Latihan Sederhana Menajamkan Tembakan dari Nate Robinson (DBL Camp 2011, 24-28 Juli 2011)

Para pemain NBA atau NBL Australia yang datang ke Indonesia ketika mendapat pertanyaan “bagaimana cara menajamkan tembakan?” hanya menjawab, “latihan yang sering!”

Sebuah jawaban yang terlalu luas meskipun terkadang dilanjutkan dengan “setidaknya latihan menembaklah 100 kali masuk sehari, minimal!”

Pada hari kedua DBL Camp, Nate sempat memberikan kiat menajamkan tembakan yang biasa ia lakukan saat berlatih di NBA. Selain menjelaskan kiatnya, Nate Robinson juga langsung memraktekannya, “menembaklah dari setiap titik di lapangan basket dan masukan bola sebanyak tiga kali berturut-turut! Jangan pindah lokasi menembak sebelum tiga kali masuk berturut-turut! Jadikan ini sebagai kebiasaan berlatih untuk menajamkan tembakan!”

Wawancara Eksklusif dengan Kobe Bryant (Kobe Manila Tour, 2/4)

Pada saat akan berangkat ke Manila untuk bertemu dan mewawancara Kobe Bryant, gw berpikir akan mendapatkan waktu istimewa untuk melakukan obrolan berhadap-hadapan dengan Kobe. “Hahahaaa, I thought the same way like you bro. Look all around, these journalists, they also had the same thought like us,” canda seorang teman yang datang dari Malaysia :D

Lagian siapa gw juga yaa mau ngobrol berdua dengan Kobe Bryant, hahahaaa :))

Hasil wawancara di bawah ini adalah kumpulan tanya jawab antara wartawan yang hadir di Manila dan jawaban yang diberikan oleh Kobe Bryant. Selamat mengikuti :D *buka kamus!

Which of your games do you consider the most important? (yang hurufnya tebal adalah pertanyaan yaa..)

I think it would be Game 7 against the Boston Celtics. It was the most challenging.

What advice can you give to help enhance the game in Asia?

Continue to learn, continue to teach. Practice, practice, practice.

Given the NBA lockout, how do you keep your rhythm? (ini pertanyaan kecolongan, harusnya gak boleh bertanya tentang NBA lockout)

Keep on practicing. Don’t stop. I make sure that when it does end, I’m ready.

What do you think contributed to the lockout? (kecolongan lagi)

I haven’t spent enough time to actually choose a favorite.

Ending the season on a bad note, what are your plans for next season?

Payback. I’m gonna make them feel my pain.

What are your thoughts on the retirement of Yao Ming?

I haven’t had the chance to reach out yet, but his contribution to the NBA has been amazing. He opened a lot of doors for other players. When he was healthy, he was phenomenal.

Tell us about the foundation you built with your wife.

The foundation fights homelessness, which is such a big problem that has been swept under the rug but definitely something that we can solve. We are growing the foundation and hopefully, it becomes something global.

What do you want to instill in kids?

There is no secret formula. The more you do it, the better you get at it.

Are you interested in once again joining the 2012 Olympics?

I’m more than happy to join.

How do you achieve greatness?

Greatness is very subjective. People have different goals, and whenever someone achieves their goals, that’s greatness.

What made you change your number from 8 to 24?

8 represents the first chapter of my life and 24 is where I am now. It also represents the 24 hours in a day. It reminds me that I should take each day as it comes.

Why aren’t you on Twitter?

I don’t feel like it. If I want to contact someone, I can call or text him. I don’t need everyone else to know what it is I want to say to that person.

What are your thoughts about your dad becoming a coach for the Los Angeles Sparks?

I’m really excited for him. He’s a natural at being a coach and I’m not just saying that because he’s my dad. I’ve been extremely lucky that I have him as a role model.

If you can pick 2 other player to form a Big 3, which players (who are not from your team) will you pick?

That question is very hard to answer. I have to consider a lot of things like chemistry, skills, etc.

What do you want to achieve outside the court?

