa?

2 :)

Wawancara Richard “Insane” dengan Max Yanto (IM Muba Hangtuah)

Standar

Emang sudah diniatkan hari ini sehabis meeting dengan Andy Bachtiar (Sutradara Romeo dan Juliet) di Grand Indonesia, saya bakal menyaksikan tune-up game Pelita Jaya Esia Jakarta (Pelita Jaya) vs Indonesia Muda MUBA Hangtuah Sumatera Selatan (Muba)

Saat tiba di Hall basket Senayan, ternyata sudah quarter 2. Game memang berjalan sedikit kurang seimbang. Terlihat dari skor akhir Pelita Jaya (88) – Muba (54). HerdiOflow dan beberapa teman di twitter pun mengatakan hal yang senada “wooow, cukup jauh ya!” cetus Herdi, eks-pemain IBL yang sempat membela klub Muba & Pelita Jaya via twitter.

Muba memang kalah jauh pada partai tune-up game vs Pelita Jaya, tetapi ada hal menarik yang menggugah saya untuk melihat lebih dalam lagi ke sosok pemain Muba yang saat itu hanya diturunkan di sisa 2 menit terakhir quarter 4, siapa dia? Yup, Max Yanto.

Dia adalah salah satu center Muba yang memang jarang sekali diturunkan di setiap partai tune-up Game. “Maksimalkan Max!!” begitu tweet @mainbaskket via twitter. Saya sependapat. Mengapa Max Yanto tidak dimainkan? Bukankah setidaknya Max bisa membantu dalam hal rebound? Kan Max tingginya nggak jauh beda sama Shaquile O’neil dan kalo ada Max pasti pemain Pelita Jaya bakal sulit melakukan serangan under basket, pasti bola pemain PJ bakal diblok, pasti Muba akan terbantu secara rebound!

Hmmm, banyak juga beban Max kalau seandainya dia bermain. Dan seandainya Max Yanto sudah mengenal permainan bola basket semenjak SD, pasti itu semua bakal dilakukan Max dengan senang hati.

Sabar, kerja keras & giat berlatih kayanya harus melandasi hari-hari Max di Muba. “Max seharusnya diberikan satu orang pelatih khusus yang tugasnya menangani dan memperbaiki basic serta kemampuan bermain basketnya, saya percaya Max bisa menjadi pemain yg berbahaya,” kata Ronald Simanjuntak di sela-sela pertandingan kepada Bang Simon Pasaribu (Wah, brarti saya nguping yak?? Hehehe)

Sayang memang kalau Max Yanto belum dapat dimaksimalkan, padahal banyak pecinta basket yang ingin melihat aksi Max saat berlaga di IBL. “Kita kan lihat Muba, mau lihat Max Yanto nge-dunk! Koq nggak dimainin sih?” begitu kata anak-anak SMU yang saat itu datang ke Hall Basket Senayan. Sadar atau tidak sadar, Max memang belum dapat disejajarkan sebagai ‘magnet IBL’ yang dapat disetarakan dengan Denny Sumargo, Kelly atau Mario Wuysang. Tapi satu hal yang pasti, Max Yanto juga merupakan daya jual IBL, dengan tinggi badan seperti itu pasti bakal membuat kompetisi dan atmosfer liga bisa menjadi semakin berwarna (Intinya Max masih harus dipersiapkan dengan matang, kuncinya sabar, kerja keras dan giat berlatih).

Nah, sekarang tinggal gimana Max, Muba dan IBL mengemas ‘kelebihan’ ini. Sebagai penutup, saya mewawancarai Max Yanto. Enjoy it :)

@nsane11: Hallo Max, apa kabar? Tadi saya lihat anda lho, di bawah 2 menit bermain tapi sudah nyetak 4 angka dan 2 rebound .. Hebat!! :) Bagaimana kalau waktunya lebih lama? pasti di atas 30 angka! :)

Max Yanto (MY): Baik, wah terima kasih udah lihat gamenya :) Kalau di atas 30 menit, saya sudah mati mas, hehehe.

@nsane11: Lho? Koq ngomongnya gitu mas? Kenapa?

MY: Iya lah mas, bawa berat badan 125kg bolak-balik selama 30 menit, lari-lari plus lompat kan cape mas, saya nggak bakal kuat. Makanya pelatih cuma mainin saya 2 menit terakhir, saya nggak kuat mas.

