
Ketika mengetahui gw berasal dari Lombok, ekspresi teman-teman gw biasanya berubah dari yang biasa-biasa saja menjadi takjub. Mereka spontan akan mengungkapkan betapa mereka sangat menginginkan mengunjungi pulau yang terkenal, maaf, sangat terkenal karena keindahan pantai-pantainya ini. Pantai dengan air laut yang super jernih. Saking jernihnya, pantulan warna air laut di pantai-pantai pulau Lombok bukan lagi biru, namun terlihat hijau cerah. Butiran pasirnya yang sebesar telur ikan (rasanya banyak juga yang belum pernah melihat telur ikan yaa) dan berwarna putih pun menjadi alasan tersendiri untuk mengagumi keindahan paradiso alias surga di bumi ini.
Tetapi bagi gw, keindahan pantai-pantai di Lombok bukanlah alasan utama mengapa gw terkadang begitu rindu pada pulau ini. Pantai hanyalah sebagian kecil alasan gw merindukan Lombok. Alasan terbesar gw justru adalah Kota Mataram. Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mataram adalah Kota Kelahiran gw. Mataram adalah tempat pertama kali gw mengenal basket. Mataram adalah kota tempat gw besar. Mataram adalah kota sejuta kenangan bagi gw. Kecintaan gw pada Mataram melebihi kecintaan kepada kota-kota lain yang pernah gw kunjungi. Gw bahkan memiliki cinta yang lebih besar terhadap Mataram daripada kota tempat tinggal gw selama 12 tahun terakhir, Bandung.
Lari sore di Mataram seperti dulu. Nikmat sekali :)
——–
ran 4.96 km on 22/10/2009 at 3:00 PM with a pace of 7’05″/km