Help other people. It’s our responsibility to do that.

Who do you think will win in a fight between Manny Pacquiao and Lloyd Mayweather?

Manny is a good friend. His tenacity and competitiveness will win him the title. I’m with Manny.

What is the most important thing you learned from Phil Jackson?

Patience. He was the kind of person who allowed people to grow at their own pace.

What are your thoughts about Shaq’s retirement and his possible stint as a broadcaster?

He’s had a great career. This career change is very interesting. We’ll see. (agak malas-malasan Kobe menjawab pertanyaan ini)

*Bonus: Suasana wawancara :D

Sesaat sebelum Kobe datang, semua wartawan tampak mengetahui dari mana Kobe akan muncul. Kecuali satu orang :D

Aha! Dari sana rupanya :D

Sekarang paham kan, kenapa wawancara hadap-hadapan antara gw dan Kobe Bryant gak mungkin terlaksana? :D

**yang ingin membaca tulisan pertama dari rangkaian cerita kunjungan Kobe Bryant di Manila, silahkan klik di sini.

Apakah Olah Raga Kedua Terpopuler di Filipina? (Kobe Manila Tour, 1/4)

Mulai hari ini, gw akan bercerita tentang pengalaman gw berkunjung ke Manila untuk menyaksikan Kobe Bryant sang “Venomenon”. Sebuah pengalaman yang gw rasa sangat-sangat tak terbayarkan oleh apapun. Seperti gw bilang sebelumnya, bukan hanya karena Kobe Bryant-nya, tetapi juga karena kegilaan rakyat Filipina terhadap bola basket!

Sejujurnya, gw sudah gak bisa lagi merangkaikan cerita tentang kunjungan Kobe ke Manila ini dalam satuan cerita dalam runut waktu berurut. Gw bercerita berdasarkan pengalaman-pengalaman unik yang gw alami saja yak!

Filipina yang gila basket

Jika, jika Filipina adalah salah satu provinsi di Indonesia di mana setiap provinsi memiliki baju adat daerahnya masing-masing, maka jenis baju adat Filipina adalah jersey basket. Atau setidaknya memiliki asesoris yang berbau basket; entah sepatu basket, celana pendek basket, atau sekadar head band basket penyeka keringat kepala.

Demikian pula sepanjang waktu perjalanan gw mengelilingi Manila, setiap kali melihat orang-orang yang kebetulan berada di tepi jalan, gw bisa menemukan sebagian besar mengenakan salah satu pernak-pernik basket. Jika gw melihat seseorang mengenakan celana pendek, celana pendeknya hampir pasti adalah celana pendek basket. Di mal, ketika gw berhadapan dengan seorang Satpam, ia mengenakan sepatu basket. Dan dalam teriknya matahari Manila, baju kutang adalah pilihan terbaik untuk dikenakan. dan kutang terbaik adalah jersey basket! Orang-orang Manila terlihat mengenakan berbagai macam jersey basket. Mulai dari NBA, PBA, tim universitas, sekolah, hingga jersey-jersey mirip NBA tetapi dengan nama-nama asing (mungkin) berbahasa Tagalog. Gw berasumsi, ini pasti jersey tim-tim lokal wilayah entah profesional atau pun tidak.

Basket adalah olah raga utama di Filipina. Gw tahu itu, dan mereka bangga akan hal tersebut. Gw penasaran, lalu apakah olah raga terpopuler kedua di Filipina? Gw menanyakan pertanyaan tersebut ke beberapa orang di Manila, dan jawaban terbanyak adalah, “tidak tahu!”

Salah seorang yang gw tanya mencoba berpikir sejenak, lalu dengan serius mengatakan, “golf!” Gw tertawa terbahak-bahak. Saking serius dan melekatnya basket di Filipina, orang-orangnya sampai gak peduli dengan olah raga lain! Gw jadi teringat ajang piala sepak bola AFF beberapa waktu lalu, ketika Filipina bertemu Indonesia di semi final. Filipina dinyatakan tak layak menjadi tuan rumah salah satu laga semi final karena tidak memiliki lapangan sepak bola yang layak untuk laga standar internasional.