@nsane11: Ooh gitu! (Iya juga ya, pasti cape. Tapi koq O’neal nggak ya? Itu dia bedanya, O’neal kan main basket dari SMP. Kalau si Max baru sekitar 4 tahun yang lalu) Max, punya olahraga yg disuka selain basket nggak?

MY:
Volley, Bulu Tangkis sama Tinju ..

@nsane11: Pemain Favorite NBA?

MY: Kevin Garnett #5 Boston Celtics.

@nsane11: Kalo pemain lokalnya siapa Max?

MY: Saya suka Rony Gunawan, bukan secara permainan tapi lebih kepada perhatian dia terhadap saya. Dia dulu banyak memberikan masukan, cara bermain basket kepada saya. Dia tidak sombong, padahal dia salah satu pemain hebat juga di IBL tapi mau sharing ke saya, yang bukan siapa-siapa. Itu sungguh berarti buat saya, jadi kalau ditanya siapa pemain lokal idola saya sudah pasti Rony Gunawan :)

@nsane11: Kalau main 1 lawan 1 vs Shaquille O’neil berani nggak?

MY: Nggak lah mas, saya pasti *maaf* berak di celana kalo ketemu dia. Hahahahaha :)

@nsane11: Oke, terakhir Max. Kalau ada kesempatan makan malam sama Sandra Dewi, bakal diajak makan malam di mana Max?

MY: Hahahaha, belom lah mas. Nggak mungkin. Mana mau dia makan ketoprak pinggir jalan sama saya. Hahahaha.

@nsane11: Oke Max, sukses terus ya :)

MY:
Terima kasih mas insane :)

Regards,
Richard ‘insane’ Latunusa
Follow me @nsane11
email: insane_minusplus@yahoo.com

Wawancara Singkat dengan Bayi Handy, Darwin Airport Resort Australia (Surabaya International Challenge 2009)

Standar

Bayi Handy adalah pengatur serangan dari tim Darwin Airport Resort All Star Australia. Tim ini menjadi kandidat terkuat untuk menjadi juara di ajang Surabaya International Challenge yang juga diikuti oleh Malaysia NBL Selection, Garuda Flexi Bandung, dan CLS Knights Surabaya.

Pagi ini menjelang pertandingan antara Darwin Airport Resort All Star Australia melawan Garuda Flexi Bandung, gw sempat mewawancara Bayi tentang pendapatnya mengenai basket Indonesia dan sarannya bagi anak-anak Indonesia yang ingin menjadi pemain basket handal.

Tahun lalu Bayi adalah top scorer di Darwin Basketball League dengan rata-rata raihan 33 point per game.

(Seperti biasa, belajar English yang rajin yaa biar bisa ngartiin sendiri..hehee)

When did you first play basketball?

I started playing at the age of seven. Back in Pennsylvania, Philadelphia. I was actually not strong enough to reach the basket, so I just used to pass the ball all of the time.

Why did you choose basketball instead of baseball or football (American)

Football is a physical sport and I’ve started playing football when I was young but I really didn’t enjoy it. When I play basketball, I started to be able to handle the ball and I become a real good ball handler and it drew attention around the city. Back then I would record every Michael Jordan’s tape and after that I’m going to the court like 3 or 4 in the morning and the neighbor started to call the police and said “we can’t sleep we keep hearing the ball bouncing.” but it’s all good though.

What do you think about Indonesian basketball? You’ve seen the game for the last couple of days.

I was surprised. The local Indonesian guys can really really play. I would measure, some of these guys can hang with some of the local guys in Europe. I mean not necessarily on the top level but of course second division or stuff like that like Germany, Sweden, or Holland.

Do you find any lack of something?

No, yeah, you know like yesterday, that team (CLS Knights Surabaya) was well coached. I thought they were extreme well coached. The defense that they were in was kinda confusing. I was really impressed by the coaching technic. You know, he called time out at the right time and made the right adjustments. I believe that the defense they were in was a freak defense, which means if you pass the ball to the left side they played a man to man but if you swing it to the right side, they were like playing like a zone defense. I don’t know, if that was true, like I said they were really well coached.

Do you have any suggestion for Indonesian basketball?

Well, I’m gonna need to watch more of the game. But well, they’re playing good on pick and roll but they just don’t calm down. Some of the players they tend to crack early, which means, you know basketball is a sport that goes ups and downs and there are part of the game when you might run 8 points straight in a short time but then you go three or four minutes without scoring and what I noticed that some players were tend to crack early. They need to learn how to bounce back.

