Wawancara Eksklusif dengan Kobe Bryant (Kobe Manila Tour, 2/4)

Standar

Pada saat akan berangkat ke Manila untuk bertemu dan mewawancara Kobe Bryant, gw berpikir akan mendapatkan waktu istimewa untuk melakukan obrolan berhadap-hadapan dengan Kobe. “Hahahaaa, I thought the same way like you bro. Look all around, these journalists, they also had the same thought like us,” canda seorang teman yang datang dari Malaysia :D

Lagian siapa gw juga yaa mau ngobrol berdua dengan Kobe Bryant, hahahaaa :))

Hasil wawancara di bawah ini adalah kumpulan tanya jawab antara wartawan yang hadir di Manila dan jawaban yang diberikan oleh Kobe Bryant. Selamat mengikuti :D *buka kamus!

Which of your games do you consider the most important? (yang hurufnya tebal adalah pertanyaan yaa..)

I think it would be Game 7 against the Boston Celtics. It was the most challenging.

What advice can you give to help enhance the game in Asia?

Continue to learn, continue to teach. Practice, practice, practice.

Given the NBA lockout, how do you keep your rhythm? (ini pertanyaan kecolongan, harusnya gak boleh bertanya tentang NBA lockout)

Keep on practicing. Don’t stop. I make sure that when it does end, I’m ready.

What do you think contributed to the lockout? (kecolongan lagi)

I haven’t spent enough time to actually choose a favorite.

Ending the season on a bad note, what are your plans for next season?

Payback. I’m gonna make them feel my pain.

What are your thoughts on the retirement of Yao Ming?

I haven’t had the chance to reach out yet, but his contribution to the NBA has been amazing. He opened a lot of doors for other players. When he was healthy, he was phenomenal.

Tell us about the foundation you built with your wife.

The foundation fights homelessness, which is such a big problem that has been swept under the rug but definitely something that we can solve. We are growing the foundation and hopefully, it becomes something global.

What do you want to instill in kids?

There is no secret formula. The more you do it, the better you get at it.

Are you interested in once again joining the 2012 Olympics?

I’m more than happy to join.

How do you achieve greatness?

Greatness is very subjective. People have different goals, and whenever someone achieves their goals, that’s greatness.

What made you change your number from 8 to 24?

8 represents the first chapter of my life and 24 is where I am now. It also represents the 24 hours in a day. It reminds me that I should take each day as it comes.

Why aren’t you on Twitter?

I don’t feel like it. If I want to contact someone, I can call or text him. I don’t need everyone else to know what it is I want to say to that person.

What are your thoughts about your dad becoming a coach for the Los Angeles Sparks?

I’m really excited for him. He’s a natural at being a coach and I’m not just saying that because he’s my dad. I’ve been extremely lucky that I have him as a role model.

If you can pick 2 other player to form a Big 3, which players (who are not from your team) will you pick?

That question is very hard to answer. I have to consider a lot of things like chemistry, skills, etc.

What do you want to achieve outside the court?

Help other people. It’s our responsibility to do that.

Who do you think will win in a fight between Manny Pacquiao and Lloyd Mayweather?

Manny is a good friend. His tenacity and competitiveness will win him the title. I’m with Manny.

What is the most important thing you learned from Phil Jackson?

Patience. He was the kind of person who allowed people to grow at their own pace.

What are your thoughts about Shaq’s retirement and his possible stint as a broadcaster?

He’s had a great career. This career change is very interesting. We’ll see. (agak malas-malasan Kobe menjawab pertanyaan ini)

*Bonus: Suasana wawancara :D

Sesaat sebelum Kobe datang, semua wartawan tampak mengetahui dari mana Kobe akan muncul. Kecuali satu orang :D

Aha! Dari sana rupanya :D

Sekarang paham kan, kenapa wawancara hadap-hadapan antara gw dan Kobe Bryant gak mungkin terlaksana? :D

**yang ingin membaca tulisan pertama dari rangkaian cerita kunjungan Kobe Bryant di Manila, silahkan klik di sini.

Segala yang Terjadi di Batujajar (Markas Kopassus) Tetap di Batujajar! -Sedikit Cerita Pelatnas Basket :D

Standar

Beberapa waktu lalu selama kurang lebih dua minggu, para peserta Pelatihan Tim Nasional basket Indonesia untuk SEA Games mengikuti pendidikan pembentukan karakter di markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Batujajar, Jawa Barat. Tak ada cerita mengenai apa yang terjadi dari balik markas salah satu pasukan elit yang paling disegani di dunia tersebut. Ketika para peserta Pelatnas memasuki Batujajar, yang kita ketahui hanya mereka tidak diperkenankan membawa atau menggunakan alat komunikasi. Setelah itu, blank!