Sebaliknya, memasuki Araneta Coliseum, arena basket terbesar di Filipina, seorang teman yang beberapa kali menyaksikan laga NBA mengatakan “meskipun sudah agak tua, Araneta Coliseum mirip arena-arena di NBA!” (lihat foto di atas, sesaat sebelum Kobe Bryant muncul di tengah lapangan)

*besok insyaAllah gw akan cerita rangkaian kegiatan Kobe Bryant di Manila :D

“Basketball Breakthrough” oleh Andreas Bordes, Motivasi Dahsyat dari Seorang Pemain DBL!

Luar biasa membaca buku (pdf) kiriman Andreas Bordes Febrianudi ini. Seorang yang secara fisik awalnya sangat layak untuk diremehkan dalam dunia basket tetapi mampu membalikan fakta untuk kemudian menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia!

Keistimewaan Andreas adalah kemampuan memetik pelajaran dari peristiwa yang relatif singkat yang ia lalui dalam dunia basket (DBL) yang ia lewati. Dan tentu saja kemampuan untuk menyebarkan pengalamannya untuk memotivasi teman-temannya yang lain. Andreas dengan lugas mengungkapkan nilai-nilai dari pengalaman singkatnya dengan baik bahkan sangat inspiratif dengan memberikan tips-tips aplikatif serta cerita-cerita inspiratif.

Buku tipis setipis 24 halaman yang luar biasa. Gw hampir nggak percaya kepada seorang muda Andreas yang sudah sangat berani menentukan visi hidupnya ke depan! Anjir, gw iri :D

Anak basket, wajib baca!

BORDES BASKETBALL BREAKTHROUGH

Unduh lalu baca! :D

2 + 1 Petuah Ron Harper untuk Anak Basket

Di sela-sela NBA Indonesia Development Camp yang baru saja berakhir beberapa hari yang lalu, Ron Harper menerima kunjungan anak-anak panti asuhan yang ingin belajar main basket. Setelah usai berlatih, Ron Harper memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya. Dari beberapa pertanyaan yang muncul, ada sebuah pertanyaan bagus yang mendapat jawaban bagus pula dari Ron Harper, “apa yang sangat penting selain bermain basket?” Ini jawaban Ron;

1. Sekolah!

Sekolah yang benar, dapatkan edukasi sebanyak mungkin. Buka mata, telinga, dan pikiran selebar-lebarnya karena ilmu pengetahuan bisa datang dari mana saja.”

2. Dengarkan nasehat orang tua!

“..serta orang-orang yang lebih tua seperti kakak, paman, termasuk guru. Biasanya, kita akan merasa bahwa orang tua kita cerewet. Jangan sampai kita menyesal dan berkata ‘benar juga kata orang tua gw dulu’, jangan sampai.”

Setelah itu, muncul pertanyaan tambahan dari salah seorang penonton yang ikut mendengarkan dialog antara Ron Harper dengan adik-adik dari panti asuhan, “apa yang membuatmu bertahan melewati masa-masa sulit?”

3. Jangan menyerah!

Don’t give up! Don’t give up! Don’t give up!” Ron mengulang hingga tiga kali!

Bieber Fever-nya Udahan, Kagumnya Masih (Buku)

Nope, gw bukan Belieber atau apapun yang terkait dengan fans Justin Bieber. Lagu Justin Bieber yang gw tahu pun hanya dua. Kemasyhuran Justin Bieber yang tampaknya sedemikian cepat diraih membuat gw membeli buku “Justin Bieber, First Step 2 Forever, 100% Official”. Dan setelah selesai gw baca, rasanya ada beberapa yang sangat patut gw dan barangkali kita contoh. Ini di antaranya;

1. Justin Bieber adalah pekerja keras

Sukses dalam kurun tiga tahun dari nol besar rupanya bukan semata keberuntungan. Namun sangat banyak kerja kerasnya. Mulai dari ngamen, ketidakpastian akan mendapatkan kontrak kerja meskipun sudah bertemu produser, hingga 86 konser dalam waktu enam bulan dan dilakoni dengan naik bis keliling Amerika Serikat! Itu belum yang keliling dunia yaa.. :P