This for Indonesian kid, what should they learn first to become a good basketball players in the future?

Watch the pros play. Watch the NBA. Watch the Euro leagues players play. Watch films. Play as much as you can. And I would have a routine, I mean for a young kid, if you go to school from 8 to 3, as soon as you finish the school, go to the court. As a kid between 8 to 10 years old I would recommend that they shoot 300 shots a day. When you get 12 to 16 that goes 500-1.000 shots per day. You break it down. You know Kobe Bryant is from my home town (Philadelphia). Kobe shoots 30.000 shots a week. That means 4 to 5 thousands shots a day. He breaks it down like 1.500 in the morning, 1.500 shots in the noon, and 1.500 in the night, something like that. I guarantee, if any kid in Indonesian make 500 shots a day, which is very attainable, you can do that, if they do that for six weeks, they’d be three times the ball player that they were when they started in that six week period. I guarantee it.

Denny Sumargo, Love Him or Love Him More (Wawancara Singkat dengan Denny Sumargo)

Standar

Salah satu pemain paling baik di Indonesian Basketball League yang bermain untuk Garuda Flexi Bandung ini ngobrol sedikit dengan gw tentang Garuda dan dirinya. (cetak tebal adalah pertanyaan gw)

Potensi Garuda di tahun 2010?

no comment

Pengaruh kepergian Kelly?

Gak ada

Kelebihan Garuda?

Garuda memiliki pemain-pemain yang berpengalaman dan bagus-bagus.

Kekurangan Garuda?

Pelatih kurang mampu meramu dan mengoptimalkan potensi individu setiap pemain Garuda.

Pemain terbaik IBL saat ini?

Gw suka Riko (terakhir main untuk Aspac Jakarta), sayang dia sudah berhenti. Gw respek sama Romy Chandra (Pelita Jaya Esia Jakarta).

Ada lagi?

Gw. (Denny tersenyum)

Hal yang membuat bisa sampai pada posisi sekarang?

Tuhan. (senyum lagi)

Lu pemain yang egois.

Terserah orang bilang apa, silahkan lihat statistik permainan gw.

Hal tidak menyenangkan saat bermain/bertanding basket?

Ketika orang sudah tidak lagi bermain menggunakan hati. Ketika orang-orang hanya bermain semata karena ini adalah pekerjaannya. Gw gak suka.

Pelajaran berharga dari bermain basket?

Attitude, disiplin.

Mimpi yang belum tercapai?

Menikah.

Wawancara Eksklusif dengan Pelita Jaya Esia Jakarta (Target, Juara IBL 2010)

Standar

Musim kompetisi 2009 berakhir dengan sebuah anti-klimaks. Harapan besar pecinta Indonesian Basketball League untuk menyaksikan munculnya juara baru pupus, setelah tim yang sangat diharapkan memenuhi impian tersebut, Garuda Flexi Bandung, tanpa disangka tertendang di semi final oleh Aspac Jakarta.

Menghadapi musim kompetisi 2010, Satria Muda Britama Jakarta masih menjadi kekuatan yang berusaha ditumbangkan oleh tim-tim peserta IBL lain. Tetapi untuk mengatakan bahwa Garuda Flexi Bandung akan kembali menjadi penyeimbang sang juara bertahan mulai dan semakin dipertanyakan.

Tim-tim seperti CLS Knights Surabaya, Garuda Flexi Bandung, Aspac Jakarta, dan tentunya Pelita Jaya Esia Jakarta kini dipandang memiliki potensi yang sangat berimbang.

Fix3_

Berikut petikan wawancara gw dengan manajemen Pelita Jaya Esia Jakarta mengenai kesiapan mereka menghadapi IBL musim kompetisi 2010

Dari kompetisi tahun 2009 lalu, apa yang menjadi kelemahan utama Pelita Jaya Esia (PJE)?

Kelemahan kami sebagai tim tahun ini sebetulnya paling besar di mental para pemain. Sebelum manajemen baru masuk, kami bermain tanpa objektif yang kuat. Pada saat Ebos memilih untuk tidak melatih PJE lagi, kami sempat ditinggalkan beberapa bulan tanpa pelatih dan pada saat itu ada sedikit rasa bingung di antara para manajemen dan pemain. Saat ini pak Rastafari dan manajemen sedang membantu para pemain untuk membangun mental yang kuat dengan objektif yang lebih jelas. Mudah mudahan kedepannya kelemahan kami ini dapat teratasi.