Ketika para peserta Pelatnas akhirnya keluar dari Batujajar pada tanggal 14, melalui akun twitter, beberapa peserta memperlihatkan foto-foto mereka yang tengah mengenakan seragam militer. Semuanya terlihat girang dan senang:D Beberapa terlihat agak kurusan dan menghitam :D

Melalui sebuah tanya jawab via e-mail, salah seorang peserta pendidikan pembentukan karakter di Batujajar menceritakan sebuah pengalamannya yang tidak akan terlupakan sepanjang hayat ini :D

(foto ngambil dari twit kak @ariewijayanti_7 :D)

Apa saja materi utama yang diberikan? Bentuk materinya apa?

Banyak banget! Setiap hari kita mendapatkan materi baris-berbaris sampai eneg rasanya. Karena setiap pergerakan dari satu tempat ke tempat lain (misalnya dari barak ke lapangan atau tempat makan ) harus rapih. Mau makan pun kita harus berbarengan. Kayak ada ritualnya. Kayak upacara begitu, ada pemimpin. Mau masuk tempat makan harus hormat dan teriak “patriot!”. Dan setiap baris-berbaris ketika perpindahan tempat kita diwajibkan beryanyi (alhasil kebanyakan peserta hilang suara di akhir camp).

Beberapa materi yang diberikan antara lain; materi rintangan, ini seperti outbound. Ada pos kaya flying fox. Pos manjat tali yg yang bentuk kotak-kotak gitu entah apa namanya lupa. Terus, pos nyebrang tali yang posisi badan tiarap pakai satu tali. Itu baru pemanasan!

Lalu ada materi ketinggian; yang terdiri dari rappelling, running, di mana kita berlari ke bawah dari ketinggian. Serta lompatan ketinggian. Ini latihan basic terjun payung. Tapi media tidak menggunakan parasut. Simulasi saja posisi tali seperti tali parasut. Dan kita mengenakan parasut cadangan, tapi tidak diperbolehkan mencabut kunci parasut. Inti dari latihan-latihan itu bagaimana kita mengatasi rasa takut. Dan kita selalu di tekan untuk tidak takut akan baying-bayang yang mengganggu pikiran kita sebelum memulai tindakan.

Kita juga mendapatkan materi psikologi terapan. Materi ini semacam materi tes IQ kecerdasan peserta tapi secara praktek di lapangan. Di sini siswa (semua peserta disebut siswa. Entah itu atlit manager atau pelatih tim) dituntut untuk cekatan.

Materi juga diberikan secara berkelompok. Di sini kita diberikan banyak macam permainan yang melibatkan banyak orang. Seperti permainan outbound pada umumnya. Tetapi karena di Kopassus permainan ini lebih melelahkan karena mereka tidak mau disebut ini permainan outbound.

Materi wawasan kebangsaan kita pun diberikan agar semangat nasionalisme kita semakin tinggi.

Dalam materi orientasi, kami dibagi per pleton dan per kompi. Kami baris-berbaris mengelilingi lokasi komando yang luas banget. Dan kita berhenti di setiap pos. dan setiap pos ada quote yang harus dibaca dan diartikan. Ada pula materi peta dan kompas di mana kita diajarkan untuk bisa membaca peta buta dan kompas manual. Dipraktekan dengan berjalan mengelili dusun-dusun di daerah Batujajar (semua kepanasan alhasil pada gosong terbakar). Sebenarnya bingung juga fungsi materi ini buat apa ya? Saya pikir hari gini ada GPS gitu. Hahahaha. Tapi memang bingung. Seorang yang membaca kompas cuma ketua kompi aja. Siswa yang lain sibuk mencari perlindungan pohon sambil terkantuk-kantuk. Rutenya jauh pisan! Panasnya juga gak nahan. Mungkin berguna buat yang suka nyasar di hutan :))

Di Situ Lembang, ada materi-materi lain lagi. Materi siaga, setiap ada bunyi pluit dua kali kita diwajibkan untuk tiarap. Mau itu di tanah model kayak apa saja semua harus tiarap. Sebelum lanjut materi. Ketika baru tiba di Situ Lembang. Kita direndam di kolam sebelah danau. Dan itu airnya DINGINNYA gak nahan bayangkan saja diantara gunung begitu! Ikan juga mikir kali masuk itu kolam. Di situ kita direndam dengan baju dan sepatu utuh!

Kemudian kita mendapatkan materi rintangan. Ini gak jauh beda sama yang di Batujajar. Tapi ini medannya di hutan! Dan lebih menantang. Diakhir permainan ini kita mendapatkan pos-pos yang membuat kita basah kuyup akan lumpur (tiarap masuk ke lubang berlumpur). Kemudian melintasi pinggiran danau. Setelah materi ini kita diwajibkan untuk mencuci seragan PDL kita sendiri. Biasanya si kita di laundry-in. Kali ini nyuci sendiri.