2. Memanfaatkan teknologi (youtube)

Ibunya sih memang yang melakukannya. Tapi bukan gak mungkin anak basket meniru ibunya Justin dengan membuat video aksi saat bermain basket. Siapa tahu ada tim NBL bahkan NBA yang melirik. *Jadi ingat Future MixTape :D

3. Disiplin dan rajin berlatih

Kalau ada yang menganggap suara Justin Bieber bagus dari sononya, ada benarnya. Tetapi terlepas dari itu, Justin latihan vokal dengan ekstra keras. Apalagi menghadapi masa puber di mana suaranya mulai pecah. Tak hanya berlatih vokal, ia juga patuh dan taat mengikuti gurunya untuk menjaga kondisi suaranya dengan tidak berteriak sembarangan, misalnya saat menonton hoki es atau basket. Hmm.. terdengar familiar; disiplin berlatih dan jaga kondisi :D

Meskipun bukunya terbilang ringan, pengalaman Justin Bieber sangat luar biasa dalam meraih sukses besar sekaligus justru masih berupa langkah awal untuk melewati perjalanan yang jauh lebih panjang lagi. Baca gih! :D

Kiat-kiat Menjadi Point Guard yang Hebat

oleh: Herdian Mohammad

Herdian Mohammad adalah salah satu point guard hebat yang pernah bermain di Indonesian Basketball League. Terakhir, ia bermain untuk Kalila/Pelita Jaya Jakarta. Hari ini, melalui akun twitternya @HerdiOflo, Herdian memberikan beberapa kiat untuk menjadi seorang point guard yang handal! Silahkan cek juga hash-tag #pointguard di twitter untuk membaca ulang. *kamus! kamus! kamus! :D

He/she must understand all the functions of the position of #2,3,4,5 on offense and defense.

You can’t be a point guard and dribble looking at the ball. You must know where all your teammates are and understand their character of play.

He/she must know every single offensive and defensive play for games. He/she must master drills during practice. He/she must understand the system.

Before every game, he/she knows the location of the shot clock, scoreboard, game clock and feel of the rim.

He/she is the first to enter the gym and the last to leave.

He/she must be able to handle the ball, handle his/her team mates and make solid passes.

He/she distributes the ball and attacks the defense to create opportunities.

During free-throws he/she calls his/her team mates to regroup. Even if it is just to say, “guys you’re doing one hell of a job!” or “let’s focus!”

Playing hard defense must start with him/her. Intensity, loud on “D” and controlling his/her team mates on the floor.

The extension of the coach on the floor. He/she is the floor leader.

He/she conversates (does the conversation) with the coach outside of practice sessions.

He/she plays hard on defense and plays a controlled offense. He/she has a cool head and the heart of a lion.

10 Pertanyaan Untuk Raja Blok NBL Indonesia 2010-2011, Ngurah Teguh (Citra Satria)

Ngurah siapa? Barangkali, barangkali gak banyak yang mengetahui siapa itu I Gusti Ngurah Teguh Putra Negara. Ia jelas kalah populer dari Denny Sumargo atau I Made Sudiadnyana, atau nama-nama yang berseliweran di klub-klub dengan pemain populer lainnya. Namun jika berbicara penampilan di lapangan, pemain bernomor punggung 16 di Citra Satria ini jelas tidak kalah. Raihannya di atas rata-rata!

Gw sendiri pertama kali mengetahui nama Ngurah Teguh pada bulan September 2008. Kala itu, Satria Muda Jakarta mengambil pemain baru dari Citra Satria Pontianak, Chrismast Bonanza Siregar dengan menukarkan salah seorang pemainnya, Ngurah Teguh untuk diberikan kepada Citra Satria. Tentu saja pemain yang menjadi sorotan adalah Bonanza Siregar karena kesannya saat itu bahwa setiap pemain yang direkrut Satria Muda adalah pemain hebat.