Hal apa yang paling membuat PJE optimis menghadapi musim kompetisi 2010?

Pertama, kekompakan dari owner sampai ke player sudah terbentuk. Kedua, dengan masuknya saat ini dua pemain Kelly dan Komink (adminstrasi sedang diurus, tawaran sudah diberikan ke Bima Sakti, semoga semua lancar) kami optimis bisa memberikan yang terbaik. Tapi sekali lagi optimisme kami lebih besar karena jiwa kekeluargaan PJE yang semakin solid dengan tujuan bermain karena alasan sayang terhadap tim dan teman satu tim.

Tim mana saja yang akan menjadi tantangan utama bagi PJE di musim 2010? Mengapa?

Bagi kami semua tim adalah tantangan. Setiap tim memiliki kesempatan untuk menang. :)

Biasanya akan muncul pertanyaan ini dari pembaca, bagaimana caranya agar bisa bermain untuk PJE?

PJE Junior sedang dibentuk saat ini kami lagi merekrut pemain pemain basket dari tanah air. Bapak Ronald dengan senang hati akan menerima try-out setelah calon home base kami di Rasuna kuningan selesai direnovasi

Sejauh mana pengaruh masuk kembalinya Kelly ke skuad PJE terhadap kekuatan di 2010 nanti?

PJE mengharapkan Kelly bisa bermain seperti dulu saat dia di tim kami, tanpa rasa bingung atau persaingan di dalam tim tapi bermain lebih karena rasa sayang terhadap tim. Karena seluruh pemain PJE adalah sahabat lama Kelly dan persaingan di dalam tim adalah salah satu hal yang paling ingin kami hindari. Kami yakin dia akan memberikan pengaruh yang sangat besar bersama teman temannya di musin depan untuk PJE.

Jika nanti Ali Budimansyah melatih Kelly, menurut Ali, apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh Kelly?

Ali Budimansyah: 2 points field goal ok, assist bagus, dan Kelly sangat mampu membaca situasi pertandingan dan kemudian mengontrol pertandingan tersebut. Kekurangan dari Kelly: pengalamannya masih belum teruji, walaupun safety-nya sudah matang, tapi Kelly tembakan 3 points-nya masih perlu diasah. Overall Kelly akan sangat membantu PJE secara keseluruhan.

Sebagai kapten tim, bagaimana Andi Batam melihat tim PJE. Apa harapan Andi Batam terhadap setiap pemain PJE?

Andi Batam: PJE sekarang menurut gue tim yang potensional bisa menjadi tim finalis. Memang butuh kerja keras dan proses. Kalau harapan gue dari pemain, mereka harus mempunyai ambisi dan mental “Jangan Mau Kalah” buat bawa PJE jadi tim juara.

Sebuah tim akan lebih solid dengan fans yang fanatik, bagaimana strategi atau cara PJE merebut fans di dalam satu kota yang dihuni lebih dari 3 tim IBL ini (Jakarta)?

Sepertinya saat ini hanya Garuda Flexi yang mempunyai fans fanatik. untuk bersaing masalah fans sepertinya PJE akan butuh waktu; ditambah lagi fans saingan satu kota kami adalah Aspac Jakarta dan Satria Muda yang merupakan dua tim yang sangat kuat. Fans kami saat ini rata-rata penggemar bola basket zaman dulu, jadi untuk menarik hati penggemar basket di era sekarang spertinya akan jauh lebih sulit. strategi mungkin kita cukup mencoba bermain bagus dan fans mudah mudahan terkumpul dengan sendirinya.

Jika saya adalah fans fanatik PJE, bagaimana caranya agar bisa tetap berhubungan dengan tim ini?

www.pelitajayabasketball.com, kami sebagai admin siap mencoba menjawab keinginan fans. Minta support dari Mainbasket juga dong ya?

(Foto dari Richard “Insane”)

This is What They Say About NBA Madness Surabaya 2009

Standar

Image148

“NBA Madness sangat bagus. Acara-acaranya sangat menarik. Bikin orang-orang interest banget.”
Angga. Nuvo CLS Knights Surabaya.

