Bergabungnya Agustinus Dapas Sigar dari Garuda Bandung serta Ngurah Teguh dari Citra Satria tidak serta merta menambah kebahagiaan kepada para pendukung MUBA Hangtuah Indonesia Muda Sumatera Selatan. Pengumpul angka terbanyak mereka di musim 2010-2011 lalu, Buggi Setyawan justru memutuskan untuk berhenti bermain basket dan bekerja pada salah satu televisi swasta.
Buggi yang sepanjang musim 2010-2011 hanya sekali tak tampil membela MUBA, mencatat rekor total 339 poin atau rata-rata 13 poin per game. Catatan ini adalah salah satu catatan terbaik dalam deretan pencatat angka terbanyak di NBL Indonesia.
“Mulai Agustus ini, dia sudah resmi tidak di Muba lagi. Buggi memutuskan bekerja di stasiun televisi. Kami sudah berusaha membujuk, namun pilihan hidup seseorang tentunya tidak bisa terlalu kami campuri. Kami menghargai sekali pilihan Buggi,” ujar General Manager Muba Hangtuah IM Sumsel, Ferri Jufry (via Indopos).
“Saya bisa seperti sekarang, karena basket. Saya memilih bekerja (di luar basket), bukan berarti dunia basket tidak bisa menghidupi pemain. Namun, dengan pindah kerja ini saya berharap bisa lebih punya kesempatan melanjutkan kuliah S-2,” kata Buggi (via Indopos).
Perginya Buggi dari basket profesional akan membuat kita merindukan karakter seorang pemain yang berani menembak ketika pemain penjaga lengah atau sengaja memberi ruang tembak kepada penyerang. Buggi adalah tipikal pemain lengkap yang membuat triple threat adalah benar-benar tiga ancaman yang menyeramkan. Banyak pemain tidak sekomplit Buggi.

:( Sukses selalu Kak Buggi :)
Wah sayang banget, pasti kangen nih sama om buggy. Terakhir liat di surabaya saya sampe heran. Umurnya berapa sih? Mainnya trengginas banget :D
salut ni buat buggi.angkat topi dari saya. uniknya,pemain ini pernah ikut seleksi pemain bola di persita lo..hehe
selamat jalan sampai jumpa lagi