Selanjutnya, gw gak ingat seberapa sering Bonanza bermain di Satria Muda selama IBL musim terakhir. Pun gw gak mendengar lagi nama Ngurah Teguh.

Melewati NBL Indonesia musim perdana (2010-2011), nama Ngurah Teguh mulai nempel di kepala gw seiring dengan penampilannya yang kerap dahsyat bersama Citra Satria. Walau tidak berbanding lurus dengan prestasi Citra Satria selama musim reguler, Ngurah Teguh meraih prestasi individu yang signifikan. Dari tampil sebanyak 25 kali, Ngurah Teguh mencetak total 216 poin (8,64 poin per gim), 22 assist, 25 steal, dan 58 blok (2,32 blok per gim) -raihan terbaik di NBL 2010-2011! Pencapaian Ngurah Teguh lebih baik daripada Bonanza yang bermain sebanyak 27 kali, dengan total 121 poin, 16 assist, 17 steal, dan 1 blok.

Berikut 10 pertanyaan kepada Ngurah Teguh yang dijawab dengan semangat, sesemangat dia waktu ngblok lawan :D

Apa yang kamu pikirkan waktu ditukar oleh Satria Muda ke Citra Satria dengan Bonanza Siregar di tahun 2008?

Kecewa tentunya. Ngerasa tidak dihargai karena belum terlalu diberi kesempatan untuk memberikan yang lebih bagi tim. Tetapi setelah saya pindah ke Citra Satria (CS), dengan banyaknya minute play yang diberikan oleh coach dan kepercayaan, saya bisa menunjukkan bahwa saya bisa memberikan kontribusi bagi tim yang saya bela. Dari minute play yang diberikan tersebut, saya belajar banyak yang akhirnya dapat memberikan saya pengalaman bermain. Sampai sekarang pun saya masih belajar, entah dari teammates, instruksi pelatih atau dari lawan main.

Citra Satria bermain bagus di Preseason lalu, tiba-tiba Fadlan Minallah pindah ke Garuda (yang artinya Citra Satria kehilangan big man), apa yang kamu bayangkan saat itu?

Akan menjadi musim yang berat. Pastinya gak bisa bohong Fadlan sangat memberikan kontribusi. Dengan adanya Fadlan saja, CS itu sebenarnya masih kekurangan big man, apalagi sekarang udah gak ada? Tetapi, basket kan olahraga tim, jadi kehilangan satu pemain akan terasa timpang, tapi itu akan bisa tertutupi dengan team work yang solid.

Selain kurangnya big man, apa yang harus lebih ditingkatkan lagi oleh Citra Satria?

Strategi oleh pelatih. Bisa diliat sendiri lah. Materi kami tidak kalah bagus dengan tim papan tengah lainnya. Hanya saja “mesin” yang mengendalikan terkadang “macet”. (Perlu) Menambah pemain yang berpengalaman untuk mengimbangi pemain muda yang ada di CS, karena CS isinya kebanyakan pemain muda, jadi perlu panutan untuk para pemain mudanya.

Apa kiat-kiat melakukan blok yang bersih tanpa melakukan foul?

Feeling dalam membaca gerakan lawan, tepat waktu membaca gerakan lawan.

Siapa pemain NBL Indonesia yang paling sulit dijaga dan kenapa?

Dimas (Pelita Jaya), Iyus (Aspac) dan Youbel (Satria Muda). Tipikal main Dimas dan Iyus suka lari-lari dan eksplosif, menyulitkan saya karena butuh tenaga ekstra untuk menjaga pemain “tidak bisa diam” seperti mereka. Kalau Youbel, skill-nya luar biasa dan dia tenang dan tidak panikan dalam menghadapi segala situasi game. Salah satu panutan saya di lapangan, di Satria Muda ketika itu, selain Agung Sunarko.

Siapa pemain NBL Indonesia yang paling ingin sering kamu blok, dan kenapa dia?