Image151

“NBA Madness is craaazzzy. The fans in Surabaya are amazing. I’m excited to be here. I am glad NBA comes here and do something in Surabaya.”
Mario Wuysang. Garuda Flexi Bandung.

Image157

“Ini pertama di Indonesia dan tahun-tahun selanjutnya harus ada lagi. Ini adalah ajang pembelajaran buat anak-anak muda tentang bagaimana teknik bermain basket dan banyak sekali yang bisa dipetik dari event ini. Mudah-mudahan NBA bakal booming lagi di tahun-tahun ke depannya.”
Didan. Presenter.

Image158

“Keren sekali dan baru pertama dilaksanakan langsung di Kota Surabaya tercinta.”
Andre Samudra. SMU 1 Sidoarjo.

Image159

“Acara ini bagus banget untuk perkembangan bola basket bukan hanya di Kota Surabaya tapi juga di kota-kota yang lain.”
Agustinus Dapas Sigar. Garuda Flexi Bandung.

Image160

“Luar biasa, seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Selama ini impian saya adalah menari dengan penari-penari profesional seperti mereka (Miami Heat Dance Team) dan sekarang sudah tercapai. Terima kasih untuk NBA Madness. Sarah (anggota Miami Heat Dance Team) paling cantik.”
Diego Valentino. Salah satu pemenang kontes dance yang akhirnya tampil bersama Miami Heat Dance Team di NBA Madness Surabaya 2009.

Image162

“Ini suatu sejarah baru buat Indonesia bisa menampilkan NBA Madness. Kalau melihat hari ini dari 4 Juni sampai 28 Juni saya lihat luar biasa. Mudah-mudahan semangatnya tidak hanya ada di Surabaya tapi seluruh Indonesia, sehingga basket Indonesia memiliki semangat yang selalu ingin maju melebihi apa yang ada sekarang. Terima kasih untuk NBA Madness. Mudah-mudahan tahun depan lebih baik lagi.”
Ibu Noviantika. Ketua Umum Perbasi.

Belajar Main Basket dari: David Lee of New York Knicks (Exclusive Interview with David Lee in NBA Madness Surabaya 2009)

Standar

Di tengah padatnya kegiatan hari-hari terakhir NBA Madness di Surabaya, David Lee menerima gw dengan ramah untuk sedikit ngobrol tentang main basket di DBL Arena Surabaya.

photo-4

Mengagumkan bagaimana David Lee menekankan betapa belajar merupakan hal terpenting dalam hidup jika kita ingin selalu jago dalam dunia main basket dan atau juga meraih cita-cita dalam hidup.
(Nggak ngerti bahasa Inggris? Makanya belajar! Atau setidaknya mulai bertanya kepada yang lebih tahu; teman, guru, buku, atau Google.)

What was your dream when you were a kid?

I always really enjoy sport. I didn’t know that I was definetelly wanna play basketball. You know my hero is Michael Jordan and I still watch him play a couple of times. But I guess I didn’t have any until highschool that I really knew that I want to be a basketball player.

Who’s your favorite player ever?

Michael Jordan for sure. You know, I grew up in St. Louis which is about three or four hours drive from Chicago and Michael Jordan was with the Bulls, and we used to go up there and watch him two times or three times a year when I was a little, he is my hero.

Who’s the best player in the league now? Why him?

I have to say Kobe Bryant or LeBron James. But probably Kobe right now, but LeBron is younger, in the next couple of years he’ll be the best.

Who is the most inspiring person in your life?

Hmm, it’s a good question. I just think anyone that works hard in what they do, no matter what it is. My parents definetely are the biggest influence and my family. But all, anybody that works hard in what they do, no matter what it is.

When was the first time you playing basketball?

When I was really little, about three or four year old. I just travelled a little minute to the hoop and played all the time. Who taught you? My dad. My dad and I was playing a lot.

What is the most important thing to learn to improve your skill in basketball?

Well I think it’s putting in the time in the effort. I think it’s just the hard work is the most important because you can get better in any part of basketball.

What is the best thing basketball has teach you so far?

I think basketball teaches me how to be competitive. That’s a huge part of anything you do in your life. If you were competitive you could go through of anything.

What is your best moment in basketball?

I think winning the MVP at the rookie-sophomore game. And then I had a tipping in at a buzzer to win a game in The Garden. That was two years ago, that was a pretty cool feeling. It was New York against Charlotte.

What is your favorite book?