Ini materi terseru! Materi jejak malam. Ternyata seragam PDL yang kita cuci dan masih basah wajib dikenakan di malam hari buat materi tersebut. Kebayang seragam sepatu masi basah dipakai :( Terus dinginnya haram jadah! Ada yang mendapat giliran jalan jam 11! Dan sudah menggunakan seragam dari sore jam 4! Di sini kita dilepas berjalan satu per satu. Di start kita diwajibkan menghafal quote berisi berita untuk diberikan pada saat finish. Sebelum berangkat kita disugesti yang macem-macem. Pokoknya dibikin seramlah. Dan jelajah malamnya melewati medan yang ekstrim juga.

Selama perjalanan, dari yang jatoh kepleset sampai jatuh gara-gara dahan pohon yang menghantam di kepala. Kita diwajibkan mengikuti jalur tali yang diberikan. Sesampai di finish kita memberikan isi berita yang kita hafalkan. Kemudian kita diberikan semacam motivasi pembangkit untuk menghadapi lawan kita nanti.

Materi survival juga diberikan. Di sini diajarkan bagaimana kita bisa bertahan hidup di saat keadaan darurat. Disini kita tidak diberikan makan mulai dari acara selesainya jelajah malam sampai siang hari. Disiang hari kita mendapatkan materi ini. Kita diajarkan memilih tanaman yang bisa kita konsumsi dan tidak bisa kita konsumsi. Kemudian diajarkan bagaimana menangkap ular. Kemudian kita bakar ular tersebut. Dan dibuat menu makan siang. Sate ular dan ubi-ubian!!!

Panjang juga yaa, hahahaaa. Pagi bangun jam berapa? Malam tidur jam berapa?

Kita bangun selalu jam 04.00 dan melakukan pembersihan barak dan badan. Bersiap untuk senam pagi. Jam tidur setiap hari berbeda-beda. Dikarenakan ada tidaknya pelanggaran. Paling cepat tidur jam 23.00 kalo ada pelanggaran bisa sampai jam 00.00-01.00. Setiap jam tidur, setiap barak diwajibkan adanya siswa jaga serambi. Dilakukan bergantian per-jam. Boleh dilakukan sendirian atau lebih. Tergantung dari ketua barak.

Diajarin menembak gak? Kalau iya, pakai senapan apa? Nembak apa?

Kita tidak diajarkan menembak. Padahal pengen banget. Tapi latihan menembak di Kopassus gila! Mau latihan nembak kayak mereka pasti mikir lagi deh. Salah satu contoh latihan dasarnya, kita berhadapan, dan target tembakan ada disebelah kepala kita. Kalo nyasar ya sudah mampus. Hahahaaa :))

Bentuk latihan/materi apa yang paling berkesan? Mengapa?

Paling berkesan dari setiap siswa pasti berbeda-beda. Kalo menurut saya, paling berkesan ketika jelajah malam. Disana saya benar-benar diuji mental. Jujur saya penakut. Tapi setelah melewati itu semua, ternyata saya bisa. Di materi ini saya bisa banyak melihat siswa mana yang benar-benar berani dan mana yang sok berani dan mana yang benar-benar takut. Ada yang sepanjang perjalanan selalu berteriak “Patriot! Patriot! Patriot!” itu buat menghilangkan rasa takut. Ada yang dzikir. Ada yang bilang “latihan macam apa Kopassus ini?!!!” ketika dikagetin. Ada pula yang menangis. Ada asma karena panik. Saya menemukan banyak rupa baru di sana hahaha. Kalau saya, mengatasi takut dengan lihat kebawah sambil menghapal berita acara. Tapi selalu teriak dan lari kecil-kecil kalau dikagetin. Hihihiii :))

Bagaimana antusiasme para siswa? Ada yang semangat? Ada yang males-malesan?

Antusiasme para siswa berbeda ketika baru datang dan ketika sudah berjalan. Di awal-awal, 99 persen semua pasti pengen pulang. Saya saja mau nangis rasanya minta pulang. Tapi seiring jalannya waktu siswa bersemangat untuk melakukan kegiatan tersebut. Apalagi di tiga hari terakhir ketika mau pulang, wah pada beringas hahaha :))

Bentuk latihan/materi apa yang paling menyakitkan? Mau lagi gak? :D

Materi paling menyakitkan adalah baris-berbaris di siang bolong. Hahahaha :)) Kebakar kulit kita. Salut buat TNI dan Paskibra kalau latihan siang deh :D

Berpengaruh gak kira-kira materi pelatihan yang diberikan dengan usaha mengejar medali emas di SEA Games nanti?

Buat saya pengaruh tidaknya, dilihat saja individu siswa di ajang SEA Games nanti. Tapi saya yakin kalau siswa bisa menerima dengan benar. Mental akan terbangun bagus!