Denny Sumargo. Karena saya melihat dia sangat bagus di dalam skill offense, saya jadi penasaran ingin”memberhentikan” dia di dalam mencetak angka bagi timnya.

Adakah latihan khusus agar jago nge-blok? Kalau ada, latihannya bagaimana?

Atur timing. Jangan nafsu, jangan terlalu dipikirin. Latihan skipping diperbanyak lagi, untuk ngelatih lompatan dan quickness-nya.

Apa saja target yang ingin diraih selama bermain basket profesional (NBL)?

Target saya sebenarnya ingin menembus skuad Timnas.

Cita-cita setelah gak bermain basket lagi?

Kerja kantoran sesuai dengan latar belakang pendidikan sarjana yang saya ambil, yaitu Hubungan Internasional. Mungkin saya bisa bekerja di PBB atau menjadi PNS. (Amiin :D)

Apa target yang ingin dicapai bersama Citra Satria di musim depan?

Memperbaiki peringkat.

Hiphopdiningrat, Tak Perlu Ngerti Bahasa Jawa Tuk Ikut Bergoyang dan Tergugah!

Tidak ada yang istimewa dengan hiphop atau rap berbahasa Jawa. Telah muncul sebelumnya dan terus bermunculan hiphop berbahasa Prancis, Mandarin, Sunda, Indonesia, Jepang dan lain-lain. Meskipun bahasa ibu dari hiphop adalah bahasa Inggris, keturunannya tak haruslah serupa. Konsekuensi dunia yang semakin kecil, lebih kecil daripada daun kelor. Tak ada lagi ada batas.

Hiphop berbahasa Jawa yang pernah lahir, lalu sepi sejenak, bangkit lagi dengan tak hanya menggunakan bahasa Jawa sebagai penyampai pesan. Liriknya menjadi lebih populer, lebih merakyat, didengarkan oleh anak-anak SD hingga mbok-mbok pasar, bahkan mengambil karya-karya sastra kuno Jawa untuk dijadikan lirik, memadukan rappers dengan sinden, dan akhirnya “naik haji” dengan manggung di New York. Hal-hal tersebut menjadikan hiphop berbahasa Jawa lebih dari luar biasa. Perjalanan Marzuki Mohammad (Juki) a.k.a. Kill The DJ (@killthedj) bersama Jogja Hiphop Foundation yang ia dirikan dari tahun 2003 hingga pertengahan 2010 (masa pendokumentasian) menjadi inti cerita film dokumenter “Hiphopdiningrat”.

Jogja Hiphop Foundation

Jogja Hip Hop Foundation (JHF) didirikan tahun 2003 oleh Juki, yang katanya bertujuan membantu aktivitas dan mempromosikan rap berbahasa Jawa.

Diawali dengan berbagai acara kecil seperti It’s Hip Hop Reunion dan Angkringan Hip Hop, pada tahun 2006-2009 JHF memulai proyek Poetry Battle; eksplorasi karya puisi Indonesia dari puisi-puisi tradisional hingga kontemporer dengan media hip hop.

Dari proyek itu JHF menghasilkan dua buah album kompilasi Poetry Battle 1 & 2, dan mulai berhasil membentuk identitas dan sikap berkarya.

Menggunakan bahasa Jawa sebagai lirik rap, tampaknya sedikit sulit mendapatkan tempat pada industri musik Indonesia. Tetapi hal ini justru mampu diatasi JHF dengan caranya sendiri. Saat ini lagu-lagu JHF sudah menjadi “lagu rakyat” di Yogyakarta, terutama setelah diluncurkannya lagu Jogja Istimewa yang sudah menjadi soundtrack kehidupan rakyat Yogyakarta. Lagu itu dinyanyikan kolektif oleh Ki Jarot, akronim dari Kill the DJ, Jahanam, Rotra, ketiganya adalah crew yang paling konsisten memproduksi lagu-lagu hip hop berbahasa dan bernuansa Jawa dan mempresentasikan eksistensi dari JHF.