I don’t have a favorite book. I’m not a big reader..hahaa. I don’t read that much. But I read magazines.

Any messages for Indonesian youth?

I’ve seen a lot of enthusiasm for the game of the basketball and it seems a lot of people are very happy over here. Keep continue to learn whether it’d be about basketball or anything else and put in time in the effort and you will get better in whatever you decide is important. It will keep you go along the way.

Wawancara Eksklusif Dengan Faisal J. Achmad (Satria Muda Britama Jakarta)

Standar

Image099

Usai pertandingan yang tidak begitu seru antara Garuda Flexi Bandung melawan Satria Muda Britama Jakarta (79-60) sore tadi di GOR C-Tra Arena, gw langsung mencari playmaker SM, Faisal J. Achmad dan mengajukan tiga buah pertanyaan.

Faisal menjawab dengan ramah (beda banget dengan kelakuan tengilnya di lapangan) diselingi sedikit “gangguan” dari putrinya yang lucu nan imut.

Bagaimana perasaan lu menjadi “public enemy” nomor satu di Bandung?

Gw sih gak merasa gitu. Karena tim gw menang melulu (gw sela dengan mengatakan pernah kalah juga). Orang-orang Bandung mungkin merasa gw sombong banget, sebenarnya nggak begitu. Apa yang gw lakukan sebenarnya pelampiasan gw agar main gw lepas main bagus aja tanpa maksud menjatuhkan Garuda Bandung.

Bagaimana pendapat lu tentang pendukung Bandung?

Mereka sangat fanatik banget. Yang namanya Bandung, basket, bola apalagi (sangat fanatik). Apalagi ketemu Jakarta, seperti kucing ketemu tikus saja.

Apa yang dimiliki Satria Muda tetapi nggak dimiliki Garuda?

Apa ya? Bingung gw. Mereka sudah lengkap semua bahkan materinya lebih bagus Garuda. Hanya saja SM menang postur. Kita lebih dominan daripada para pemain Garuda.

Catatan gw: Faisal saja yang dianggap tengil oleh hampir semua fans Garuda merasa bahwa materi pemain Garuda lebih baik, hanya masalah postur saja. We need to learn something from this guy’s words. I hate to see my favorite team always lose in our own home (even we did win twice actually).

Terima kasih Faisal. Gw akhirnya mengalami sendiri bahwa Faisal tidak setengil itu di luar lapang. Tapi bagi para fans Garuda yang merasa Faisal memang tengil, well, itu bukan masalah gw. It’s Faisal’s and Garuda Lovers’. Peace!

Belajar Main Basket dari: Satria Muda Britama Jakarta

Standar

n81503550_31171426_1636

Tim ini terbilang muda karena baru lahir di tahun 90-an. Tapi jangan salah, semangat muda ini justru mendominasi kompetisi IBL beberapa tahun belakangan ini. Garuda Flexi Bandung memang tengah panas-panasnya untuk bisa merebut mahkota dari sang juara bertahan Satria Muda. Tapi tentu saja ini bukan perkara mudah karena bagaimanapun Satria Muda masih menakutkan lawan-lawannya tanpa kecuali.

Via jejaring sosial populer di internet, Satria Muda meluangkan waktunya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Mainbasket

Apa rahasia Satria Muda Britama Jakarta (SM) hingga bisa begitu mendominasi sekian lama di IBL? (Gw orang yang percaya bahwa ini bukanlah soal banyak duit atau nggak)

a. Tentunya yang pertama dengan menerapkan manajemen yang benar untuk tim ini.
b. Adanya visi dan misi yang sama antara manajemen, pelatih dan pemain dan motto kita bersama “Juara Indonesia – Indonesia Juara”

Kenapa bisa kalah dari Garuda (Flexi) Bandung pada Turnamen IBL Desember 2008 lalu?

Memang Garuda dengan ditambahnya pemain baru tentunya menambah tenaga baru dan semangat baru, dan Garuda bermain sangat bagus pada game itu.

Bagaimana SM memandang kondisi IBL di tahun 2009 ini yang tidak punya sponsor utama?

Tentunya sangat disayangkan, namun bagi kami ada tidaknya sponsor tidak mempengaruhi untuk membuat pertandingan IBL ini menjadi enak untuk di tonton. Dan tentunya diharapkan dapat dilirik para sponsor lagi.

Setelah jalan-jalan ke USA beberapa waktu lalu, pelajaran apa yang bisa dipetik buat kemajuan basket Indonesia?