Kalau diajak pelatihan kayak gitu lagi, masih mau gak?

Jujur, ampun deh kalo pelatihan gitu lagi. Saya maunya kalau balik ke sana hanya mendengarkan Kopassus-nya bercanda saja. Lebih lucu daripada Srimulat soalnya :))

Salah satu pesan dari Kopassus, tentara hanya mempertahankan keamanan Negara. Tentara perang sampai mati, atlit perang setengah mati! Bagimu negeri jiwa raga kami.

10 Pertanyaan Untuk Raja Blok NBL Indonesia 2010-2011, Ngurah Teguh (Citra Satria)

Standar

Ngurah siapa? Barangkali, barangkali gak banyak yang mengetahui siapa itu I Gusti Ngurah Teguh Putra Negara. Ia jelas kalah populer dari Denny Sumargo atau I Made Sudiadnyana, atau nama-nama yang berseliweran di klub-klub dengan pemain populer lainnya. Namun jika berbicara penampilan di lapangan, pemain bernomor punggung 16 di Citra Satria ini jelas tidak kalah. Raihannya di atas rata-rata!

Gw sendiri pertama kali mengetahui nama Ngurah Teguh pada bulan September 2008. Kala itu, Satria Muda Jakarta mengambil pemain baru dari Citra Satria Pontianak, Chrismast Bonanza Siregar dengan menukarkan salah seorang pemainnya, Ngurah Teguh untuk diberikan kepada Citra Satria. Tentu saja pemain yang menjadi sorotan adalah Bonanza Siregar karena kesannya saat itu bahwa setiap pemain yang direkrut Satria Muda adalah pemain hebat.

Selanjutnya, gw gak ingat seberapa sering Bonanza bermain di Satria Muda selama IBL musim terakhir. Pun gw gak mendengar lagi nama Ngurah Teguh.

Melewati NBL Indonesia musim perdana (2010-2011), nama Ngurah Teguh mulai nempel di kepala gw seiring dengan penampilannya yang kerap dahsyat bersama Citra Satria. Walau tidak berbanding lurus dengan prestasi Citra Satria selama musim reguler, Ngurah Teguh meraih prestasi individu yang signifikan. Dari tampil sebanyak 25 kali, Ngurah Teguh mencetak total 216 poin (8,64 poin per gim), 22 assist, 25 steal, dan 58 blok (2,32 blok per gim) -raihan terbaik di NBL 2010-2011! Pencapaian Ngurah Teguh lebih baik daripada Bonanza yang bermain sebanyak 27 kali, dengan total 121 poin, 16 assist, 17 steal, dan 1 blok.

Berikut 10 pertanyaan kepada Ngurah Teguh yang dijawab dengan semangat, sesemangat dia waktu ngblok lawan :D

Apa yang kamu pikirkan waktu ditukar oleh Satria Muda ke Citra Satria dengan Bonanza Siregar di tahun 2008?

Kecewa tentunya. Ngerasa tidak dihargai karena belum terlalu diberi kesempatan untuk memberikan yang lebih bagi tim. Tetapi setelah saya pindah ke Citra Satria (CS), dengan banyaknya minute play yang diberikan oleh coach dan kepercayaan, saya bisa menunjukkan bahwa saya bisa memberikan kontribusi bagi tim yang saya bela. Dari minute play yang diberikan tersebut, saya belajar banyak yang akhirnya dapat memberikan saya pengalaman bermain. Sampai sekarang pun saya masih belajar, entah dari teammates, instruksi pelatih atau dari lawan main.

Citra Satria bermain bagus di Preseason lalu, tiba-tiba Fadlan Minallah pindah ke Garuda (yang artinya Citra Satria kehilangan big man), apa yang kamu bayangkan saat itu?

Akan menjadi musim yang berat. Pastinya gak bisa bohong Fadlan sangat memberikan kontribusi. Dengan adanya Fadlan saja, CS itu sebenarnya masih kekurangan big man, apalagi sekarang udah gak ada? Tetapi, basket kan olahraga tim, jadi kehilangan satu pemain akan terasa timpang, tapi itu akan bisa tertutupi dengan team work yang solid.

Selain kurangnya big man, apa yang harus lebih ditingkatkan lagi oleh Citra Satria?

Strategi oleh pelatih. Bisa diliat sendiri lah. Materi kami tidak kalah bagus dengan tim papan tengah lainnya. Hanya saja “mesin” yang mengendalikan terkadang “macet”. (Perlu) Menambah pemain yang berpengalaman untuk mengimbangi pemain muda yang ada di CS, karena CS isinya kebanyakan pemain muda, jadi perlu panutan untuk para pemain mudanya.

Apa kiat-kiat melakukan blok yang bersih tanpa melakukan foul?