Hiphopdiningrat

Gw sangat gak banyak tahu tentang musik hiphop atau rap. Namun film dokumenter Hiphopdiningrat menggambarkan sesuatu yang lebih luas daripada sebuah perkembangan sub-kultur hiphop Jawa dari kecil hingga “naik haji” ke New York. *Istilah “naik haji” gw kutip dari pertanyaan Tarlen seusai pemutaran film. Hiphopdiningrat menggambarkan sebuah usaha keras tanpa henti mengatasi semua keterbatasan dan terus berjalan entah sampai kapan harus berhenti.

Film ini diawali oleh sebuah komentar singkat pendek dari seorang jurnalis wanita asing yang menceritakan sejarah singkat lahirnya hiphop di dunia dan lalu narasi sesungguhnya dibawakan oleh Juki sendiri dari balik stir mobil sambil mengelilingi kota Yogyakarta. Melengkapi ceritanya, Juki menampilkan potongan-potongan gambar dan video segala perhelatan yang dilakoninya bersama JHF.

Selain cerita dari Juki sendiri, Hiphopdiningrat juga menampilkan komentar-komentar para penggiat kebudayaan seperti Butet Kertaradjasa, Sindhunata, dan Jaduk Ferianto yang mengagumi betapa dahsyatnya rap berbahasa Jawa ini. Iwa K, pelopor hiphop Indonesia pun ikut berkomentar dengan mengatakan betapa ia sangat kagum dengan perkembangan hiphop di Yogyakarta dan berharap andai itu terjadi Jakarta.

Kisah yang tak kalah menarik dari Hiphopdiningrat adalah perjalanan para rappers yang tampil dan setia menggunakan bahasa Jawa untuk liriknya seperti Jahanam dan Rotra. Film ini memperlihatkan bagaimana rapper lokal tersebut tetap eksis ngerap sembari tetap melakukan kegiatan kesehariannya yang lain. Lucunya, Hiphopdiningrat juga menampilkan komentar dua orang ibu yang mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya karena terlalu asik ngerap dan mengancam kuliahnya. “Hip hop gak jelas!” komentar seorang ibu yang seolah keinginan pribadinya untuk sang anak “dicuri” oleh hip hop. *Gw rasa sang ibu rasanya kini bangga melihat pencapaian anaknya dengan hip hop saat ini :)

Hiphopdiningrat tidak hanya menyampaikan perjalanan JHF dengan segala raihan dan prestasinya. Hiphopdiningrat mampu menggugah orang lain untuk terus konsisten pada panggilan jiwa, melewati semua hal yang harus dilewati dalam “perjalanan” tanpa peduli akan bagaimana hasilnya nanti.

Sayangnya, film yang disutradarai oleh Juki sendiri bersama rekannya Chandra Hutagaol ini belum diputar luas sehingga dapat ditonton oleh banyak orang. Gw sendiri tadi malam bukanlah salah seorang tamu yang diundang. Gw berhasil masuk nonton karena mencatut nama salah satu tamu yang diundang (Suave.. sorry guys :D). Tampaknya keinginan keras gw untuk nonton yang akhirnya “membawa” gw berhasil masuk di Blitz tadi malam :D Forgive me God :D Mirip-mirip gak yaa dengan kisah JHF yang akhirnya sampai ke New York? :D

*Alhamdulillah ngerti bahasa Inggris, Hiphopdiningrat disampaikan 80% menggunakan bahasa Jawa! :D

“I May Be Wrong (But I Doubt It)” Petuah Charles Barkley

Mari berkaraoke! Tuh liriknya di bawah :D

It’s called defense
It’s in the dictionary
On a D E F E N S E
I may be wrong, but I doubt it
No dancin’, no huggin’
Just play the game, stats don’t mean a thing
Make your free throw!
Free! Free! Free! Do the right thing!
Box out! It’s called defense
D E F E N S E defense!
I may be wrong, but I doubt it

Cool & Dre Feat. Charles Barkley
Director: Spike Lee

Ary Chandra, Pemain Hebat yang Tak Terpantau Radar!