Tentunya banyak pelajaran yang bisa didapat, bagaimana mengatasi bermain dengan pemain yang lebih besar dan skill yang bagus. Tentunya menambah motivasi untuk dapat bermain seperti mereka.

Banyak banget yang ingin bergabung menjadi pemain SM, apa saja syarat atau kemampuan yang harus dimiliki calon pemain SM?

Yang jelas postur tubuh dan kemauan dan standarisasi ada pada coaching staff SM Britama

Bagaimana SM memandang Garuda Flexi Bandung yang sedang santer diramalkan akan mencuri juara IBL di tahun ini?

Kami rasa Garuda tim kuat, tapi tentunya kami juga tidak mau kecolongan dan kita akan berbenah dan sudah kita buktikan pada seri I kemarin.

Wahyu W. Jati dan Youbel S. sudah pulih?

Youbel sudah mulai dapat bermain dan dia akan bermain di malang, Wahyu masih harus terapi mungkin dia tidak bermain di Malang.

Ceritakan sedikit tentang Faisal J. Achmad dong, menurut saya, pemain ini sangat jago, namun sering disalah-mengerti oleh suporter lawan (terutama Garuda Flexi Bandung).

Iya memang tapi Faisal adalah tipe pemain yang tidak pernah menyerah dan dia mempunyai karakter antagonis, tapi kesehariannya Faisal sangat baik.

Belajar Main Basket dari: Mario Wuysang (Garuda Bandung 2008-…)

Standar

super-mario-wuysang

“Super Mario Wuysang”. Itu adalah nick name yang pantas untuk guard Garuda Bandung yang baru saja pindah dari XL Aspac Jakarta tahun 2008 lalu. Diambil dari tokoh game Nintendo Super Mario Brothers. Pada final IBL Cup Desember lalu di Bandung, Mario terlihat dengan dingin mampu mengatur tempo permainan anak-anak Garuda Bandung yang lain sebelum akhirnya benar-benar memukul Satria Muda Britama Jakarta 58-53.

Garuda Bandung punya kesempatan besar untuk menjuarai kompetisi IBL tahun ini. Skuad inti Garuda benar-benar bikin tim-tim lain mulai keder. Tak terkecuali sang juara bertahan Satria Muda Britama Jakarta. Simak wawancara gw dengan Mario Wuysang.

1. Apa yang membuat kamu sangat mencintai basketball?

Aku main basket karena temen-temen aku juga main.. dan di Amerika basket sport paling populer..

2. Siapa pemain basket terbaik dunia menurut Mario? Kenapa?

Sekarang Kobe Bryant… greatest player of all time Micheal jordan!

3. Siapa pemain IBL yang paling kamu sukai? Kenapa?

Aku suka Yayan Ekayana dari CLS. Menurut saya dia ada potensi banyak dan skillnya dia di atas pemain lain.. dia bisa shoot, dribble, pass.. semua.. and dia sangat humble jadi orang.. nice guy and tidak som.

4. Saya melihat penampilan kamu saat SMA di Amerika dulu di youtube. It was awesome. Apa yang paling kamu rindukan dari liga SMA dulu?

Iya Saya miss that time di highschool saya dan team saya juara di state Indiana.. itu amazing dan saya top-50 player di state tahun 97

5. Apa yang kamu rasa masih kurang dari IBL dan perlu ditingkatkan lagi?

IBL perlu more sponsors biar lebi rapi.. also IBL perlu pake pemain asing biiar levelnya naik, also perlu fasilitas yang standard international.

6. Menurut Mario, untuk menjadi seorang pemain basket yang handal, hal-hal apa yang harus ada dalam diri pemain itu?

I think cuman work hard kalo mau jadi jago, dan mau belajar, dan be humble, and be profesional as a player..

7. Selain pemain basket, siapa tokoh idola yang menginspirasi Mario?

I look up to my mother. she is my idol.. she raisd 3 kids on her own.. she a very strong person.

8. Apa cita-cita atau obsesi kamu?

I love to travel.. it makes me happy to explore and see new things..

9. Sebesar apa keyakinan kamu Garuda Bandung akan juara kompetisi tahun ini?

Selama kita kerja keras dan focus, I think kita bisa juara tahum ini.. its in God’s Hands!

mario

(Thanks to Ino Alfiar for the photos of Super Mario)