Feeling dalam membaca gerakan lawan, tepat waktu membaca gerakan lawan.

Siapa pemain NBL Indonesia yang paling sulit dijaga dan kenapa?

Dimas (Pelita Jaya), Iyus (Aspac) dan Youbel (Satria Muda). Tipikal main Dimas dan Iyus suka lari-lari dan eksplosif, menyulitkan saya karena butuh tenaga ekstra untuk menjaga pemain “tidak bisa diam” seperti mereka. Kalau Youbel, skill-nya luar biasa dan dia tenang dan tidak panikan dalam menghadapi segala situasi game. Salah satu panutan saya di lapangan, di Satria Muda ketika itu, selain Agung Sunarko.

Siapa pemain NBL Indonesia yang paling ingin sering kamu blok, dan kenapa dia?

Denny Sumargo. Karena saya melihat dia sangat bagus di dalam skill offense, saya jadi penasaran ingin”memberhentikan” dia di dalam mencetak angka bagi timnya.

Adakah latihan khusus agar jago nge-blok? Kalau ada, latihannya bagaimana?

Atur timing. Jangan nafsu, jangan terlalu dipikirin. Latihan skipping diperbanyak lagi, untuk ngelatih lompatan dan quickness-nya.

Apa saja target yang ingin diraih selama bermain basket profesional (NBL)?

Target saya sebenarnya ingin menembus skuad Timnas.

Cita-cita setelah gak bermain basket lagi?

Kerja kantoran sesuai dengan latar belakang pendidikan sarjana yang saya ambil, yaitu Hubungan Internasional. Mungkin saya bisa bekerja di PBB atau menjadi PNS. (Amiin :D)

Apa target yang ingin dicapai bersama Citra Satria di musim depan?

Memperbaiki peringkat.

C-Tra Arena Basketball School (CABS) Bandung

Standar

Mari berkenalan dengan C-Tra Arena Basketball School (CABS). CABS adalah salah satu sekolah basket yang sedang tumbuh di Bandung. Pertumbuhannya cukup pesat. Selain menjadi tempat berlatih teknik basket mendasar yang sangat penting, CABS juga mengajarkan banyak hal yang barangkali belum dilakukan oleh sekolah-sekolah atau kelompok pembinaan basket lainnya. Beberapa siswa CABS bahkan telah mulai dilirik oleh tim-tim profesional IBL.

Berikut wawancara gw dengan Dicky Arianto, administrator CABS:

Kapan CABS lahir?

1 Maret 2009

Apa sih visi dari CABS?

Didorong oleh rasa tanggung jawab dan juga keprihatinan terhadap kondisi pembinaan bola basket saat ini, di mana pemain bola basket tingkat daerah maupun nasional jarang memiliki sistem pengkaderan yang baik. Kita lihat saja di kompetisi IBL sebagian besar pemain-pemainnya lama, persediaan pemain hanya itu-itu saja, dan hanya sekadar berpindah-pindah klub, itu salah satu yang membuat minat penggemar bola basket mulai menurun. Kegiatan pengkaderan di olahraga bola basket gak mungkin mencapai hasil dalam waktu singkat, oleh karena itu CABS mempunyai tujuan jangka panjang, minimal sepuluh tahun ke depan akan dapat terbentuk atlet-atlet yang handal baik dari segi mental, moral maupun keterampilan menguasai teknik-teknik bola basket serta mampu bekerjasama dalam bermain di lapangan.

Siapa saja yang boleh ikut CABS?

Siapa saja boleh, dari usia mulai 7 tahun. Justru dari umur yang muda akan lebih mudah membentuk pemain basket yang handal.

Kenapa namanya “school” bukan “team” atau “kursus” atau “pelatihan”?

Di kasih nama scholl karena di sini kita memang berbeda dengan tim-tim atau klub-klub yang ada. Di sini siswa tidak hanya dituntut hanya bisa main basket tapi juga harus mengerti apa itu main basket. Ada kurikulumnya yang harus ditempuh, dan kita juga punya ruang kelas untuk teori.

Siapa saja pelatih atau guru-guru di CABS?

Pelatih-pelatih dikoordinasi oleh Pak Srigijanto, biasa dipanggil Pak Sri. Beliau pernah membawa tim putra bola basket Jawa Barat meraih mendali emas pada PON tahun 1996. Dan ini adalah yang pertama dalam sejarah bola basket Jawa Barat. Beliau koordinator para pelatih muda yang kesemuanya adalah sarjana pendidikan olahraga UPI:
Yusuf S.pd, Dedi S.pd, Arie S.pd, Imam S.pd (pelatih fisik), dan juga oleh pak Anhar Iskandar (beliau salah satu sesepuh bola basket Jawa Barat).