Ketika NBL Indonesia akan bergulir dan mulai bergulir melalui Preseason Tournament bulan Juli 2010 di Malang, banyak nama pemain bermunculan yang diramalkan akan sangat bersinar di NBL Indonesia 2010-2011. Sebut saja Mario Wuysang (setelah turnamen pindah ke Satria Muda ABL), Rony Gunawan, I Made “Lolik” Sudiadnyana, Faisal Achmad, Dimas Aryo Dewanto, Valentino Wuwungan, Fadlan Minallah, Bima Rizky, Denny Sumargo (saat itu belum jelas akan masih bermain atau pensiun), Kelly Purwanto, Andi Batam dan lain-lain.

Tak ada yang menyebut Ary Chandra, bahkan mungkin tak ada yang sempat memasukan Ary Chandra. Ary Chandra siapa? Ary sempat bermain di pertandingan pertama Pelita Jaya saat dikalahkan CLS Knights di turnamen preseason Malang. Saat itu Ary mencetak 11 angka, empat angka di bawah forward Pelita Jaya, Komink. Setelah itu Ary tak lagi bermain karena sakit. Pelita Jaya pun tak lolos babak empat besar turnamen preseason.

Pada pertandingan pertama Seri Surabaya sekaligus pertandingan pertama Pelita Jaya di musim reguler, Pelita Jaya menghadapi CLS Knights Surabaya. Kala itu, semua orang menunggu penampilan Dimas Aryo Dewanto, pemain lincah yang baru saja dibeli Pelita Jaya dari Bimasakti Malang. Dimas, bermain dahsyat. Ia memukau banyak orang. Dimas memang jagoan. Tapi tunggu dulu, pemain yang paling banyak mencetak angka bukanlah Dimas. Dimas mencetak delapan angka. Pencetak angka terbanyak adalah Ary Chandra, 18 poin.

Kehebatan Ary Chandra berlanjut. Meskipun kadang tak menjadi pilihan utama Coach Rastafari untuk tampil sebagai lima pemain pertama, Ary Chandra justru kerap menonjol sebagai pendulang angka terbanyak. Hingga akhir klasemen, Ary Chandra adalah pemain dengan raihan rerata angka tertinggi di NBL Indonesia dengan 14,04 poin per laga, di atas I Made “Lolik” Sudiadnyana yang hanya 13,85 poin per laga.

Dalam salah dua pertandingan terakhir Pelita Jaya di Seri Jakarta, Ary Chandra menggila! Ketika melawan Citra Satria, Ary Chandra hanya kurang satu poin dalam memecahkan rekor Okiwira yang membukukan 34 poin dalam satu game. Ary Chandra hanya mencetak 33 poin.

Penampilan Ary Chandra mencapai klimaks di pertandingan terakhir Seri Jakarta sekaligus seri reguler NBL Indonesia 2010-2011. Ketika Pelita Jaya mengalahkan Bimasakti dengan skor 114-48, Ary Chandra mencetak 42 poin! Delapan angka di atas rekor lama yang dipegang Okiwira. Luar biasa!

Akhirnya di akhir musim reguler, ketika seluruh pemain mengakumulasi semua angka yang pernah mereka cetak, Amin Prihantono mencetak 316 poin, Xaverius Prawiro 316 poin, Merio Ferdiyansyah 340, dan I Made Sudiadnyana 360 poin. Berapakah poin Ary Chandra selama berlaga di musim reguler NBL? 379 poin! Terbanyak!

Dulu, Ary Chandra tak masuk pantauan radar penonton bahkan mungkin kurang diperhitungkan lawan (dibandingkan pemain Pelita Jaya lainnya) ketika musim mulai bergulir. Kini ketika musim sudah berakhir, Ary Chandra masih saja tak tampak dalam layar radar. Dari 10 kandidat pemain terbaik NBL (MVP) yang salah satu faktor penilaiannya adalah raihan statistik, Ary Chandra tetap tenggelam. Tak terlihat bak ninja. Membunuh, tapi tak meninggalkan jejak!!!