*Pak Sri dan Pak Anhar pada akhir tahun 90-an adalah pelatih kepala tim Siliwangi di ajang Kobatama (sebelum menjadi IBL)

Sejauh ini, adakah siswa CABS yang mulai dilirik tim-tim profesional (IBL)?

Ada beberapa senior CABS yang mulai dilirk oleh beberapa tim IBL. Mudah-mudahan pada kompetisi tahun ini sudah mulai bisa berkiprah.

Ada kelas putri?

Meskipun peminat basket putri tidak sebanyak putra, tetapi di CABS, siswa putri lumayan banyak.

Sejauh ini jumlah siswa CABS berapa banyak?

Jumlah siswa sekitar 80-an. Terbagi menjadi tiga kelas. Ada elementary (pemula), intermediate (menengah), dan advance (lanjutan). Dari tiap kelas terbagi lagi sesuai tingkat kemampuan siswa.

Latihannya setiap hari apa?

Latihan setiap hari minggu (jam 8-10 pagi), selasa dan kamis (jam 4-6 sore).

Apa saja program-program atau kurikulum yang paling ditekankan di CABS?

Materi permainan bola basket secara teori dan praktek, materi peraturan permainan bola basket, materi pendukung disiplin ilmu lainnya seperti fisiologi, anatomi, biomekanika, ilmu gizi, psikologi, pedagogi, dan metodologi kepelatihan. CABS juga sudah menerbitkan buku tentang teknik-teknik dasar bermain bola basket. Buku ini bukan hanya diperuntukkan bagi siswa CABS tapi juga untuk umum.

Informasi dan pendaftaran CABS ada di sini (fanpage/facebook CABS).

I Kick I Shape The Nation

Standar

Wawancara dengan Idan “Ref Basketball” tentang sepatu League

Untuk yang sudah mengenal gw sebelumnya, pasti mengetahui bahwa si Mainbasket adalah si Idan dan si Idan adalah si Idan “Ref Basketball”. Nah, selamat menikmati wawancara Mainbasket kepada Idan “Ref Basketball” :)

Bisa dijelaskan mas, apa itu “I Kick I Shape The Nation”?

Sebenarnya ini adalah tagline yang kita buat khusus untuk Ref Basketball Clothing yang mulai hari ini menjual sepatu (kicks) League.

Ada makna khusus di balik kata tersebut?

Oh iya, sepatu League adalah sepatu buatan Indonesia yang keren dan bermutu. Dengan memakai sepatu ini, itu artinya secara tidak langsung kita membantu membangun bangsa ini.

Maksudnya?

Jika sepatu League menjadi tuan rumah di negeri sendiri atau jika orang Indonesia merasa keren dan suka pada sepatu ini, itu artinya kita membantu banyak sekali, bisa ribuan bahkan jutaan orang yang terkait dengan industri ini. Para pekerja pabrik sepatu, pabrik materialnya, distributornya, selebriti yang jadi bintang iklannya, kita bahkan membantu negara secara langsung dengan setoran pajak yang harus dibayarkan oleh industri-industri terkait. Jadi, kalau kita mengenakan sepatu ini, itu artinya kita pun berkontribusi membentuk dan mengangkat perekonomian negara ini.

Tapi bukankah desain sepatu kita, League, kalah keren dengan merek-merek luar?

Kita harus mampu melihat seberapa jauh dan lama mereka (orang/merek luar) telah berkecimpung dan berinvestasi dalam hal kualitas material, desain produksi, dan pengembangan citra (image) merek mereka. Bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun. Merek luar berhasil menanamkan di dalam kepala kita dengan berbagai cara bahwa sepatu buatan mereka adalah yang paling “cool” atau “hot“. Padahal, masalah keren atau tidak itu adalah masalah kepercayaan diri yang bisa kita bentuk sendiri dan bukan hasil rayuan orang lain.

(Klik di sini untuk lihat kooleksi League di Ref Basketball Clothing)

Nah, itu masalahnya mas. Jujur, saya sendiri nggak pede pakai sepatu buatan Indonesia.

Jangan doong. Pede atau nggak pede itu juga terkait dengan tingkat pengetahuan. Kalau kita mengerti atau setidaknya memiliki referensi tersendiri tentang apa itu keren ataupun gak keren, maka kita punya kepercayaan diri yang tinggi atas “keren” menurut definisi kita. Orang mau bilang apa terserah.

Artinya, kita masih boleh pakai sepatu luar yang kita anggap keren?

Yup! Tentu saja! Kalau itu lu anggap keren hasil olah pikiran lu yang hasilnya membuat lu pede. Dan bagi gw, sepatu League saat ini memenuhi standar keren dan pede banyak orang. Apalagi jika diimbuhi pengetahuan bahwa “rasa keren” kita ternyata ikut berkontribusi membangun bangsa. Yup! desain-desain sepatu League sangat keren menurut gw.

Ok, bagaimana dengan kenyamanan. Banyak yang bilang sepatu League gak nyaman dipakai.

Kata siapa itu? Mana orangnya? Hahaa (Idan tertawa ringan). Gw pernah punya puluhan sepatu. Gw pernah mengenakan hampir semua merek sepatu luar yang terkenal, termasuk sepatu dalam negeri. Semuanya memiliki karakteristik kenyamanan sendiri-sendiri. Jadi agak sulit mendefinisikan “gak nyaman” itu.

Ah, itu bisa-bisanya mas Idan saja..he he he

Begini, siapa anak sekarang yang dengan sadar mau main basket serius pakai Converse All-Stars (Chuck Taylor)? Gak ada! Padahal pebasket NBA era 80-an umumnya memakai sepatu itu. Mereka semuanya jago-jago. Gerakannya pun edan-edan. Saat ini, “All-Stars” malah mungkin dilarang untuk basket profesional. Kalau ada yang bilang sepatu League gak nyaman, gw rasa itu relatif. Karena banyak pula yang bilang sepatu ini sangat nyaman. Berita negatif lebih mudah menyebar daripada siar kebaikan. Iya gak?

Nggak takut ntar malah blunder mas? Ntar industri sepatu kita, League, malah menciptakan “sweatshop” baru.

Wah, pintar juga ya kamu, ngerti istilah sweatshop. Nggak lah, ini harus dihindari. Membangun industri sepatu dan yang terkait ini kan tujuannya mensejahterakan bukan malah menyengsarakan apalagi menyiksa.

Bagaimana menurut mas tentang teman-teman yang lebih memilih sepatu “KW” bermerek?

Ini dia yang gw bilang orang-orang yang mementingkan gaya daripada membangun bangsa. Sejujurnya nih yaa, ketika lu pakai sepatu “KW” kita sebenarnya tahu bahwa itu sepatu “KW”, atau aspal, atau apa lah namanya. Jadi sebenarnya lu malu-maluin diri sendiri. Pengen gaya tapi pakai sepatu palsu. Mending asli, berkualitas, buatan dalam negeri, dan jelas membantu membangun bangsa! Cik “wake up!” atuh lah, lamun ceuk urang Sunda (sadarlah!).

Sepatu League bisa bersaing dengan merek luar? Apalagi sekarang era pasar bebas!

Banyak yang bertanya begini. Gw jawab, BISA! Di era perdagangan bebas saat ini, pemerintah ketakutan, pengusaha ketakutan, kita ikut-ikutan takut walau gak tahu takut apaan. Semua orang takut negara kita tertinggal dan gak mampu berbuat apa-apa menghadapi kompetisi ekonomi yang katanya tidak seimbang. Semua orang menunggu orang lain untuk bertindak. Padahal, dengan membeli produk dalam negeri, ya lu melakukan sesuatu hal yang sangat penting dalam membantu negara ini memenangkan persaingan global. Kalau lu beli sepatu, ya lu beli sepatu League. Lu membantu sepatu lokal untuk juara di kandang sendiri. Bahkan bukan nggak mungkin, suatu saat sepatu League juga juara di negara-negara lain.

Ok deh mas, jadi sekarang League ada di Ref Basketball Clothing nih mas?

Yup. Ref Basketball di GOR C-Tra Arena Cikutra Bandung. Atau bisa lihat di sini.

Terakhir mas, mas Idan punya berapa sepatu?

Hmm..9 pasang kalau gak salah.

Sepatu League ada berapa?

2 :)

Wawancara Richard “Insane” dengan Max Yanto (IM Muba Hangtuah)

Standar

Emang sudah diniatkan hari ini sehabis meeting dengan Andy Bachtiar (Sutradara Romeo dan Juliet) di Grand Indonesia, saya bakal menyaksikan tune-up game Pelita Jaya Esia Jakarta (Pelita Jaya) vs Indonesia Muda MUBA Hangtuah Sumatera Selatan (Muba)

Saat tiba di Hall basket Senayan, ternyata sudah quarter 2. Game memang berjalan sedikit kurang seimbang. Terlihat dari skor akhir Pelita Jaya (88) – Muba (54). HerdiOflow dan beberapa teman di twitter pun mengatakan hal yang senada “wooow, cukup jauh ya!” cetus Herdi, eks-pemain IBL yang sempat membela klub Muba & Pelita Jaya via twitter.

Muba memang kalah jauh pada partai tune-up game vs Pelita Jaya, tetapi ada hal menarik yang menggugah saya untuk melihat lebih dalam lagi ke sosok pemain Muba yang saat itu hanya diturunkan di sisa 2 menit terakhir quarter 4, siapa dia? Yup, Max Yanto.

Dia adalah salah satu center Muba yang memang jarang sekali diturunkan di setiap partai tune-up Game. “Maksimalkan Max!!” begitu tweet @mainbaskket via twitter. Saya sependapat. Mengapa Max Yanto tidak dimainkan? Bukankah setidaknya Max bisa membantu dalam hal rebound? Kan Max tingginya nggak jauh beda sama Shaquile O’neil dan kalo ada Max pasti pemain Pelita Jaya bakal sulit melakukan serangan under basket, pasti bola pemain PJ bakal diblok, pasti Muba akan terbantu secara rebound!

Hmmm, banyak juga beban Max kalau seandainya dia bermain. Dan seandainya Max Yanto sudah mengenal permainan bola basket semenjak SD, pasti itu semua bakal dilakukan Max dengan senang hati.

Sabar, kerja keras & giat berlatih kayanya harus melandasi hari-hari Max di Muba. “Max seharusnya diberikan satu orang pelatih khusus yang tugasnya menangani dan memperbaiki basic serta kemampuan bermain basketnya, saya percaya Max bisa menjadi pemain yg berbahaya,” kata Ronald Simanjuntak di sela-sela pertandingan kepada Bang Simon Pasaribu (Wah, brarti saya nguping yak?? Hehehe)

Sayang memang kalau Max Yanto belum dapat dimaksimalkan, padahal banyak pecinta basket yang ingin melihat aksi Max saat berlaga di IBL. “Kita kan lihat Muba, mau lihat Max Yanto nge-dunk! Koq nggak dimainin sih?” begitu kata anak-anak SMU yang saat itu datang ke Hall Basket Senayan. Sadar atau tidak sadar, Max memang belum dapat disejajarkan sebagai ‘magnet IBL’ yang dapat disetarakan dengan Denny Sumargo, Kelly atau Mario Wuysang. Tapi satu hal yang pasti, Max Yanto juga merupakan daya jual IBL, dengan tinggi badan seperti itu pasti bakal membuat kompetisi dan atmosfer liga bisa menjadi semakin berwarna (Intinya Max masih harus dipersiapkan dengan matang, kuncinya sabar, kerja keras dan giat berlatih).

Nah, sekarang tinggal gimana Max, Muba dan IBL mengemas ‘kelebihan’ ini. Sebagai penutup, saya mewawancarai Max Yanto. Enjoy it :)

@nsane11: Hallo Max, apa kabar? Tadi saya lihat anda lho, di bawah 2 menit bermain tapi sudah nyetak 4 angka dan 2 rebound .. Hebat!! :) Bagaimana kalau waktunya lebih lama? pasti di atas 30 angka! :)

Max Yanto (MY): Baik, wah terima kasih udah lihat gamenya :) Kalau di atas 30 menit, saya sudah mati mas, hehehe.

@nsane11: Lho? Koq ngomongnya gitu mas? Kenapa?

MY: Iya lah mas, bawa berat badan 125kg bolak-balik selama 30 menit, lari-lari plus lompat kan cape mas, saya nggak bakal kuat. Makanya pelatih cuma mainin saya 2 menit terakhir, saya nggak kuat mas.

@nsane11: Ooh gitu! (Iya juga ya, pasti cape. Tapi koq O’neal nggak ya? Itu dia bedanya, O’neal kan main basket dari SMP. Kalau si Max baru sekitar 4 tahun yang lalu) Max, punya olahraga yg disuka selain basket nggak?

MY:
Volley, Bulu Tangkis sama Tinju ..

@nsane11: Pemain Favorite NBA?

MY: Kevin Garnett #5 Boston Celtics.

@nsane11: Kalo pemain lokalnya siapa Max?

MY: Saya suka Rony Gunawan, bukan secara permainan tapi lebih kepada perhatian dia terhadap saya. Dia dulu banyak memberikan masukan, cara bermain basket kepada saya. Dia tidak sombong, padahal dia salah satu pemain hebat juga di IBL tapi mau sharing ke saya, yang bukan siapa-siapa. Itu sungguh berarti buat saya, jadi kalau ditanya siapa pemain lokal idola saya sudah pasti Rony Gunawan :)

@nsane11: Kalau main 1 lawan 1 vs Shaquille O’neil berani nggak?

MY: Nggak lah mas, saya pasti *maaf* berak di celana kalo ketemu dia. Hahahahaha :)

@nsane11: Oke, terakhir Max. Kalau ada kesempatan makan malam sama Sandra Dewi, bakal diajak makan malam di mana Max?

MY: Hahahaha, belom lah mas. Nggak mungkin. Mana mau dia makan ketoprak pinggir jalan sama saya. Hahahaha.

@nsane11: Oke Max, sukses terus ya :)

MY:
Terima kasih mas insane :)

Regards,
Richard ‘insane’ Latunusa
Follow me @nsane11
email: insane_minusplus@yahoo.com